PGK (PAK GURU KESAYANGAN)

PGK (PAK GURU KESAYANGAN)
CHAPTER 17


__ADS_3

...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...S...


...E...


...M...


...U...


...A...


🥀.



Pulang Kerumah.



setelahnya beberapa menit kemudian akhirnya Angela pamit untuk pulang kerumahnya, karna dia takut jika nanti keluarganya marah.


hanya karna dia pulang lebih lama dari biasanya... "owh iya bi, kalo begitu aku pulang dulu ya, takut kemalaman. soalnya ayahku nggak pernah ngizinin pulang lama.


paling lamapun jam 9 malam, itupun jika bareng sama bunda ataupun ayah." jelas Angela yang lalu membuat mamah Doni tersenyum kepadanya.

__ADS_1


"yaudah kalo begitu, Don...Doni...antar Angela pulang gih, kasihan masa dia pulang sendirian."


Doni yang mendengar itu langsung menjawab dari atas sana... "malas mah, kalo mamah mau ya mamah sendiri yang ngantar, aku lagi lelah ini."


mendengar jawaban itu, mamahnya langsung menatap tajam keatas dan lalu berkata... "tunggu sebentar." setelah ia mengatakan itu ia langsung berdiri dan pergi.


iapun naik ketangga sambil menghela nafas berat, sepertinya ia kesal mendengar jawaban dari anaknya yang satu ini.


"Doni....turun segera atau mamah akan menghukummu nanti!!!."


Doni yang sadar bahwa mamahnya mulai naik keatas, kini ia perlahan berjalan dan membuka pintu. ia mengenakan kaos biasa dan terlihat jelas wajahnya memang lelah.


mamahnya yang melihat itu semakin merasa aneh, ia menghela nafas sejadi-jadinya dan lalu berkata... "turun dan antar Angela pulang.


kau sebagai tunangannya harus bisa menjaga dia, jika dia pulang sendiri gimana, kamu nggak takut dia diganggu sama orang jahat.


ingat diluar sana banyak orang jahat, Angela itu wanita dan dia baru saja kembali, sudah pasti dia akan merasa kebingungan untuk jalan pulang.


jika saja ada dirimu, kau bisa membantunya dan menjaga dia." ujar mamahnya yang lalu disetujui secara paksa oleh Doni.


awalnya Doni ingin membantah, namun didengar dengan jelas perkataan mamahnya sangatlah benar.


apalagi Angela adalah wanita, walau ia pulang bersama supirnya tapi tetap saja.


akhirnya ia memutuskan untuk menyetujuinya dan mengantarkan Angela pulang dengan selamat.... "baik mah, aku akan mengantarnya." ujarnya.


setelahnya iapun kembali kekamar dan bersiap untuk mengganti pakaian yang lebih keren sedikit, namun disisi lain lagi, ternyata Angela sudah menghubungi Andra.


tadi aku nelpon dia buat jemput aku, lagipun diakan supir pribadi aku." ujar Angela yang lalu dicegat oleh mamah Doni karena Doni sendiri sudah bersiap.


"tapi nak, Doni baru saja mau mengantarmu." ujar mamah Doni yang lalu dijawab oleh Doni sendiri... "kalo dah ada yang jemput yaudah pergi aja."


melihat Doni sudah berjalan turun, mamahnya langsung mengode untuk tetap menyuruhnya mengantarkan Angela pulang dengan selamat.


Doni yang tau itu langsung berkata lagi... "tapi kata mamah gua, gua harus tetap nganterin elu. jadi biar siandra itu ngikutin kita dari belakang aja."


setelah ia menyelesaikan omongannya itu, ia langsung berdiri dan mengode untuk bersiap pulang. Angela yang kebingungan langsung saja menyetujui.


iapun berjalan keluar rumah bersama dengan Doni, Andra yang melihat itu sadar dan langsung berkata... "aku akan mengikuti kalian berdua."


mendengar perkataan Andra itu, Angela langsung tersenyum tipis karena hanya dia yang tau betul isi hati Angela saat ini.


"iya kak, yaudah Doni, cepat bukain pintunya."


mendengar perkataan itu Doni langsung menoleh dan berkata... "lu kira gua babu elu, mau disuruh buka tutup pintu buat elu."


"ehhh guakan orang yang mau elu anterin, secara pribadi biasanya orang itu akan membukakan pintu dan membiarkan seseorang yang ingin dia antar masuk duluan."

__ADS_1


"ya gua bukan tipe gitu, kalo elu mau yaudah bareng cowok romantis aja sono."


"cih...lu kira gua mau gitu sama orang kaku kek elu, jangan harap juga gua mau."


"ingat ya, gua mau nganterin elu karna itu paksaan. kalo bukan paksaan, gua orang pertama yang bakal nolak dulu-dulu kali."


"owh gitu oke, gua bilangin kemamah elu biar lu dimarahin sama dia."


"silahkan, tapi gua bisa saja bilang keayah elu karna elu nolak mulu kebaikan gua yang tulus ini."


"bacot...b...a...c...o...t...bacot lu!!!."


"woy..."


setelah itu tiba-tiba Andra keluar dan berkata... "kalian mau pulang atau berantem disini?, ayahmu sudah menunggumu sejak tadi."


setelah mendengar itu barulah mereka berhenti bertengkar dan lalu masuk kemobil. setelah itu beberapa saat kemudian, didalam mobil tatapan mereka lebih tajam lagi.


mungkin tidak ada kata-kata, tetapi didalam hati mereka sudah terdapat omongan kasar yang sudah dipendam sejak lama saat bertemu.


"kurang beruntung apalagi coba, kenapa gua malah dijodohin sama cewek gila kek dia." bathin Doni yang lalu dibalas oleh bathin Angela.


"salah gua apa sih, sampe harus punya tunangan kaku kek dia ini. udah kaku, dingin, kasar lagi. kurang beruntung banget sumpah." bathinnya yang lalu menatap tajam.


Andra yang melihat Angela dan Doni dimobil berbeda kini malah merasa aneh. dia merasa sedikit tenang dan tidak ada suara debat dari mereka.


bahkan mereka nampak lebih santai dan tidak banyak bicara, namun dibalik semua itu Andra sudah cemas pasti ada sesuatu yang tidak beres.


setelahnya Andrapun menelpon Angela, Angela yang tau itu langsung menjawab... "halo kak, ada apa?, tumben nelpon padahalkan kakak lagi dibelakang kami."


"kamu baik-baik saja Angela?, kenapa kalian terlihat lebih sunyi?."


"itu karna kami tidak bertengkar lagi, kak Andra jangan khawatir lagi. jika aku berdebat dengannya, aku pasti akan mengode diluar jendela."


"baiklah Angela, yaudah hati-hati jangan sampai kalian berdua berdebat lagi. kalo begitu kakak matikan dulu telponnya."


setelah itu Andrapun menutup telpon, tiba-tiba telponnya kembali berbunyi. dia pikir Angela dalam masalah, tetapi ternyata itu adalah telpon dari ibunya.


"nak, kamu dimana sekarang?."


"Bu, aku dijalan nih. aku ngikutin nona muda sama tuan muda dijalan. tadinya nona muda nelpon nyuruh aku buat jemput dia, tapi rupanya tuan muda Doni juga mau.


jadinya aku hanya ngikutin mereka dari belakang nih, memangnya ada apa buk?." jelas sekaligus tanya dari Andra untuk sang ibunya.


"nggak apa-apa, hanya saja tuan nampak cemas dengan nona muda. jika dia pulang bersama kalian maka ibu senang dan akan mengabari kepadanya."


"iya buk, kalo begitu aku tutup dulu ya telponnya, soalnya udah mau deket nih."

__ADS_1


setelahnya Andrapun menutup telponnya dan lalu menyetir dengan fokus kembali. menit ke menit telah berlalu, kini Angela dan dua orang lainnya telah tiba.


Angela yang sudah sampai dirumah kini langsung berkata... "akhirnya kembali juga kerumah, ha... capek banget." ujarnya yang lalu merenggangkan kedua tangannya.


__ADS_2