
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...S...
...E...
...... M......
...U...
...A...
🥀.
Kunjungan Angela.
selama diperjalanan Angela dan Doni tidak banyak bicara, ditambah lagi dengan adanya kedua adiknya itu, mereka berdua tak leluasa untuk berdebat.
jika mereka berdebat dihadapan adiknya, mungkin saja akan ada kemarahan nantinya.
"kak, kakak kenapa sih milih kerja jadi guru?."
"jangan tanya kakak, kakak aja ikut rekomen dari pamanmu itu. dia bilang disitu sedang mencari kerjaan, mumpung kakak nganggur ya mending kakak ajakan yang kerjanya."
"owh gitu kak, tapi kak, kalo kakak kerja disitu lumayan bagus, aku bisa nanya langsung tanpa malu-malu, ditambah lagi gurunya adalah kakak."
"iya bener banget, gua aja lumayan seneng plus kaget, pas tau ternyata guru barunya kakak kita sendiri."
__ADS_1
"udahlah berhenti kalian bicara, mending kalian bersiap buat nyari topik yang bagus."
"buat apa kak?."
"ya buat alasanlah, kamu juga Angela, tolong jangan kasih tau keorang tua gua, kalo elu kasih tau mungkin rahasia ini akan terbongkar.
gua bukan tipe orang yang main-main ya." jelas Doni yang lalu diangguk oleh Angela.
Angela tidak banyak bicara, dia hanya menyimak dan sesekali memandangi luar jendela, terlihat jelas banyak gedung-gedung dan juga tumbuhan disana.
salah satu tempat yang ingin dia kunjungi adalah taman bermain, dia selalu mencari kesempatan untuk kesana, tapi terkadang tidak bisa.
kak Andra tidak pernah mau diajak kesana, karna terdapat beberapa masalah yang tidak dibolehkan untuk Angela.
Doni yang melihat Angela melamun dijendela kini merasa penasaran dan lalu memanggilnya agar tidak termenung sendirian.
"hoy, ngapain elu?, melamun aja kerjaannya."
"diem elu, elu nggak tau gua lagi bosen banget!!!."
"kalo bosen ngapain elu mau ikut gua?."
"gua nggak ngikutin elu, gua kerumah elu buat nyamperin bibi."
"bibi atau gua?, ingat satu hal gua tau isi pikiran lu apa sekarang ini, tapi jangan harap elu bisa nyelesaiin rencana elu itu."
"heh...sok pinter banget lu, ehhh ulet bulu, lu diam aja dah daripada gua ejek."
"ulet bulu kata elu?, nama gua Doni ya bukan ulet bulu. daripada elu kodok betina!!!."
elu siapa, baru jadi tunangan aja belagu, ingat hubungan kita nggak akan lama lagi." ujar Angela yang lalu dijawab oleh Doni.
"elu pikir gua mau gitu sama elu, jangan harap deh, gua masih punya kriteria cewek idaman. yang pasti itu bukan elu, dari segi sifat aja udah beda."
"berani banget elu ngomong gitu, elu siapa hah?."
"gua Doni.... salah gua nyebut itu?."
"elu...."
setelahnya mereka saling berdiam, mereka berdua masing-masing menghadap kearah lain...
kedua adiknya yang melihat itu hanya melongo dan menganggap bahwa mereka berdua cukup menghibur kegabutan mereka didalam mobil.
"asyik juga ternyata, nonton orang berantem gini, btw mereka nggak habis-habisnya berdebat, menurut kamu nih dek, apakah mereka bisa jadian beneran?."
"jangan tanya lagi, biasanya dari benci jadi cinta. aku yakin 100%, kalo mereka berdua akan bersama."
"kenapa kamu begitu yakin?."
"dari waktu ke waktu kita berdua lihat saja perkembangan hubungan mereka, mungkin kali ini mereka tidak terima, tapi pada kenyataannya mungkin suatu hari itu yang akan mereka perebutkan.
aku yakin 100% kalo mereka berdua bisa saling jatuh cinta, lihat saja nantinya." jawab Alisya yang sudah menebak alur dikemudian harinya.
__ADS_1
setelahnya mereka sama-sama terdiam, menit ke menit telah berlalu, kini tak terasa mereka sudah sampai saja dirumah.
Doni yang langsung turun seketika masuk kedalam tanpa membukakan pintu untuk Angela, Angela yang tau itu seketika kesal....
"awas aja, lihat apa yang akan terjadi nantinya!!!." bathin Angela.
disisi lain lagi, mamah Doni yang sudah menunggu mereka kini segera tersenyum.
berbeda pula dengan Doni, dia nampak tidak mood dan langsung masuk begitu saja.
tanpa ada kata-kata sama sekali, Angela yang melihat itu seketika sadar.
"Doni cukup dingin terhadap orang tuanya ternyata, tapi alasannya kenapa ya?, harus cari tau nih."
mamah Doni yang melihat Angela seketika tersenyum ramah dan lalu memeluk Angela.
"aduh Angela, bibi kangen tau sama kamu, kamu gimana sekolahnya lancar nggak?."
"lancar selalu kok bi, bahkan saat disekolah Angela Nemu teman baru sekaligus mulai bisa akrab juga sama Alisya dan Andrea bi."
"bagus dong itu, kalian berdua pergi kekamar ganti pakaian dulu sana. owh iya Angela, kamu ganti baju nggak?."
"Angela bawa kok pakaian gantinya, soalnya Angela agak risih makai seragam terus. apalagi ini diluar sekolah jadi lebih baik ganti aja."
"kalo gitu ganti dulu sana, biar bibi antar tempat ganti pakaian."
"disini ada ruangan buat ganti pakaian ya bi?."
"iya Angela, disini selalu ada, bibi selalu menyiapkan ini jika sewaktu-waktu ada tamu jadi langsung bisa ganti tanpa perlu ribet-ribet ketoilet."
"iya juga sih bi, ide ini cukup cemerlang juga."
"arghhh....bisa aja kamu Angela, btw kok kalian bisa pulang bareng sih?."
"owh iya tadi Doni mampir disekolah kamu bi, jadinya kata dia sekalian mau jemput kami bertiga bi. Doni lumayan baik ya bi, aku jadi salut sama dia."
"bibi sebagai mamah dia merasa bersyukur karna dia bisa menerima dengan ikhlas, bibi percaya kalo dia itu aslinya baik kok.
hanya saja karna dia jarang bersama orang-orang jadinya begitu sifatnya, saat didekati oleh orang dia akan menghindar.
bahkan orang tuanya sendiri juga merasa hal yang sama, sama-sama merasa ada yang tak beres dengannya." ujar mamah Doni.
"bibi tenang aja, aku yakin kok seiring berjalan waktu, Doni pasti bisa kembali kayak dulu, jadi pria perhatian dan pastinya bisa menjadi penyayang."
"semoga saja, bibi berharap sekali jika suatu hari dia bisa bahagia dengan gadis yang benar-benar ia cintai, dan juga bibi berharap orang itu adalah kamu.
bibi yakin kalo kamu itu adalah pilihan terbaik untuk dia, lihat saja kedekatan kalian berdua itu beda banget." ujar mamah Doni sambil tersenyum.
Angela yang mendengarnya seketika membathin... "iyalah beda, darimana kata pasangannya coba, kalo sering berantem dan beda arah."
seketika diapun berkata lagi.... "darimana beda coba, bi lihat saja sendiri sifatnya yang selalu berlawanan denganku."
"walau berlawanan nanti juga kalian berdua biasa saja, kamu jangan lihat sekarangnya, tapi lihatnya pas udah terbiasa. kalian pasti bisa menghadapi segalanya."
__ADS_1
"tapi bi, aku....aku berbeda dari wanita lain, aku tidak bisa romantis dan tidak bisa apa-apa."
"kamu pikir Doni itu bisa segalanya, selain otak dia mana bisa yang lain. itulah alasan kenapa bibi restui hubungan kalian berdua."