
... H...
... A...
... P...
... P...
... Y...
... R...
... E...
... A...
... D...
... I...
... N...
... G...
... S...
... E...
... M...
... U...
... A...
🥀.
Pagi Yang Menyebalkan.
... *...
... *...
... *...
ayahnyapun seketika menurut dan memberitahu kepada anaknya, walau sebenarnya pikiran ayahnya sudah terdapat beberapa jawaban yang pasti.
"ingat satu hal, jangan mencari gara-gara apalagi kepo sana sini."
"oke-oke, Angela janji nggak bikin ulah disana. jadi ayah mau ngasih tau nih?."
"iya, bentar ayah tulis dulu dikertas. mendingan datang kesana pas pulang sekolah, jadi nggak terlalu banyak kesibukan."
"baik ayah..."
setelah mendapat alamat rumah Doni, dengan segera ia pergi kekamar dan akhirnya tidur.
jam demi jam telah berlalu, kini matahari mulai menyinari wajah Angela. karna merasa panas, akhirnya dia bangun dengan pandangan masih buram.
"hari kedua sekolah, lebih baik aku datang lebih cepat." ujar Angela yang berjalan pelan kekamar mandi.
diapun mandi dan membereskan segalanya, setelah selesai melakukan semua hal, barulah ia turun kebawah dengan mata yang masih sedikit tertutup.
kedua orang tuanya yang melihat itu hanya menghela nafas, mereka terus menatap Angela dengan pandangan penuh keseriusan.
__ADS_1
Angela yang sadar hal itu dengan segera memperbaiki sifatnya dan dengan cepat pula ia duduk dan bersiap-siap makan.
"kalian belum makan?."
"nungguin kamu turun, btw beneran kamu mau kesana nanti?."
"iyep, emangnya kenapa Bun?."
"nggak apa-apa, tapi kamu pergi sama siapa?."
"bunda ihhh...gitu aja masa nggak tau, ya pastinya pergi bareng kak Andra."
"iya juga ya, gimana semua alat-alat sudah diberes dan dibersihkan?."
"sudah Bun."
namun baru saja ingin bilang beberapa kata lagi, tiba-tiba datang para maid membawa makanan. terlihat ada buah, roti dan juga nasi beserta lauk.
Angela yang melihat itu seketika merasa senang dan mengambil nasi sekaligus lauk secara bersamaan.
dia sangat rindu akan masakan ini, selama beberapa tahun dia selalu diluar negeri baru beberapa hari dia datang lagi kesini.
"masakan ini masih tetap sama, dimana bibi?."
"bibi ada didapur nona muda, dia masih membereskan alat dapur."
"owh gitu, kalo gitu pergilah, bantu bibi disana."
"baik nona muda, kami pergi dulu."
setelah semua maid pergi, mereka seketika makan tanpa ada suara.
menit ke menit telah berlalu, kini mereka sudah selesai makan.
terlihat makanan dimeja masih sedikit, jadi Angela langsung berkata sesuatu....
"baiklah, nanti bunda siapin tempatnya."
Angelapun hanya mengangguk dan masih dalam keadaan duduk di kursi.
dia masih merasa kenyang jadi tidak berani berjalan.
disisi lain lagi, terlihat Doni yang sudah bersiap-siap pergi kesekolah. dia nampak memakai pakaian biasa saja kali ini, karna dia tak ingin ketahuan.
namun siapa sangka, dia masih memiliki ide untuk hal ini. ternyata dia diam-diam menyembunyikan pakaian formalnya kedalam tas.
"untung saja aku sudah meletakkan tasku didalam mobil tadi." bathin Doni yang lalu duduk dikursi meja.
mereka semua baru akan menyantap makanan pagi ini. menit ke menit telah berlalu, kini mereka semua juga sudah selesai makan.
Doni yang merasa terburu-buru terus melihat jam, Daddy dan mamahnya juga ikut penasaran melihat sifat anaknya yang begitu aneh.
bahkan kedua adiknya juga sangat heran melihat kakaknya, karna tidak seperti biasa Doni terlihat terburu-buru seperti itu.
setelah jam menunjukkan pukul setengah tujuh, dia dengan segera berdiri dan berjalan kearah luar rumah.
"Doni kamu mau kemana?."
"Daddy lupa, bukankah aku harus pergi jalan-jalan kali ini."
"owh iya maaf, pergilah!!!."
setelah mendengar hal itu, Doni langsung pergi tanpa berkata apa-apa. dia terus menuju mobil yang mana terisi tas didalamnya.
setelah melihat tasnya, dia dengan segera memakai mobil itu dan pergi secepatnya.
disisi lain lagi, Angela yang tadinya masih duduk kini sudah mulai berjalan keluar rumah. disitu sudah terlihat Andra yang menunggunya.
__ADS_1
"kak Andra, ayo jalan."
"masuk dulu Angela, nah sudah Kakak buka."
"makasih kak, kakak emang terthe best deh."
"sudahlah, lebih baik kita jalan langsung."
setelah Angela masuk, andrapun ikut masuk kedalam dan menjalankan mesin mobil.
disisi lain lagi, Doni yang mengendarai mobil sendirian kini tak sengaja mendapatkan telpon dari seseorang.
"Hoy bro!!!." sapaan orang itu yang mengagetkan Doni.
"Saha lu?."
"anjir lupa sama temen sendiri, wkwkwkw ini gua bro Marcell..."
"Marcell, wihhh gimana kabar lu?."
"baik aja bro, btw elu sendiri gimana?, ehhh dengar-dengar katanya elu dah pulang ya?."
"iya ini gua udah pulang, btw elu dimana sekarang?."
"ini gua lagi dikantor, btw elu sendiri udah dapet pekerjaan?."
"ya masih belum, tapi tenang aja gua pinter pasti ada kok yang cocok buat gua." ujar Doni dengan terkekeh kecil.
"iya juga ya, orang pinter kek elu mana mungkin nggak dapet pekerjaan."
"owh iya bro, gua matiin dulu ya telponnya, gua masih ada urusan bentar."
Donipun langsung mematikan ponselnya, terlihat dia sudah sampai disekolah. sebelumnya dia benar-benar masuk, terlihat juga sebuah mobil hitam yang nampak tak asing.
"tunggu bukankah itu mobil.." bathin Doni yang masih curiga.
namun setelahnya mereka sama-sama memarkirkan mobilnya disana, terlihat seorang pria keluar dari mobil dan membukakan pintu mobilnya.
Doni yang juga ikut turun kini merasa penasaran jadi sedikit mengintip. namun setelah orang itu turun, terlihat wajah bersinar dari orang itu.
Doni yang melihat itu justru matanya membulat sempurna, dia tak percaya bahwa orang itu akan sekolah disini.
namun setelah ia turun, mereka berdua saling berpandangan dengan tatapan acuh. Doni yang paham maksud itu segera pergi tanpa ada kata-kata.
beberapa siswa yang melihat itu sedikit penasaran dengan laki-laki yang datang kesini.
"siapa dia?."
"ganteng banget Cok!!!."
"owh tidak mata saya tercuci dengan wajahnya."
begitulah kira-kira omongan para siswa yang melihat wajah Doni, namun setelahnya Doni malah masuk keruang pak kepala sekolah.
diapun masuk kedalam dengan tatapan senang....
"pagi sekali kamu datang."
"saya malah ngerasa, saya sendiri telat."
"telat?, lihat saja guru-guru yang lain bahkan belum ada yang datang. kamu sebagai orang baru disini sudah datang dengan cepat sungguh bagus.
sangat jarang ada anak muda tepat waktu sepertimu ini." pujian pak kepala sekolah sambil menepuk pelan pundak Doni.
Doni yang mendengar itu justru sedikit malu, ya walau niat awalnya ia ingin sampai disini jam tujuh pas, namun karna ada yang menelepon jadinya membuat ia telat beberapa menit.
perlu diingatkan lagi, Doni adalah pria yang tepat waktu, beda beberapa menit saja membuat ia merasa tak nyaman.
__ADS_1
sejak kecil dia selalu begitu merasa tak nyaman saat telat....