PGK (PAK GURU KESAYANGAN)

PGK (PAK GURU KESAYANGAN)
CHAPTER 1


__ADS_3

...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...S...


...E...


...M...


...U...


...A...


🥀.



SMA ANGKASA INTERNASIONAL



...*...


...*...


...*...


SMA ANGKASA INTERNASIONAL adalah SMA paling terpopuler. selain itu murid-murid disana cukup cerdas, sekaligus memiliki wajah yang sangat cantik.


SMA itu juga memiliki beberapa fasilitas, seperti lapangan bola, lapangan basket, kolam renang, bahkan lapangan untuk bermain bulutangkis pun ada.


fasilitas di sana cukup lah bagus, selain itu kenyamanan disana juga terjaga. kebersihan lingkungan hingga makanan pun tetap diperhatikan.


selain kecantikan, kecerdasan, rata-rata disekolah itu kebanyakan orang yang mampu. namun tak semuanya ya, ada juga kok orang yang tak mampu.


mereka bisa masuk kesini berkat beasiswa, selain itu kepintaran mereka juga lumayan. namun diingatkan lagi walau begitu mereka juga sering dibully.

__ADS_1


setelah melihat fasilitas disekolah, kini yang lebih mengagetkan adalah terdapat beberapa siswa-siswi digerbang sedang memperhatikan sesuatu.


tak lama kemudian, tiba-tiba muncullah sebuah mobil bagus berwarna hitam. mobil itu pun segera berhenti diparkiran.


seseorang keluar dari mobil itu, ya dia adalah supir pribadi orang itu. sesudah dia keluar, barulah dia membukakan pintu mobil.


"silahkan turun nona muda." kata supir tadi yang langsung memegang pintu mobil yang ia buka tadi.


terlihat sudah ada kaki kecil melangkah keluar, saat itu juga dia segera turun dan menampakan wajahnya. dia terus tersenyum lebar dan menghela nafas.


"akhirnya aku bisa kesekolah ini." ujar wanita itu sambil merenggangkan kedua tangannya.


para murid yang melihatnya seketika ternganga...


"bukannya itu anak pemilik sekolah ini?."


"ehhhh.... lihat-lihat, dia bukannya sekolah diluar negeri ya kok bisa datang kesini?."


"njir murid barunya cakep cuy."


"wah...wah...wah...calon pendamping hidup saya datang."


kira-kira begitulah omongan para murid yang melihat wanita itu. namun diantaranya, kebanyakan yang berbicara adalah pria.


ya remaja wanita yang mereka maksud adalah Angela Aksa Andara. gadis yang berumur 17 tahun ini kini menjadi pusat perhatian dari para murid.


bukan hanya karna dia adalah anak pemilik sekolah tersebut, melainkan wajahnya yang begitu cantik. wajahnya yang begitu imut dan cantik, ditambah tinggi badannya yang lumayan.


menurut para pria Angela adalah gadis yang ideal dan pastinya idaman juga. namun karna sifat Angela yang begitu biasa saja hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa.


namun setelah beberapa saat dia tersenyum kepada para murid, tiba-tiba dia dikejutkan dengan perkataan supirnya.


Angelapun membalas dengan anggukan pelan dan tersenyum ramah kesupirnya.


setelah melihat anggukan nona mudanya, sang supirpun kini berjalan kearah mobil dan membukakan pintu mobil.


dia dengan segera menghidupkan mesin mobil dan pergi dari sana. Angela yang tadinya menghadap kearah lain kini terus menatap mobil yang tadi ia kenakan.


mobil itu perlahan mulai menjauh dari pandangannya, kini diapun berjalan pelan dan melangkah masuk kedalam sekolah.


dia seketika terkejut melihat lingkungan yang begitu bersih dan tenang seperti ini. diapun terus berjalan hingga tak sengaja menabrak seorang pria.


bruk.........


mereka berdua pun saling bertatapan mata, terlihat wajah Angela kini kesal karna mengganggu jalannya.


"kenapa ketemu orang kayak gini sih." bathin Angela yang lalu kembali bergumam. "jalan terus aja dah jangan pedulikan dia."


dia pun terus berjalan tanpa memandang pria tadi, namun pria yang bertabrakan tadi terus memandangi Angela dengan pandangan penasaran.


"stres kali tu cewek." bathin pria itu yang lalu berjalan.


disisi lain lagi, terlihat wajah gembira dari Angela. dia pun terus menatap kelas satu persatu, bahkan ia pergi ketaman dan melihat banyak sekali bunga.


namun sesaat kemudian, tiba-tiba dia terganggu lagi dengan suara teriakan dari seorang gadis. ya suara itu adalah suara ejekan dari seorang gadis.


dia membully salah satu siswi disana, dia bahkan berani terang-terangan mengatakan hal kotor didepan siswi itu.

__ADS_1


Angela yang mendengar sekaligus melihat itu seketika menjadi saksi atas perbuatan tercela yang dilakukan siswi tersebut.


"bisa-bisanya disekolah ini ada murid yang nggak tau diri."


namun karna merasa kesal, diapun dengan segera berjalan maju dan berhadapan langsung dengan gadis yang membully itu.


"hoy pembully si*lan, kurang kerjaan apa ngebully orang pagi-pagi gini."


"lu siapa sok ngatur?."


"dibilangin malah ngejawab, lu siapa hah???." tanya Angela dengan kasar.


"gua ketos disini dan gua berhak mau ngomong apa!!."


"ketos doang dibangga, gua bisa aja bikin lu dicabut dari jabatan ini."


"lu siapa hah?, kepala sekolah atau pemilik sekolah ini nggak kan?." tanya gadis itu dengan sombongnya.


"kalo gua ngejawab, gua ini anak pemilik sekolah ini lu mau apa, mau nyium kaki gua?." tanya Angela dengan tersenyum.


"dihhh....halu banget loh, hellow semua orang tau ya kalo anak pemilik sekolah ini, itu ada diluar negeri."


"dulunya sih iya, tapi sekarang dia udah balik kesini."


mendengar perkataan itu, dengan segera gadis itu pergi bersama dengan rombongannya. kini hanya menyisakan 2 orang itu.


ya mereka adalah Angela sekaligus murid yang dibully tadi. murid itupun dengan segera berterima kasih kepadanya.


"terima kasih."


Angela yang mendengar itu seketika memiringkan kepalanya dan melihat wajah heran Angela begitu, membuat murid itu dengan segera menjulurkan tangannya.


"kenalin nama aku Kelly Austin." ujarnya sambil menjulurkan tangan.


melihat hal itu sontak Angela langsung kaget dan dengan segera membalas uluran tangan itu.


"salam kenal, nama aku Angela Aksa Andara, panggil aja aku angela."


dia dengan ramah memperkenalkan dirinya kepada Kelly, Kelly yang melihat itu seketika tersenyum tipis.


ini kali pertamanya ia ditolong oleh seseorang.


biasanya ketika ia dibully semua orang hanya berdiam diri dan menonton adegan pembullyan itu. mereka semua takut ketika membalas perbuatan sang pembully itu.


mereka takut nantinya mereka yang kena sasaran empuk untuk dibully.


sebelum Angela benar-benar pergi, dengan segera Kelly memegang tangan Angela.


"hati-hati, Rina itu orang yang suka membully disekolah ini. berani membuat masalah dengannya berarti berani menanggung resiko untuk dibully olehnya." peringatan dari Kelly yang lalu diingat oleh Angela.


"tidak apa, berani membully lagi mungkin karir dia disekolah ini bisa plung..." kata Angela yang memperagakan itu.


Kelly yang paham seketika ternganga, dia lalu dengan cepat memegang tangan Angela dan mengode dengan gelengan pelan kepala.


"jangan ikut campur, takutnya nanti kamu senasib kayak aku."


"aku nggak bakal bodoh, lagian siapa yang berani nantangin aku?."

__ADS_1


dengan percaya dirinya Angela berkata seperti itu, ya walau pada kenyataannya memang benar.


__ADS_2