POWER INFINITE

POWER INFINITE
POWER INFINITE | CHAPTER 10. Pertemuan di Dungeon


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



...----------------...


“Astaga!”


Wawan meneguk ludahnya, dalam 19 tahun ia hidup, untuk pertama kalinya ia melihat hal yang sangat mengerikan. Sebuah ruangan Boss dengan banyaknya benang putih lengket mengelilingi.


“Lihatlah tempat ini,” ucap Pate, ia sangat terpukau dengan banyaknya kristal sihir. Pikirkan berapa banyak yang akan ia dapatkan dengan menjual semua ini?


“Pak apa yang harus kita lakukan dengan hal ini?” Wawan menghampiri Pate, membuat Pate menunjukkan tawa ramahnya kembali. “Tentu saja kita akan mengambil semua kristal sihir ini.”


“Lalu bagaimana jika monster itu terbangun?” Wawan terus menunjukkan wajah ketakutannya, membuat Pate tertawa dan mencoba untuk menenangkan dirinya.


“Tenang saja, kita akan mengambil semua ini tanpa membuat Boss itu terbangun.”


Seorang pria kurus yang merupakan penyihir menghampiri Pate.


“Boss apakah sekarang kita bisa mulai?” tanya pria kurus itu, Pate dengan senang mengangguk. Noah pun menurunkan tas ransel besar yang berisi peralatan. Semua orang mulai mengambil peralatan untuk menambang kristal sihir, sedangkan pria kurus yang tadi menhampiri Noah sedang merapalkan mantra.


“Apa yang sedang dilakukannya, Pak?” tanya Noah.


Pate dengan santai menjawab, “Ucul adalah penyihir terhebat di Party kami, ia mungkin hanya seorang Hunter Rank C, tapi percayalah kalau kekuatannya tidak kalah hebat dengan Hunter Rank A sekalipun. Ia sedang merapalkan mantra agar apapun yang kita lakukan tidak diketahui oleh Boss Dungeon.”


Wawan yang mendengarkan percakapan Noah dan Pate mendekat, “bukankah lebih baik kita mengalahkan Boss terlebih dahulu agar kita tidak perlu berhati-hati mengambil kristal sihir?”


Pate yang mendengar pertanyaan Noah menepuk bahunya lembut, “Setelah mengalahkan Boss, gate akan tertutup dalam waktu 10 menit, coba pikirkan kemungkinan waktu yang perlu kita habiskan untuk menambang semua ini dan jarak yang kita habiskan dengan membawa barang-barang berat? Nak, mungkin kau pikir kalau Hunter adalah orang kuat yang menyelamatkan orang-orang dan dunia, tapi alasan sebenarnya seorang Hunter bertarung mempertaruhkan nyawa adalah untuk mencari nafkah untuk keluarganya.”


Setelah mendengarkan ceramah Pate, Wawan dan Noah kembali membantu untuk menambang kristal sihir. Karena kekuatasn fisik Noah yang sangat luar biasa, teman-teman barunya merasa sangat senang dan terbantu. 10 orang membagi tugas dengan baik, 2 orang berjaga di luar dungeon, 5 orang menambang dan 3 orang mengangkut kristal sihir keluar.



Nadia seorang siswi SMP, ia adalah seorang putri dari keluarga kaya. Keluarganya terkenal tidak hanya karena kekayaan mereka, melainkan selalu melahirkan Hunter berbakat di setiap generasi. Namun, tidak untuk Nadia. Ia menjadi satu-satunya orang dikeluarganya yang tidak memiliki bakat menjadi seorang Hunter. Seiring berjalannya waktu, Nadia yang dikenal sebagai aib keluarganya mulai diskriminasi secara terang-terangan oleh keluarganya. Tindak kekerasan dan bullying terus ia alami dimanapun.


Hingga akhirnya 1 bulan yang lalu, Nadia yang merupakan reinkarnasi salah satu dari 9 Black Lord membangkitkan ingatan masa lalunya dan mendapatkan kekuatan.

__ADS_1


“Laporan yang benar-benar suntuk, Eren.” Seorang pria paruh baya melemparkan berkas mengenai data pribadi Nadia ke atas meja di hadapan Eren.


Pemuda bernama Eren hanya tersenyum sambil memeluk bantal putihnya.


“Mau bagaimana lagi, aku tidak seberuntung kalian yang memiliki tubuh yang sehat, kan?” pemuda dengan rambut putih berantakan itu tersenyum hingga membuat matanya menyipit.


Namun, pria paruh baya itu bergeming. Ia hanya menatap datar anak muda itu dihadapannya.


“Meskipun kekuatan Xilca sudah bangkit di tubuh anak itu, tapi ia masih belum sempurna. Satu-satunya agar kita bangkit secara sempurna adalah saat pemilik tubuh mati atau kehilangan hatinya.” Pria paruh baya itu menghembuskan asap rokok dan membuatnya seperti asap dari cerobong kereta.


“Kau mengerti maksudku, bukan? Black Lord sang kutukan, Eren?” kata pria paruh baya itu dengan nada dingin, akan tetapi hal tersebut sama sekali tidak membuat Eren terlihat gelisah.


“Kau tahu, dengan kemunculan mu sekarang, itu berarti sudah ada 4 Black Lord yang bangkit. Origami, Poison, Kutukan, dan Ice. Jika ingin mengumpulkan kekuatan, maka yang bisa kita lakukan adalah membuat sekutu yang banyak dan menarik Poison masuk, Gustin.”


Pria paruh baya yang ternyata bernama Gustin itu terlihat sedikit tertarik dengan pembahasan Eren.


“Namun, sepertinya gadis kecil itu tidak bisa diajak bekerja sama. Menurutmu apa yang akan terjadi jika ia mengungkapkan identitasnya kepada Poison?”


“Bukankah itu hal bagus? Tidak perlu mengerahkan terlalu banyak hal tidak berguna jika seperti itu.”


“Yang kita lawan ini adalah Poison, loh.”



Di lokasi gate yang dimasuki oleh Noah, seorang gadis terlihat berjalan masuk ke dalam sana.


“Apa yang anak kecil lakukan di sini? Apakah kau tidak tahu kalau ini adalah tempat yang ini adalah tempat berbahaya?” seorang pria yang sedang mengangkut kristal sihir menghampiri Nadia.


Nadia bergeming, ia terus menatap ke arah bagian dalam Dungeon. “Nak apa kau mendengarkan ku?” tegas pria itu.


“Apakah si pisau patah ada di sini?” tanya Nadia tanpa mempedulikan pria di sebelahnya itu.


“Ha? Apa yang sedang kau bicarakan?”


“Ku tanya sekali lagi, apakah si pisau patah itu ada di sini?” kali ini Nadia mengulang pertanyaan dengan nada yang dingin dan tajam, sampai membuat orang itu berkeringat dingin.


“Yah, sudahlah. Lebih baik aku periksa sendiri.”

__ADS_1


Melihat Nadia yang akan melewatinya, pria itu segera menahan tangan Nadia agar gadis itu tidak melanjutkan apa yang baru saja ia pikirkan.


“Di sana sangat berbahaya, lebih baik segera tinggalkan tempat ini!”


“Berbahaya, ya.” Seringaian kecil di bibir merah mudanya, membuat pria itu merasa ada yang tidak beres dengan gadis kecil di hadapannya sekarang. Namun, sebelum ia berpikir bahwa gadis kecil itu adalah sosok yang berbahaya, semua itu sudah sangat terlambat.


Nadia mengeluarkan origaminya dan menyerahkannnya kepada pria itu, “kalau begitu Anda lindungi saja gadis kecil lemah ini,” ucapnya.


Setelah meletakkan origami berbentuk manusia kertas di tangan pria itu, origami itu kemudian lenyap. Seperti zombie. Kehidupan pria itu telah terserap sepenuhnya oleh manusia kertas dan sekarang ia menjadi tubuh kosong tanpa pikiran.


“Nah, ayo kita menyapa si pisau patah itu,” ujar Nadia dengan senyum kecil.



“Tangan ku terasa akan patah,” keluh Wawan. Dalam 1 jam ini, mungkin anak itu sudah beristirahat lebih banyak dibandingkan menghasilkan kristal sihir di bagiannya.


Sedangkan Noah sudah berkali-kali pindah tempat karena tempat yang ia tempati sudah diselesaikan semuanya olehnya.


“Kau sangat bekerja keras, Noah,” puji Pate.


“Saya hanya melakukan sesuatu yang sudah seharusnya,” balas Noah.


“Tapi, kau tidak harus memaksakan diri.”


“Pak, kenapa para pengangkut sangat lama?” tanya Wawan yang penasaran apakah para pengangkut juga ikut istirahat seperti dirinya karena sudah lama tidak kembali.


“Kau benar, tidak biasanya mereka seperti ini.”


Brak!


“Fufu, selamat siang semua.”


...----------------...


Bersambung...


Mohon dukungannya dengan memberikan like dan komentar

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2