
...Rasa takut yang tidak diketahui itu seolah menggerogoti tubuh ku, padahal ia hanyalah orang lemah tanpa kekuatan. Kupu-kupu kertas yang terbang, pada akhirnya yang terkuatlah yang menjadi pemenang....
..._Nadia_...
.......
.......
.......
.......
......................
Angin sore hari menerpa lembut wajah Gustin. Ia mendongak, menatap resah pada langit sore yang kelabu. Berama lama sudah ia muncul di dunia ini?
Ia ingat bagaimana pertama kali ia bisa berada di tubuh manusia ini, Gustin Veric seorang adalah seorang pekerja kantoran biasa, ia tidak memiliki bakat sebagai seorang Hunter. Karena stress dari pekerjaan dan diskriminasi yang berlebihan di tempat kerja, membuat Gustin merasa lebih baik mengakhiri hidupnya.
Bunuh diri di kontrakan tanpa diketahui oleh siapapun, berhasil membuat Black Lord of Ice bangkit secara sempurna. Ia mengambil alih ingatan dari manusia yang menjadi inangnya dan dengan alasan itu, ia balas dendam dan mencapai puncak
Rencana pemusnahan manusia, ia lakukan dengan membangun sebuah Guild Hunter Veric yang merupakan salah satu Guild terbaik dari 4 Guild di Indonesia. Meskipun yang ia lakukan adalah bekerja bersama manusia dan mempekerjakan manusia, itu hanyalah topeng untuk menyembunyikan maksudnya.
Dalam setiap tahun banyak Hunter yang bekerja di Guild-nya menghilang atau selalu menghasilkan korban dalam setiap penaklukan Dungeon yang berada di bawah kuasanya. Meskipun banyak orang merasakan kejanggalan darinya, mau bagaimanapun tidak ada yang tau apa yang akan terjadi saat berada dalam Dungeon.
"Tuan, kami sudah mendapatkan lokasi nona Nadia," ucap seorang pria dengan setelan rapi, ia adalah asisten pribadi Gustin.
Setelah keluar dari tempat Eren, ia segera meminta asistennya untuk mencari keberadaan Nadia. Informasi yang diberikan oleh Eren terus membuatnya merasa gelisah, begitu terkejutnya dirinya saat mengetahui bahwa kekuatan dari Black Lord of Origami telah bangkit di tubuh seorang anak SMP.
Meskipun untuk bangkit secara sempurna, jiwa asli dari tubuh yang ditempati harus lenyap, tapi itu semua hanyalah omong kosong jika yang melenyapkannya adalah orang dengan kekuatan yang sama.
"Ck, anak kecil memang sangat merepotkan," kesal Gustin, ia segera melanjutkan perjalanannya ke tempat yang di mana Nadia berada berdasarkan informasi yang diberikan oleh asisten pribadinya.
...
Di gate, pertarungan Noah dan Nadia masih berlanjut. Nadia memerintahkan kelabang raksasa yang untuk menyerang Noah.
Noah berhadapan dengan Kelabang Raksasa di hadapannya, 2 capit melengkung di bagian mulut itu terus terbuka dan tertutup, mata hitam berkilau memantulkan bayang Noah yang sedang berdiri dengan sebelah tangan di saku Hoodie dan tangan satunya memegang pisau yang tadi ia lempar.
Ini bukanlah pertama kalinya Noah berhadapan dengan bahaya, akan tetapi ia merasa ia akan baik-baik saja karena Kelabang itu sama sekali tidak mengeluarkan tidak mengeluarkan tekanan sekuat ular ungu.
__ADS_1
Ketika mengamati tubuh kelabang itu, ia tahu jika kekuatan fisik dari monster itu juga diperkuat dengan kekuatan Nadia, tingkat ketebalannya tidak mencapai ular sisik ungu, akan tetapi...
"Apakah belati ku bisa menembusnya? Meskipun levelku naik, tapi dari pertarungan terakhir aku sama sekali tidak menembus pertahanan ular sisik ungu," pikir Noah dalam keheningan.
Srap!
"Ugh."
Kelabang raksasa tiba-tiba mendekati Noah dan menyerang dengan kakinya yang runcing. Jika, Noah tidak segera menghindar maka sudah dipastikan bagian tubuhnya akan menjadi donat.
Noah yang baru saja menghindari serangan, tiba-tiba melihat kertas origami di tangan.
Kabooom!
Ledakan besar mengenai dan melukai tangannya!
"Kak!" Wawan yang berada jauh dari tempat pertarungan berteriak khawatir.
"Kalian tenang saja, karena kalian akan segera menyusul dirinya," ucap Nadia dengan tersenyum, ia menunjukkan kertas origami di tangannya.
Ketika asap dan debu mulai menghilang, terlihat bayangan seseorang yang masih berdiri kokoh tanpa luka.
"Apa bagaimana mungkin?" Noah yang seharusnya terluka parah karena serangan Nadia terlihat baik-baik saja, tidak ada cedera sama sekali di tubuhnya.
Meskipun Nadia terkejut, akan tetapi monster tidak menunggu, dari bawah tanah kelabang muncul di belakang Noah.
2 capit melengkung itu terbuka hendak memisahkan kepala dan tubuh Noah.
Noah yang tidak sempat menghindar langsung mengambil belati satunya di inventori dan mengangkat kedua belati itu ke atas, mengoyak perut kelabang raksasa itu.
[Belati menebas perut Kelabang]
[Efek Pendarahan diaktifkan]
[Stamina target akan berkurang 3 setiap detik]
Roaaar!
Kelabang itu meraung karena rasa sakit, mulutnya mulai menunjukkan tanda-tanda aneh di saat itu juga seekor kupu-kupu dari kertas muncul di depan mata Noah.
"Sial," umpat Noah, ia tidak bisa menghindar untuk sekarang karena belatinya masih tertancap di tubuh bagian bawah kelabang.
__ADS_1
Dari arah mulut cairan hijau keluar dari mulut kelabang itu. Sebuah cairan dengan kekuatan untuk melelahkan apapun yang mengenainya.
Noah yang terdesak tidak bisa melarikan diri, inilah yang menyebalkan jika tidak memiliki kekuatan pertahanan.
Sparsss!
Kabom!
Sebuah ledakan kembali terdengar diiringi tawa kemenangan Nadia, ia tidak menyangka membunuh manusia rupanya begitu menyenangkan. Sudah berkali-kali dirinya dipojokkan oleh Noah yang terus menatap dirinya seperti seekor predator kelaparan yang hendak menerkam mangsanya, tapi lihatlah sekarang, bagaimana kekuatan hebatnya melenyapkan laki-laki sombong itu.
"Hahaha...." Tawa terus menggelegar di dalam Dungeon, sang kelabang yang terluka mendekat ke arah Nadia dengan patuh.
"Kau bekerja dengan sangat baik," ucapnya memberikan pujian pada monster itu.
Asap yang diciptakan oleh ledakan mulai menghilang, terlihat seorang laki-laki tergeletak bersimbah darah pada lantai Dungeon yang dingin dan tidak rata.
Ada luka bakar di bagian wajahnya sampai bagian dada, terlihat tubuh bagian belakang dan bahu kiri membusuk karena racun Kelabang.
Siapapun pasti berpikir jika ia sudah tidak bernapas lagi, akan tetapi terlihat kekuatan hitam yang dilapisi oleh warna ungu keluar dari tanah. Tekanan dahsyat dari kekuatan antah berantah itu menyelimuti seisi Dungeon. Kelabang yang awalnya patuh mulai memberontak.
Kekuatan itu menyelimuti tubuh Noah dan secara ajaib semua luka-luka di tubuhnya sembuh.
"Tekanan apa ini?" Wawan yang berdiri cukup jauh dari Noah merasakan tekanan yang menusuk seolah menggerogoti tubuhnya, bahkan untuk bernapas saja ia merasa sangat kesulitan.
"Ke-kenapa kekuatan ini berada di sini?" Nadia secara refleks mundur ke belakang, untuk dirinya yang merupakan inang Black Lord dan sudah membangkitkan kekuatannya, tubuhnya secara tidak sadar merasakan ketakutan dari Black Lord of Origami di masa lalu saat berhadapan dengan Black Lord of Poison.
Kekuatan yang tidak masuk akal. Sebuah kekuatan yang tidak membiarkan pemiliknya mati, kekuatan yang akan terus bertambah kuat tanpa peraturan, kekuatan tanpa batas.
Tubuh Noah yang sudah sembuh perlahan bangkit, manik hitam pekat itu menatap Black Lord of Origami dengan dingin.
"Huh," satu hembusan napas, 3 jarum hitam muncul dari tanah dan menembus tubuh kelabang raksasa. Tidak sampai di situ, kekuatan hitam yang tidak diketahui asal usulnya membentuk bola padat yang mengelilingi tangan Noah, dan ketika Noah menjentikkan jarinya, semua padatan itu membentuk sebuah belati hitam pekat.
Secepat cahaya, belati-belati itu menembus pertahanan Nadia, gadis itu memuntahkan seteguk darah segar. Tubuhnya bergetar oleh rasa takut yang tidak diketahuinya.
Di saat itu..
"Cukup sampai di sana!"
......................
Bersambung...
__ADS_1