POWER INFINITE

POWER INFINITE
POWER INFINITE | CHAPTER 14. Eren dan Sesuatu Yang Menghilang


__ADS_3

...Astaga, tidak ada yang normal terjadi pada diriku sejak aku memperoleh sistem....


.......


.......



Eren memeluk bantal putihnya sambil duduk di depan jendela kaca, menikmati pemandangan malam yang sunyi dan tenang.


Apartemen yang sepi hanya disinari cahaya rembulan.


Wajahnya yang tampan dan tenang tersenyum.


Tiba-tiba, terdengar bunyi "ting!" dan muncul sebuah panel berwarna hitam di hadapannya.


[Selamat! Player berhasil mendapatkan Skill 'kupu-kupu kertas'. Apakah ingin menerimanya?]


Eren dengan tenang menjawab "ya".


[Sebuah skill unik yang dimiliki oleh Black Lord of Origami yang memungkinkan pengguna menciptakan ledakan dan menginfeksi tubuh inang yang dihinggapinya sehingga pengguna dapat mengendalikan inang dari kupu-kupu kertas sepenuhnya. Namun, penggunaannya harus memakan 3 MP setiap menit.]


Eren bicara dengan nada sedih saat ia berkata, "Astaga, tidak kusangka gadis itu benar-benar mati. Padahal aku lumayan menyukainya." Namun, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan rasa sedih.


Eren sendiri adalah seorang Black Lord of Curse. Saat ia datang ke dunia ini, yang pertama kali dilihatnya adalah langit-langit putih dan bau obat-obatan. Tubuhnya lemah dan tidak bisa memegang apapun. Meskipun ia tidak suka dengan tubuh manusia yang sakit-sakitan seperti ini, hanya tubuh inilah yang sangat cocok dengannya. Ia tidak bisa memilih wadah sembarangan untuk datang ke dunia yang dilindungi oleh Kesatria Cahaya. Satu-satunya cara agar ia tidak diketahui hanyalah bersembunyi dengan wujud mereka.


Wadah yang menjadi miliknya sekarang bernama Eren, pemuda berusia 18 tahun yang hanya hitungan jari pergi ke sekolah dan menghabiskan waktunya di rumah sakit dengan obat-obatan. Hal yang sangat menyedihkan adalah orang tua Eren sama sekali tidak peduli terhadapnya. Eren hidup dalam kesepian dan kehampaan. Namun, tubuh Eren adalah tubuh yang cocok baginya untuk melakukan kehendaknya.


Ceklek!

__ADS_1


Ruangan yang gelap itu, seketika menjadi terang. Eren langsung menoleh ke arah seorang wanita karir yang terlihat sangat kelelahan.


“Kau belum tidur?” tanya wanita itu. Ia berjalan ke arah sofa, melepaskan beberapa kancing kemejanya sehingga menunjukkan belahan dada putih itu. Ia menghempaskan tubuhnya pada sofa yang empuk, melemparkan sembarangan jas formal yang ia gunakan.


“Kau terlihat menyedihkan,” ujar Eren dengan nada malas.


“Hah, untuk seorang yang pekerjaannya hanya memeluk bantal dan bermalas-malasan di rumah orang lain apakah pantas mengatakan hal itu?” wanita itu-Selena bangun dan menatap Eren dengan kesal. Wanita berusia 25 tahun itu tidak mengerti, kenapa ia harus repot-repot memungut seorang anak kucing yang kehujanan dan merawatnya sampai sekarang.


“Aku pasien kau tahu.” Eren kembali menatap ke arah jendela, membelakangi Selena.


Selena mendengkus, akan ia bibir ranumnya menyunggingkan senyum bahagia. Meskipun menyebalkan, akan tetapi ia bisa melihat sepupunya itu sudah lebih hidup dari sebelumnya.


Saat Selena mengunjungi rumah Pamannya, ia bertemu Eren yang tidak ada bedanya dengan mayat hidup. Tatapan matanya kosong, tubuhnya kurus dengan bibir pucat pasi. Tidak ada senyuman yang anak itu berikan. Saat itu, Selena benar-benar tidak melihat kehidupan di dalam diri sepupunya. Setelah bertemu dengannya, Selena meminta izin kepada Pamannya untuk merawat Eren, tinggal bersamanya di apartemen miliknya.


Saat itu, Selena pikir itu akan menjadi hal yang sulit, akan tetapi Paman dan Bibinya sama sekali tidak peduli. Mereka setuju saja tanpa rasa curiga ataupun keraguan.


Meskipun kedua orangtuanya tidak pernah menjenguk putra mereka satu-satunya, Selena selalu datang. Sebelum, saat waktu istirahat, dan sesudah kerja, ia menjenguk sepupunya, berharap Eren membuka matanya.


Dan setelah 9 bulan tidak sadarkan diri, akhirnya Eren membuka matanya. Meskipun aura yang anak itu pancarkan berbeda, akan tetapi Selena akhirnya melihat hal yang sangat ingin ia lihat. Keinginan untuk hidup, ada pada manik hitam Eren.


...----------------...


“Kau tidak bisa membunuhku, Bocah!”


Bola-bola hitam yang mengelilingi tubuh Noah, berubah menjadi tombak hitam yang bersiap untuk menembus tubuh Gustin. “Aku bisa,” balas Noah dingin.


“Tidak. Kau tidak akan bisa, karena dengan kau membunuhku hidupmu akan berubah. Tidak, ku sangka kau membangkitkan kekuatan Poison secepat ini dan bahkan mengendalikannya. Black Lord of Poison, meskipun kau adalah yang terkuat, tapi wadah itu tidak akan bisa menampung kekuatan mu. Para Black Lord tidak akan diam, karena kau sudah membunuh gadis ini. Kau akan dicap sebagai penghianat, Poison dan ku harap saat kita bertemu kembali, kau sudah menyiapkan dirimu untuk mati di tanganku.” Setelah mengatakan itu, tubuh Gustin berubah menjadi serpihan kristal es yang indah.


Panel sistem muncul di hadapan Noah menyampaikan informasi bahwa ia sudah membangkitkan salah satu skill dan hadiah-hadiah yang ia dapatkan setelah menyelesaikan misi.

__ADS_1


Kekuatan misterius yang sebelumnya menyelimuti tubuh Noah menghilang. Noah berdiri tegak, ia terlihat sangat berantakan dengan pakaian yang sudah koyak dibeberapa bagian, meskipun begitu tidak ada luka sama sekali di tubuhnya.


Dengan bantuan sistem, rasa lelahnya menghilang seketika.


[Anda telah naik level +7]


Noah mengabaikan notifikasi dari sistem, meskipun tubuhnya baik-baik saja. Namun, ia baru saja merasakan ada sesuatu yang hilang.


“Ugh!” tiba-tiba saja, Noah merasakan sakit yang amat menyakitkan dari jantungnya, meskipun itu hanya sebentar, tapi ia merasakan itu bukanlah hal yang baik.


Astaga, tidak ada hal normal yang terjadi padaku sejak aku mendapatkan sistem.


Ada banyak hal yang sangat membingungkan untuk Noah, tentang siapa sebenarnya orang-orang itu, kenapa mereka menyebutnya Poison, kenapa ia di cap sebagai seorang penghiatan, siapa yang memberikan sistem ini kepadanya, dan apa yang baru saja menghilang dari dirinya.


“Kak kau baik-baik saja?” Wawan yang merasa keadaan sudah baik-baik saja, segera menghampiri Noah, sejujurnya ia sangat takut tidak mengerti. Bagaimana bisa kekuatan seorang Hunter Rank F bisa setara dengan Rank A atau mungkin di atasnya, apa Noah sengaja menyembunyikan kekuatannya?


Terlihat Pate yang keadaannya tidak baik-baik saja ikut mendekati Noah dengan seorang penyihir kurus yang namanya sudah Noah lupa. Selain mereka, hanya Pate lah yang terlihat sangat tidak baik-baik saja, Noah pun menyerahkan potion kepadanya.


“Minumlah,” ucapnya.


Meskipun mereka bingung, akan tetapi Pate tetap meminumnya. Dan sebuah keajaiban terjadi pada pria paruh baya itu. Semua lukanya sembuh total, seolah-olah pertarungan tadi tidak pernah ada.


“Astaga, bagaimana bisa ada potion seperti itu?” penyihir kurus itu sangat histeris. Ia membenarkan kacamatanya, dan menoleh ke arah Noah. “Apakah kau masih punya beberapa, mungkin saja, teman-teman yang lain-“


“Itu mustahil,” potong Noah. Benar, mustahil memulihkan tubuh sudah tercabik-cabik dan potion itu tidak mengembalikan nyawa seseorang. Jika potion itu memang sehebat itu, bukankah Noah sudah bisa melihat senyuman hangat dari wanita yang sangat ia rindukan?


“Nak, kau sebenarnya siapa?


__ADS_1


__ADS_2