
Terimakasih untuk semua dukungan yang telah diberikan.
......................
......................
..."Bukan sebuah keluarga ataupun sahabat yang harmonis, kami hanyalah orang-orang yang bertemu karena memiliki peran yang sama. Peran menjadi seorang penjahat yang harus dimusnahkan dan dibenci oleh dunia."...
......................
Srash
Noah menggores telapak tangannya dan menumpahkan darahnya kepada bunga Peri Lotus Hitam. Karena reaksi yang diberikan bunga Peri Lotus Hitam sangat positif, maka Noah pun menambahkan lebih banyak darahnya.
Setiap lukanya sembuh, Noah akan menggores telapak tangannya kembali, hal ini berulang secara terus-menerus sampai ia mencapai batasnya sendiri dan kehabisan darah. Noah segera membuka inventori dan mengambil potion pemulihan.
Setiap selesai menyelesaikan misi harian, makan siang dan makan malam adalah jadwal ia memberikan darahnya kepada bunga peri lotus hitam. Jerih payahnya akan terbayar, hanya butuh 3 kelopak lagi dan bunga akan mekar seutuhnya.
Memikirkan hal ini saja, sudah sangat membuat penasaran.
Dering ponsel Noah terdengar, ia segera mengecek ponselnya dan rupanya ia mendapat sebuah pesan dari seorang yang tidak dikenal.
Isi pesan adalah undangan untuk menaklukan sebuah Dungeon Rank B yang dikelola oleh salah satu Guild besar di Indonesia. Dalam 2 hari ke depan penaklukan akan dimulai dengan 10 anggota termasuk ketua rombongan. Selain Noah dan Ketua rombongan, 8 orang lainnya dirahasiakan identitasnya.
Dan yang sangat menarik adalah orang yang sangat Noah waspadai malah tidak menyembunyikan identitasnya. Steven Scarlett dengan bangga mempubliskan bahwa ia menjadi ketua rombongan di sini.
“Bukankah seharusnya ia menyembunyikan bahwa dirinya berasal dari keluarga Scarlett?” guman Noah, ia memiringkan kepalanya saking tidak mengertinya pemikiran aneh orang itu. Walaupun begitu, ia tetap harus bersikap waspada terhadap bahaya.
“Jika aku mendapatkan undangan ini, apakah Wawan dan Pak Pate juga mendapatkannya?”
…
“Apakah ini dunia manusia?”
Di tengah keramaian yang padat, seorang laki-laki berdiri tanpa menarik perhatian orang-orang. Ia melangkahkan kaki dan terus mengamati orang-orang yang berlalu-lalang karena kesibukan mereka.
Laki-laki itu menatap telapak tangannya, “Tidak buruk sih. Rupanya butuh waktu lama untuk ku terbangun, kekuatan ku juga masih sangat lemah.”
__ADS_1
“Duh!”
Karena berhenti di tengah jalan, laki-laki itu tanpa sengaja ditabrak seseorang. Ia menatap orang yang menabraknya tengah mengaduh kesakitan sambil mengusap pantatnya.
“Apakah kau tidak memiliki mata?” tanya orang itu dengan penuh amarah.
Laki-laki itu hanya terdiam. Wajah tampannya yang manis dengan mata merah terang yang indah benar-benar mempesona. Tak lama kemudian, bibir itu menyeringai.
. . .
Bam!
Leo membawa seorang wanita muda yang baru saja menabraknya ke sebuah gang sempit dan sepi, kemudian memojokkannya ke dinding gang yang dingin.
Mata semerah darah itu menyala dalam gang yang gelap, Leo segera menunjukkan gigi taringnya dan mulai menggigit leher wanita itu.
Gigi taring yang tajam itu menembus kulit putih wanita itu, dan darah mulai keluar dari luka yang dibuat oleh Leo di tekuk wanita itu.
Leo menyedot darah dan kehidupannya sampai tubuh itu mengering, setelah selesai ia pun menyeka darah yang tumpah di wajahnya dan tertawa seperti orang gila.
Black Lord sang Malapetaka. Ia adalah ras vampir, tapi Black Lord sang Malapetaka memiliki keistimewaan sehingga ia tidak bisa disamakan dengan para bawahannya. Ia adalah leluhur para vampir dan drakula. Kekuatan sepesialnya adalah darah. Ia bisa berbuat sesuka hatinya selama ia memiliki darah makhluk tersebut.
Leo berjongkok dan menatap korban pertamanya setelah berhasil terbangun, tidak ada kecantikan lagi di sana, hanya tubuh kurus kering yang bahkan tidak memiliki daging.
“Jadi, kau sudah terbangun ya, Leo?”
Seorang gadis tiba-tiba muncul di belakangnya, seolah mengenal gadis itu, Leo bahkan tidak menoleh untuk melihat siapa gadis itu, bagaimana wajahnya dan tujuan gadis itu menemuinya. Karena hanya dengan aura yang dipancarkan olehnya, Leo sudah tahu siapa orang itu.
“Apakah aku yang terakhir?” tanya Leo, ia mengulurkan tangannya ke depan. Sebuah cahaya dengan corak yang merupakan sebuah segel sihir terbentuk dan sebuah monster keluar dari telapak tangannya. Memakan dengan lahap tubuh kurus itu.
“Yang ku ketahui saat ini hanyalah Poison, Ice, Ketukan, Origami, Slomon, aku dan kau,” jawab gadis itu.
“Jadi, maksud mu… Nenek sihir dan gadis gila itu belum terbangun?”
“Mereka bisa saja sudah bangun dan menyembunyikan kehadiran mereka. Lagi pula, Harmoni bukanlah tipe orang yang akan bergerak bersama dan Tempest hanya akan mengikuti keinginan Ice. Poison juga begitu.”
Leo berdiri dan berbalik, saat itulah ia melihat seorang gadis berusia 5 tahun yang sedang memeluk boneka kelinci dengan baju mewahnya sedang berdiri menatapnya juga.
Leo menatap gadis kecil itu lama, “Pfft!”
__ADS_1
Sungguh, tawa Leo hampir saja pecah saat melihat bagaimana tubuh baru teman lamanya ini.
“Aku sedih saat mengetahui bahwa kau tidak bisa menggunakan bantalan untuk membuat itu terlihat besar, tapi bagus untuk mu karena kau dalam masa pertumbuhan. Semoga itu bisa menjadi sebesar punya nenek sihir,” ejek Leo yang langsung mendapatkan sebuah pukulan keras hingga ia terlempar ke dindin bata dan membuat dindin itu hancur.
Tidak sampai di situ, Boneka besi yang memukul Leo itu mengambil tubuh Leo yang sedang terluka dan menghempaskannya ke tanah. Menginjak-injaknya dengan keras sampai seluruh tubuhnya berlumuran darah dan tulangnya hancur.
Mera, nama gadis kecil itu lalu membatalkan perintahnya dan membuat boneka itu seketika lenyap dan yang sekarang terlihat hanyalah sebuah tubuh yang tidak diketahui lagi bentuknya.
“Kau sangat kejam, padahal hanya gadis yang berumus 5 tahun.”
Darah yang terciprat di mana-mana, mulai tertarik ke tubuh Leo yang sudah hancur. Darah itu saling tarik-menarik dan membentuk sebuah tubuh.
Hanya dalam waktu 7 menit, tubuh Leo telah kembali seperti semula tanpa ada cacat sedikit pun.
“Kau lebih menakutkan dari yang ku kira,” ujar gadis itu dengan dinginnya.
“Aku baru saja terbangun tapi kau sudah membuatku menggunakan kekuatan ku, kau sangat jahat, Putri,” kata Leo sambil memegang lehernya yang terasa sangat kaku, bibir itu tidak pernah berhenti tersenyum sama sekali.
Benar-benar menjengkelkan.
“Bagaimana bisa kalian bertiga sangat menjengkelkan?”
Dengan bibir yang masih tersenyum, Leo memiringkan kepala. “Siapa yang kau maksud gadis kecil?” tanyanya pura-pura bodoh.
Bibir Mera berkedut saking kesalnya, sepertinya pukulan tadi sama sekali tidak berguna. Perlukah ia melakukannya sekali lagi? Kali ini ia akan memotong-motong tubuh itu seperti sebuah daging cincang dan menyebarkannya ke seluruh dunia agar si keparat ini tidak pulih dalam waktu dekat.
“Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu yang menyeramkan,” tebak Leo yang tepat sekali.
“Oh, kau sadar rupanya.” Mera menunjukkan wajah menyeramkan yang membuat tubuh Leo seketika menjadi merinding.
Gasar gadis iblis.
......................
Bersambung...
Tolong like dan komentar
Awas kalau gak like!
__ADS_1