
..."Cinta sejati adalah sebuah perasaan tulus dari seseorang yang mencintai kita apa adanya dan datang dari hati paling dalam.”...
......................
Seperti sebuah semut merah yang mencoba menggigit kaki, itu adalah keadaan Noah saat ini.
Setelah berjuang mati-matian melawan para monster yang sangat keras dan kuat, sekarang ia dihadapkan dengan Bos Dungeon yang besarnya 50 kali dari tubuhnya. Meskipun kekuatannya sangat besar, tapi gerakannya sangat lambat.
Bos dengan Rank B, memang tidak bisa ia abaikan. Kira-kira seberapa besar hadiah yang akan ia dapatkan? Memikirkannya saja sudah membuatnya tidak sabar.
Meskipun kesulitan karena serangannya tidak mempan, Noah terus memanfaatkan titik buta patung itu dan melancarkan serangan. Belati tidak akan berguna, karena itu ia akan menggunakan kekuatan barunya.
Sesuatu keluar dari tanah, merambat naik ke tubuh Noah. Benda hitam itu menyelimuti tubuh Noah, membentuk sebuah armor hitam.
Noah mengarahkan tangannya ke depan, sebuah padatan berbentuk bola kecil perlahan berkumpul dan bergabung menjadi sebesar bola kasti. Tidak hanya itu, bola-bola itu terus bermunculan entah dari mana dan bersatu membentuk padatan kecil.
Noah menarik sudut bibirnya, “Hei, monster apa kau tahu bahwa semangkin murni kadar emas yang ada pada tubuhmu, semangkin mudah untuku membuatmu penyok? Tenang saja, aku pasti akan membuatmu menjadi perhiasan yang cantik.”
Noah mulai menyerang, jika sebelumnya ia menyerang dengan belati, maka kali ini ia menyerang dengan bola padat itu. Serangan terus menerus tanpa henti, sampai-sampai membuat patung itu kesulitan mempertahankan keseimbangannya.
Kaboom!
Patung itu lantas tumbang ke lantai, ada banyak goresan dan bekas dipukul pada tubuhnya yang bersinar, Noah masih tidak menghentikan serangannya. Bahkan patung itu mulai kehilangan bentuk aslinya, sebenarnya bukan patung itu tidak bisa melawan. Hanya saja, karena serangan super cepat dan beruntun dari Noah, ia sampai tidak memiliki kesempatan untuk melancarkan serangan balasan.
Krak!
[Player berhasil mengalahkan Patung Sle]
[Anda telah naik level!]
[Anda telah naik level!]
[Anda telah naik level!]
[Anda telah naik level!]
[Anda telah naik level!]
[Anda telah naik level!]
[Anda telah naik level!]
[Anda telah naik level!]
[Anda telah naik level!]
[Anda telah naik level!]
Notifikasi dari sistem cukup mengganggu, tapi itu sangat membahagiakan. Setelah mengalahkan Bos ia, berhasil 10 level. Benar-benar jakpot.
[Anda memperoleh Kalung Sle]
__ADS_1
[Nama: Kalung Sle]
[Item: Kalung]
[Kelangkaan: C]
[Memungkinkan player meningkatkan kekuatan sebesar 37% persen saat digunakan. Konsumsi 2 MP permenit]
“Cukup beruntung,” guman Noah, setelah mengklaim hadiah pertama yang membuat rasa lelahnya menghilang seketika.
[Anda memperoleh Kertas Sle]
[Nama: Kertas Sle]
[Item: Kertas]
[Kelangkaan: S]
[Memungkinkan player untuk memanggil Sle sesuka hati. Konsumsi mana 20 MP permenit]
[Note: Setiap memanggil Sle, kekuatan bertarung akan bertambah, tapi EXP yang di dapatkan akan terbagi 2]
“Uh, aku harus berhati-hati saat menggunakannya.”
Setelah mengecek statusnya dan item apa saja yang ia dapatkan, Noah pun memutuskan untuk pulang. Ia ingin segera mengisi perut dan membersihkan diri.
…
“Tidak ku sangka, seorang Hunter biasa cukup berani.”
“Hahaha, kau bisa saja ngelawak, Andre. Bukankah ia sangat senang karena sudah berada di tempat yang damai?” pemuda yang duduk di hadapannya tertawa.
Kediaman Scarlet menjadi lebih ramai dari biasanya, kenapa?
Tentu saja mereka sedang membahas kematian aib keluarga mereka.
“Kalian tenanglah. Meskipun Nadia adalah sebuah aib bagi keluarga, tapi seharusnya membereskannya adalah keluarga Scarlet sendiri. Membiarkan orang biasa, terlebih lagi seorang Hunter rendah membunuhnya itu sama saja mencoreng nama Scarlet.” Seorang pria paruh baya yang duduk pada kursi di ujung meja panjang membuka suara.
Perkataannya lantas membuat semua orang yang menghadiri pertemuan ini, mengeluarkan senyum mengerikan.
“Aduh, aku merasa kasihan pada kakak harus mati di usia muda.”
“Bahkan sudah mati pun sangat merepotkan.”
Anggota keluarga mulai membuat keributan, Jakson yang merupakan kepala keluarga pun mencoba menenangkan anak-anaknya.
“Karena itu, Steven.”
Pemuda dengan nama Steven itu mengangkat wajahnya, menatap sang kepala keluarga.
“Aku serahkan masalah ini padamu.”
“Meskipun aku berbuat sesukaku?” tanya Steven memastikan Jakson tidak menarik kembali kata-katanya. Dari seluruh anak-anaknya, Jakson adalah tipe orang yang suka berbuat sesuka hatinya, tapi kekuatannya tidak bisa diabaikan.
__ADS_1
“Ya.” Jawaban singkat itu, berhasil membuat senyum seorang psikopat gila itu terbit.
Tanpa menunggu arahan atau hal lainnya, ia segera meninggalkan pertemuan. Hal ini justru membuat orang-orang yang berada di sana menatapnya benci dan iri, akan tetapi mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Hanya diam dan patuh mendengarkan perintah kepala keluarga.
“Tidak seperti biasanya, Anda memberikan tugas seperti ini kepada Steven. Bukankah anak lainnya juga bisa melakukannya?”
Leo sebagai anak pertama yang duduk di samping Jakson bertanya dengan tenang. Ia memainkan wine merah di gelas, memutas-mutarnya dengan lembut dan meneguknya.
“Memang benar, tapi alasan utama ku adalah memberitahukan kepada orang-orang di dunia ini, seberapa menakutkannya Scarlet itu.”
…
Di apartemen Eren, pemuda itu sedang menikmati bermain catur ditemati cahaya rembulan yang indah.
“Para manusia mulai bergerak, Origami juga mundur dalam permainan.”
Tak
Sebuah pion catur tiba-tiba terjatuh, Eren segera mengambilnya dan betapa terkejutnya ia saat melihat papan catur kembali.
Sang raja yang sedang terjebak oleh 3 kesatria putih.
“Astaga Poison, kau tidak pernah berhenti membuatku terkejut. Bagaimana caraku untuk membantu saudaraku ya… Queen, knight, dan Rook! Tunggu, Rook? Apakah para kesatria mulai bergerak sekarang?”
Senyum tipis terukir di wajah tampan Eren, “Ah, aku tidak sabar melihat pertunjukan ini.”
…
Di sebuah rumah mewah, terlihat seorang gadis cantik dengan rambut hitam sepinggang sejak menikmati malam dengan cahaya bulan purnama yang lembut.
Gaun tidurnya yang tipis, menampilkan lekuk tubuhnya yang sempurna.
Tidak ada ekspresi di wajahnya, hanya wajah datar yang menatap dingin rembulan.
“Nona tidakkah Anda merasa dingin, jika terus berada di balkon seperti itu?” seorang pelayan yang baru masuk segera menghampirinya setelah meletakkan teh di atas meja. Ia segera menyelimuti tubuh majikannya dengan kain agar angin malam yang dingin tidak berani mendekat.
“Nina, apakah kau percaya dengan cinta sejati?”
Pelayan yang bernama Nina itu mengerutkan dahinya, kenapa Nonanya tiba-tiba bertanya seperti itu sih?
Namun, sebagai pelayan yang sepenuh hati melayaninya, ia harus menjawab dengan jujur.
“Tentu saja, saya percaya. Cinta sejati adalah sebuah perasaan tulus dari seseorang yang mencintai kita apa adanya dan datang dari hati paling dalam.”
“Lalu bagaimana jika suatu saat kita harus membunuh orang yang merupakan adalah cinta sejati kita?”
“Nona, apa yang sedang Anda katakan? Tentu saja itu tidak mungkin kan? Karena Cinta sejati itu tidak akan terpisahkan.”
Angin malam berembus dengan lembut, menggelitik dengan hawa dinginnya yang menusuk kulit. Gadis itu kembali menatap rembulan yang bersinar terang dengan indahnya.
Tapi, aku harus membunuh, Poison untuk menyelamatkan, Dunia
......................
__ADS_1
Season 1 End