POWER INFINITE

POWER INFINITE
POWER INFINITE | CHAPTER 28. GATE MERAH


__ADS_3

Steven Scarlett, Hunter muda Rank A yang berbakat. Banyak orang percaya bahwa ia akan dapat berkembang menjadi lebih kuat lagi. Sayangnya sikap kebrutalan yang melekat pada dirinya, membuat kebanyakan orang takut, terlebih lagi ia berasal dari keluarga utama yang paling berpengaruh di dunia Hunter.


Jadi, seburuk apapun kepribadiannya tidak akan ada siapapun yang bisa menuntutnya atau meminta pertanggungjawabannya.


Itu adalah info dasar yang Noah dapatkan dari Naomi, akan tetapi mendapatkan info yang umum seperti ini sama sekali tidak memberikan bantuan apapun untuk Noah.


Noah tetap merasakan ada hal ganjil yang akan terjadi, terlebih ketika ekspedisi penaklukan Dungeon hampir di mulai, ia sama sekali tidak melihat kehadiran Pate di lokasi.


Karena itu, Noah putuskan untuk menghampiri Wawan setelah berpamitan dengan Naomi.


Oh, sedikit informasi saja. Rupanya Naomi juga diundang sebagai seorang Healer dalam penaklukan, meskipun sebenarnya Naomi tidak ingin datang, akan tetapi yang mengundangnya adalah Scarlett. Jadi, karena tidak ingin menambah suatu masalah, Naomi putuskan untuk bergabung.


"Apakah terjadi sesuatu, kau terlihat sangat pucat?"


Wawan mendongak menatap Noah, ia sedikit tersentak tapi berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan ekspresi wajah. Ia tidak mau membuat Noah khawatir.


"Ya, aku baik-baik saja. Mungkin karena armor ku terlalu berat," dalihnya berkeringat dingin.


"Bukankah aku sudah mengatakan pada mu untuk tidak berpakaian yang aneh-aneh?"


Dahi Wawan mengernyit mendengar perkataan Noah, "Aneh dari mananya? Aku sengaja mengimpor armor ini dari China. Aku sedih mengetahui Kakak sama sekali tidak tahu kehebatannya."


Noah memandang datar, sebenarnya Noah mengetahui efek dari armor yang digunakan oleh Wawan. Sudah bukan hal aneh lagi, untuk para Hunter mengetahui efek dan deskripsi dari suatu item melalui suatu jendela status item.


Namun, sehebat apapun armor itu, apa gunanya kalau hanya akan memperlambat gerakan.


"Lepaskan saja."


...


Suasana di wilayah kontruksi yang agak mencekam akhirnya segera berakhir. Itu karena Steven yang merupakan penanggungjawab sekaligus ketua dalam penaklukan kali baru saja keluar dari mobil bersama dengan Zein.


Mereka baru saja selesai membicarakan hal-hal yang terkait dengan Dungeon yang akan mereka masuki.


Tentu saja, dengan keluarnya Steven dari dalam mobil juga menandakan akan dimulainya penaklukan hari ini.

__ADS_1


Para Hunter yang diundang, mulai mempersiapkan barang-barangnya dan berkumpul termasuk Noah, Naomi dan Wawan.


Ada sedikit perubahan dari Wawan, jika tadi ia menggunakan armor penuh yang bahkan jalan saja susah, kali ini ia melepaskan beberapa sesuatu dengan saran Noah. Jadi, ia hanya memakai armor pada kaki, lengan dan dada. Armor tersisa lainnya diminta untuk dibawa pulang ke rumah.


Steven menyampaikan sebuah pidato pendek. Sikap leadership yang dibangun Steven di depan orang-orang membuat orang akan berpikir kalau ia berbeda dengan rumornya. Tentu saja semua orang takjub, kecuali Noah dan Wawan.


Jangan salah paham, Noah sama sekali tidak membenci Steven. Ia hanya mencoba untuk tetap waspada, karena bagaimanapun ia tidak tahu kapan sebuah pedang akan menusuknya.


Dan untuk Wawan, ia tentu saja punya dendam pribadi kepada Wawan karena ia kenal betul dengan Steven dan ia juga satu alasan khusus lainnya yang sedang ia rahasiakan dari Noah.


"Rasanya menjijikkan melihatnya seperti itu," guman Wawan.


Seusai Steven menyelesaikan pidato singkatnya, ia pun mulai masuk ke dalam gerbang diikuti oleh Hunter-hunter lainnya. Saat Noah hendak masuk ke dalam Gate, Zein menyapanya sopan.


"Apakah ini akan baik-baik saja?" anak buah Zein menghampiri Zein.


"Kita juga tidak bisa melakukan apa-apa kan? Yah, lagi pula di sana juga ada Hunter Rank A Steven Scarlett, jadi kita bisa cukup tenan-"


Dari arah gate, sesuatu yang tidak normal mulai terjadi. Ada keanehan pada gate yang semula berwarna biru muda, tiba-tiba berubah menjadi merah darah.


Zein terkejut bukan main, ia tidak pernah menyangka kejadian tidak terduga seperti ini akan terjadi di depan matanya.


Gate merah, merupakan gate langka yang sangat jarang terjadi. Biasanya gate diukur berdasarkan kuatnya gelombang kekuatan yang dihasilkannya, dan ketika gelombang kekuatan itu berlebihan maka, gate merah akan muncul. Sialnya, gate tidak akan bisa terbuka kembali sebelum bos terakhirnya dikalahkan.


Zein menyentuh kepalanya frustasi, kenapa setiap kali Hunter Noah beraksi, sesuatu hal tak terduga selalu terjadi.


...


"Apa yang terjadi?"


"Apakah ini sebuah Dungeon?"


Para Hunter memandang tidak percaya sekelilingnya, bukan sebuah gua yang mereka dapati setelah masuk ke dalam Gate, melainkan sebuah tempat yang dipenuhi oleh pohon-pohon besar yang ukurannya 10 kali lipat dengan pohon di dunia mereka.


"Sepertinya ada sesuatu yang salah di sini." Seorang Hunter yang merasa aneh, memutuskan untuk keluar dari gate, akan tetapi gate yang semula mereka masuki telah lenyap tanpa jejak.

__ADS_1


Bagus, mereka terperangkap di sebuah tempat misterius sekarang.


Berbeda dengan yang lainnya, Noah tetap tenang karena ia tahu apa yang baru saja terjadi kepada mereka, ia tentu tahu tentang fenomena gate merah begitu juga dengan para Hunter lainnya, dan tentu saja yang membuat mereka panik adalah monster yang ada di gate merah berbeda dengan para monster lainnya.


Mereka lebih kuat dan ganas.


"Apa yang harus kita lakukan ketua?" Salah satu Hunter bertanya kepada Steven yang tampak tidak peduli. Tidak masalah di manapun ia berada, karena itu sama sekali tidak akan mengubah tujuan awalnya.


Steven sangat kuat untuk mengalahkan para monster yang berasal dari gate merah, jadi terdampar di tempat ini bukanlah suatu masalah besar.


"Mari bergerak dan cari bos nya," ungkapnya santai, membuat Hunter lainnya terkejut bukan main.


"Apa Anda bercanda ketua, ini adalah gate merah. Tidak banyak informasi yang kita punya di tempat ini, termasuk monster-monster-"


"Apa kau baru saja menentang keputusan ku?" potong Steven, gadis itu segera minta maaf dan menutup mulutnya kembali.


Karena tidak ada yang berani menentang Steven, maka mereka pun mengikuti Steven dan pergi mencari bos terakhirnya.


2 jam lebih mereka menyusuri hutan, dan putuskan berhenti untuk beristirahat. Mereka membentuk 4 kelompok yang dan makan-makan dengan sendiri. Seolah-olah tidak berusaha untuk membuat mengakrabkan diri dengan rekan lainnya.


Begitu juga dengan Steven, ia duduk agak jauh dengan para Hunter lainnya karena tidak ingin dekat. Lagi pula, tujuannya adalah untuk membunuh mereka semua, untuk apa mencoba mendekatkan diri?


"Jangan habiskan semua makanan mu," ucap Noah, saat Wawan berusaha menikmati bekalnya.


"Apakah ada yang salah? Di perjalanan aku melihat ada banyak pohon buah, dan sepertinya itu bisa dimakan, jadi tidak masalah untuk menghabiskan semua bekal."


"Turuti saja," tegas Noah, membuat Wawan tidak bisa membantah.


Hutan lebat dengan seperti hutan tropis, ada begitu beragam hewan-hewan unik yang memanjakan mata. Begitu juga dengan tumbuhan-tumbuhan, ada beberapa yang pernah mereka lihat dan ada juga yang tidak pernah mereka lihat tumbuh subur dengan ukuran yang sangat besar.


Karena hal tersebut, para Hunter malah merasa nyaman hingga tanpa sadar mengurangi kewaspadaannya. Mereka tidak tahu, monster yang sebenarnya mereka tunggu sejak tadi sudah mengawasi mereka.


...


Like

__ADS_1


__ADS_2