POWER INFINITE

POWER INFINITE
POWER INFINITE| CHAPTER 13. Perasaan yang menggebu-gebu


__ADS_3

..."Hal yang tidak ku ketahui itu menyelimuti hati ku. Perlahan memakan jiwa ku, dan menjatuhkannya dalam kegelapan yang hampa. Itu menakutkan, karena saat itu aku merasa aku benar-benar kehilangan diri ku sendiri."...


...~Noah~...


.......


.......


.......



......................


Sebuah mobil mewah berhenti di daerah kontruksi, tempat di mana gate yang dimasuki oleh Tim Party Pate dan Noah.


Seorang pria paruh baya dengan setelan hitam turun dari mobil setelah anak buahnya membukakan ia pintu. Tim Party yang bertugas menjaga kristal sihir yang sudah di tambang mendekati pria paruh baya itu.


Gustin terus menatap gate yang sudah bersiap untuk tertutup dalam waktu beberapa menit lagi, ia tidak menduga kalau Nadia adalah seorang yang sangat kekanak-kanakan seperti ini. Pikiran bodohnya yang hanya ingin bermain-main dan mengira ia adalah Black Lord terkuat cukup mengganggu.


Karena semua Black Lord tahu, bahwa Poison adalah keberadaan yang istimewa. Ia dicintai oleh tuhan, tapi juga dibenci oleh tuhan. Meskipun begitu, tidak ada gunanya untuk melawannya karena hanya dengan 9 Black Lord bersatulah baru bisa mengalahkan Kesatria Cahaya.


"Apakah keperluan khusus sampai orang sepenting Anda datang ke sini, Tuan Gustin?" Rale yang merupakan tim Party Pate yang bertugas menjaga kristal sihir memberanikan diri untuk menyapa.


Rale merasa aneh saja, karena hanya dengan melihatnya saja tidak ada suatu masalah yang terjadi dalam gate dan melihat gerbang sudah akan tertutup itu menandakan teman-temannya berhasil mengalahkan bos terakhir.


Gustin menatap Rale dengan tatapan tidak tertarik, "apakah kau melihat seorang gadis SMP masuk ke dalam gate ini?"


Hal pertama yang dipikirkan oleh Rale adalah apakah Gustin sedang kehilangan keponakan perempuannya atau anak perempuannya sampai-sampai membuatnya datang ke tempat seperti ini, akan tetapi dengan rumor yang beredar tidak mungkin orang seperti Gustin memiliki anak perempuan atau keponakan perempuan.


"Tidak, saya terus berjaga di sini. Anda adalah satu-satunya orang yang datang kemari selain tim Party kami," jelasnya.


"Sayangnya, rekan-rekan saya yang bertugas mengangkut hasil tambang sudah tidak keluar 5 menit lalu, mungkin untuk itu hitungan yang sebentar tapi di dalam Dungeon waktu berjalan lebih cepat 30 menit untuk satu menit di luar Dungeon, akan tetapi melihat gate sudah hampir tertutup, jadi saya pikir mereka pasti baik-baik saja karena sudah mengalahkan Bos Dungeon."


Omong kosong.


Sudah berapa lamanya ia menempati tubuh manusia ini?


Namun, rasa jijik terhadap makhluk rendahan sepertinya tidak juga hilang. Ia sangat ingin membekukan manusia di sebelahnya ini, akan tetapi ia tidak bisa karena ia harus berakting sebaik mungkin untuk tujuan besar Black Lord.

__ADS_1


"Aku mengerti, terimakasih," adalah ucapan yang akhirnya keluar dari bibir Gustin setelah diam cukup lama.


Karena ia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk kepada Nadia, maka ia harus membujuk gadis itu untuk mengusik Poison.


Saat Gustin menyentuh gerbang gate, tidak ada keanehan di sana sama sekali.


"Apa Anda akan masuk?" Rale bertanya dengan hati-hati.


"..."


Tidak ada jawaban, hanya wajah datar yang terlihat sangat serius di antara keriputnya.


Gustin masuk melewati gerbang gate dengan mulus tanpa hambatan, akan tetapi begitu ia masuk secara sempurna, tekanan besar langsung saja ia rasakan. Ia sangat kenal perasaan ini, saat Black Lord saling berhadapan, maka aliran mana yang benar akan menyebar bersama udara.


Dan ia sangat tahu bahwa ini bukanlah sesuatu yang baik, karena ini berkaitan dengan Poison, Black Lord terkuat yang tidak kenal ampun dan Origami yang kekanakan, hal itulah yang membuat Gustin segera menuju lantai tempat di mana terjadinya pertemuan ini berlangsung.


Semoga ia belum terlambat.


...


Asap yang diciptakan oleh ledakan mulai menghilang, terlihat seorang laki-laki tergeletak bersimbah darah pada lantai Dungeon yang dingin dan tidak rata.


Siapapun pasti berpikir jika ia sudah tidak bernapas lagi, akan tetapi terlihat kekuatan hitam yang dilapisi oleh warna ungu keluar dari tanah. Tekanan dahsyat dari kekuatan antah berantah itu menyelimuti seisi Dungeon. Kelabang yang awalnya patuh mulai memberontak.


Kekuatan itu menyelimuti tubuh Noah dan secara ajaib semua luka-luka di tubuhnya sembuh.


"Tekanan apa ini?" Wawan yang berdiri cukup jauh dari Noah merasakan tekanan yang menusuk seolah menggerogoti tubuhnya, bahkan untuk bernapas saja ia merasa sangat kesulitan.


"Ke-kenapa kekuatan ini berada di sini?" Nadia secara refleks mundur ke belakang, untuk dirinya yang merupakan inang Black Lord dan sudah membangkitkan kekuatannya, tubuhnya secara tidak sadar merasakan ketakutan dari Black Lord of Origami di masa lalu saat berhadapan dengan Black Lord of Poison.


Kekuatan yang tidak masuk akal. Sebuah kekuatan yang tidak membiarkan pemiliknya mati, kekuatan yang akan terus bertambah kuat tanpa peraturan, kekuatan tanpa batas.


Tubuh Noah yang sudah sembuh perlahan bangkit, manik hitam pekat itu menatap Black Lord of Origami dengan dingin.


"Huh," satu hembusan napas, 3 jarum hitam muncul dari tanah dan menembus tubuh kelabang raksasa. Tidak sampai di situ, kekuatan hitam yang tidak diketahui asal usulnya membentuk bola padat yang mengelilingi tangan Noah, dan ketika Noah menjentikkan jarinya, semua padatan itu membentuk sebuah belati hitam pekat.


Secepat cahaya, belati-belati itu menembus pertahanan Nadia, gadis itu memuntahkan seteguk darah segar. Tubuhnya bergetar oleh rasa takut yang tidak diketahuinya.


Di saat itu..

__ADS_1


"Cukup sampai di sana!"


Gustin yang baru saja tiba segera berteriak sambil melepaskan kekuatannya. Ia tidak menyerang, hanya memberikan peringatan kepada Noah untuk tidak melakukan tindakan bodoh yang membuatnya harus berhadapan dengan Gustin.


Keadaan Nadia sekarang sama sekali tidak melenceng dari dugaannya, gadis itu terlihat sangat kacau, ia tidak baik-baik saja dengan darah yang sudah membasahi lengan kanan dan perutnya.


Setidaknya ia masih bernapas, dan meskipun keadaan jiwa Black Lord di tubuh Nadia sedang tidak baik-baik saja.


Namun, peringatan tidak berarti itu sama sekali tidak digubris oleh Noah.


[Waktu tersisa 00.00.30]


[Hukuman yang sesuai akan diberikan jika tidak dapat menyelesaikan misi]


Sebuah panel hologram layaknya game mulai berisik, tapi Noah tidak peduli. Tubuhnya terasa aneh, kekuatannya terus meluap tanpa bisa ia kendalikan.


Hanya satu hal yang ia tahu, jika ia tidak membunuh gadis itu maka nyawanya akan dalam bahaya, karena itu...


Bola hitam yang awalnya mengelilingi tubuhnya seketika berubah menjadi tombak hitam yang siap menembus tubuh Nadia.


Nadia tidak diam saja, ia menggunakan sisa-sisa kekuatannya untuk membuat perisai dari origami. Gustin yang tidak menyangka bahwa peringatan yang ia berikan di abaikan dengan mudah oleh Noah, segera mendekati Nadia, membantunya membuat pelindung untuk melindungi gadis itu dari serangan mematikan Noah.


Akan tetapi...


Srasshhh...


Bukan tombak yang menembus sempurna tubuh Nadia dan menghancurkan jantungnya, melainkan belati-belati hitam yang sengaja ia biarkan tergeletak di dekat Nadia lah yang menancap sempurna pada gadis itu.


8 belati hitam menancap sempurna di tubuh Nadia, menyerang dari belakang di mana titik buta mereka berada.


[Misi berhasil diselesaikan]


......................


Bersambung...


Mohon dukungannya dengan memberikan like dan komentar


__ADS_1


__ADS_2