
Noah POV
Sungguh hari yang panjang dan menyebalkan untuk ku. Sejak pagi tadi, sama sekali tidak ada hal baik yang terjadi. Bahkan di perjalanan pulang, aku masih harus bertemu dengan anjing-anjing gila.
Meskipun aku tahu hal seperti ini akan terjadi, tapi aku tidak menyangka akan terjadi secepat ini. Setelah membunuh orang yang berniat membunuh supir Wawan, sistem memberikan informasi kalau ada bahaya yang mengincar ku.
Karena itu aku putuskan untuk memeriksa dan membereskan itu secepat mungkin agar tidak membuat Lea khawatir atau gadis itu akan menceramahi ku sepanjang hari karena khawatir.
“Apakah Scarlet yang menyuruh kalian?” tanya ku tanpa basa-basi, aku tidak ingin membuang waktu untuk hal ini.
Ada sangat banyak orang. Beberapa dari mereka menggunakan motor dan beberapa lagi menggunakan sebuah mobil. Dari banyaknya mobil yang menghalang-halangi jalan, ada sebuah mobil sport yang kelihatan mewah. Mungkin orang di dalam samalah yang merupakan bos dari para preman pasar ini.
Tiba-tiba seorang pria kurus dengan rambut duri maju ke hadapan ku dengan sombongnya. Ia menatap ku dari atas sampai bawah, lantas tertawa dengan remeh.
“Kamu nanyaaa?”
Krak...
Sepertinya orang itu baru saja mematahkan sesuatu.
"Kamu bertanya-tanya~~"
Owh, tahukah kalian bagaimana menyebalkannya orang itu. Ia bertingkah sangat gila sampai-sampai membuat kesabaran yang sudah ku pertahanan sejak tadi pagi patah.
"Begitu y—"
Belum selesai aku menyelesaikan kalimat ku, orang itu tiba-tiba melancarkan sebuah tinju ke bagian wajah ku. Untungnya aku dapat melihatnya dan karena kekuatan ku yang sekarang, gerakan tinju itu sangat lambat, jadi aku bisa menghindarinya dengan sangat mudah.
"A-aku hanya melakukan pemanasan. Jangan kira selanjutnya kau bisa seberuntung itu!"
Orang kurus itu terlihat terkejut sekaligus sangat kesal karena aku dengan mudah menghindari serangan dadakannya.
Orang-orang dibelakangnya mulai tertawa dan mengejeknya.
Begitu. Akhirnya aku mengerti kenapa mereka melakukan hal ini. Sepertinya mereka sedang bertaruh dan meremehkan ku sebagai seorang Hunter Rank F yang kekuatannya setara dengan manusia biasa.
Aku sebenarnya tidak terlalu peduli, tapi jika mereka berpikir ingin mengalahkan ku satu lawan satu terus, itu akan memakan waktu yang sangat lama.
Jadi, ada baiknya aku mencoba kekuatan itu kan?
__ADS_1
[Anda mengaktifkan Skill Penghalang LV 1]
[Objek yang berada dalam radius 200 meter di dalam Penghalang tidak akan bisa keluar dan objek yang berada di luar penghalang tidak akan dapat masuk]
[Konsumsi mana 2 poin akan hilang setiap menitnya]
Aku membangun sebuah penghalang agar apa yang akan ku lakukan selanjutnya tidak akan berpengaruh kepada Lea dan lainnya.
Objek yang berada dalam radius 200 meter akan secara otomatis masuk dan tentu saja aku dengan mudah mengendalikan hal itu.
Sebelumnya aku menggunakan kekuatan Black Lord Origami untuk memindahkan hewan kecil yang mungkin akan terkena efek dari racun yang akan ku gunakan.
Setelah persiapan itu, akhirnya aku bisa memulai rencana ku.
"Kenapa kau sejak tadi diam saja?
"Apakah kau mulai merasa takut sekarang?"
Orang itu tertawa tanpa suara di sela-sela tarikan napasnya.
Sebelumnya izinkan aku menceritakan kalau orang ini sejak tadi terus berusaha memukul ku, tapi karena aku dengan mudah melihat gerakan aku hanya dengan mudah menghindari dan hal itu terus berulang-ulang sampai orang itu merasa kelelahan.
Bruk!
Orang kurus dengan rambut runcing yang di depan ku tiba-tiba saja tumbang, tentu aku tahu penyebabnya dan hal itu juga berlaku dengan orang-orang yang berada di dekat mobil.
Sekitar 30 orang mungkin, tergeletak di tanah yang dingin tanpa nyawa.
Rasanya sangat aneh. Aku tidak tahu kenapa, tapi yang pasti adalah aku sama sekali tidak merasa bersalah telah membunuh mereka.
Normalnya, jika seorang membunuh untuk pertama kalinya ia akan merasa bersalah dan diselimuti oleh ketakutan yang tidak pasti. Namun, aku sama sekali tidak merasakan hal itu.
Perasaan yang ku rasakan hanyalah sebuah rasa kosong. Kehampaan tanpa dasar yang membuat ku tidak bisa merasakan apapun.
Klak.
Suara pintu mobil yang di tutup menyadarkan ku, aku pun menoleh ke arah mobil sport merah yang ada di tengah jalan.
Seorang wanita dengan rambut di cat ungu lurus tengah menatap santai kepada ku. Meskipun malam ini sangat dingin dengan angin yang tidak berhenti berembus, wanita di depan ku ini malah mengenakan pakaian yang sangat terbuka.
__ADS_1
Ia hanya menggunakan pakaian ketat yang kekurangan bahan serta sepatu boot dengan hak yang tinggi.
Mungkin saja wanita ini adalah bos dari para preman itu dan aku menyadari satu hal yang pasti.
Ia adalah orang yang sangat kuat, karena ia tidak terpengaruh oleh aroma racun peri Lotus Hitam.
"Kau cukup hebat anak muda, sepertinya aku tidak salah menerima pekerjaan ini. Dan juga..."
Wanita itu menatap ke sekelilingnya, "terimakasih kasih sudah membereskan orang-orang dengan baik. Aku jadi tidak harus mengotori tangan putih ku dan yang pasti, aku tidak perlu kehilangan uang."
Jadi, mereka adalah orang-orang yang habis pakai? Orang bodoh yang dipekerjakan hanya untuk dibodohi setelah itu dilenyapkan tanpa mendapatkan bayaran.
Jika kalian bertanya apakah aku merasa kasihan, maka jawaban ku adalah tidak. Aku tidak kasihan dengan mereka sama sekali dan aku merasa bersalah karena telah membunuh mereka.
Wanita itu lantas mendongak ke atas, sepertinya ia menyadari penghalang yang ku buat.
"Sepertinya kau lebih merepotkan dari yang ku kira. Bayaran itu tidak cukup untuk membuat ku berusaha keras."
Ia mengikat rambutnya asal dan melangkah menuju mobil.
Aku tidak tahu di mana ia mendapatkan rokok, karena sekarang ia sedang duduk di atas mobil, merokok dan menatap lurus kepada ku.
"Aku sudah melihat kekuatan mu, jadi aku tidak akan macam-macam sekarang. Pergilah," usianya membuat ku merasa jengkel.
Tapi, aku tidak mungkin pergi begitu saja.
"Kenapa? Apakah kau pikir aku akan menghajar mu?" melihat ku bergeming sepertinya membuatnya merasa jengkel.
"Apakah kau ingin melawan ku?"
Aku tersentak, apakah wajah ku menunjukkan semuanya?
Aku harus mengalahkan wanita itu di sini atau ia akan menjadi masalah untuk ku dan Lea di masa depan. Ia adalah sosok yang cukup berbahaya karena racun yang ku gunakan tidak berefek kepadanya jadi mungkin ia setara dengan Hunter Rank B.
"Aku memuji keberanian mu, Nak. Tapi, kau tidak akan bisa mengalahkan ku. Aku tidak seperti Hunter yang sering kau temui, aku berada dalam bidang yang berbeda dengan orang-orang seperti kalian. Jika, kau tidak percaya pada ku, maka bayarlah.'
"Apa?"
......................
__ADS_1
Bersambung...