POWER INFINITE

POWER INFINITE
POWER INFINITE | CHAPTER 21. Awal Baru (Season 2)


__ADS_3

..."Ia gadis kecil yang sangat energik dan selalu tersenyum. Seperti musim panas, ia membawa cahaya menyilaukan yang bersinar lembut dan hangat."...


......................



......................


Noah mengiris telapak tangannya, membuat banyak darah bercucuran, tumpah ruah di sebuah bunga lotus yang sedang menguncup.


Tidak ada perubahan hebat, selain kuncup bunga itu kembali bersinar karena menyerap darah Noah dan…


Tunggu!


Sesuatu yang tidak terduga akhirnya terjadi, satu kelopak mekar. Ini adalah kemajuan yang sangat pesat dalam satu minggu ini. Seminggu ini, Noah terus memberikan darahnya kepada Peri Lotus Hitam. Dan seperti biasa, luka itu langsung sembuh oleh kekuatan hitam yang tidak Noah ketahui. Ia tidak tahu asal muasal dari kekuatan hitam itu, bahkan sistem pun sama sekali tidak memberikan sebuah penjelasan terkait hal itu.


Namun, satu hal pasti yang Noah ketahui. Itu adalah kekuatannya, dan ia tidak perlu khawatir apakah kekuatan itu berbahaya atau tidak.


“Kak kau di sini?”


Pintu kamar Noah dibuka paksa, terlihat Lea yang merupakan pelaku tengah tersenyum lebar tanpa rasa bersalah. Ia melangkah masuk, tanpa Noah izinkan. Hah, gadis ini semangkin hari, malah semangkin kurang ajar.


“Tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu?” Noah menyentuh kepalanya frustasi dengan sikap Lea, kalau saja Noah terlambat menyimpan kembali Peri Lotus Hitam ke dalam Inventori, bukankah itu akan bahaya?


Sekedar info, Peri Lotus Putih mengeluarkan aroma yang sangat harum dan menggoda. Namun, tidak seperti bunga biasanya, Peri Lotus Hitam adalah jenis tumbuhan paling beracun. Hanya dengan menghirup aromanya, manusia biasa bisa langsung kehilangan nyawanya. Karena itu, Noah sangat kesal saat Lea mendobrak masuk ke dalam kamarnya.


Beruntung Noah membuat barier yang menghalangi aroma itu untuk tersebar luar dan akan ikut menghilang dengan tidak adanya Peri Lotus Hitam, jika tidak begitu mungkin semua orang di Manshion ini sudah tinggal tubuh tanpa nyawa saja.


“Apakah aku mengganggumu, Kak?” tanya Lea, ia duduk pada tepi kasur di sebelah Noah.


“Bukan begitu, kalau kau tidak mengubah perilaku mu, aku tidak akan menjamin pemandangan seperti apa yang akan kau lihat nanti,” jelas Noah.


Lea mengambil handuk di leher Noah dan mengeringkan rambut saudaranya itu, “memangnya pemandangan seperti apa yang akan ku lihat nanti? Ah, apakah kau berencana untuk melakukan itu dengan pacarmu?”


“Aku tidak punya pacar, dan berhenti berpikir yang aneh-aneh.”


“Cih, aku hanya menggoda mu, ok?”



Seusai sarapan, Noah dan lainnya memutuskan untuk pergi ke luar. Malam nanti mereka sudah harus kembali ke kota asalnya, jadi mereka putuskan untuk keluar pagi-pagi agar bisa mengunjungi setiap tempat tanpa kecuali. Dan tentunya, Noah sudah melakukan misi hariannya terlebih dahulu, ia tidak mau harus menerima misi penalti dan dikirim ke sebuah tempat tandus lalu bertemu dengan kadal-kadal kelaparan.

__ADS_1


Memikirkannya saja sudah membuat merinding.


“Hari ini kita mau ke mana?” Noah yang memang tidak tahu tempat populer yang harus di kunjungi bertanya kepada dua orang yang sedang serius melihat peta.


“Kita tersesat?” tanya Lea kepada Wawan yang sedang serius melihat buku panduan wisata di kota Huan.


“Tidak mungkin. Kita dengan jelas mengikuti panduan. Apakah kita salah belok saat persimpangan tadi?”


Saat Wawan dan Lea sedang berdebat mengenai jalan yang diambil, Noah merasakan sesuatu yang aneh. Ia menatap tajam jalan yang baru saja mereka lewati, bersikap sangat waspada terhadap bahaya yang akan datang kepada mereka.


Mungkin saja itu adalah orang-orang Scarlet yang berniat untuk balas dendam atau mungkin juga salah satu Black Lord, karena Noah belum tahu apakah mereka lawan atau kawan.


Yah, memang sih mereka memanggilnya sebagai saudara, tapi Noah tetap harus bersikap waspada.


Dari kejauhan, terlihat seorang pria sedang mendekat ke arah mereka.


Noah menarik belati hitam miliknya, bersiap untuk menyerang.


“Kak apa ada masalah?” tanya Lea saat melihat sikap aneh Noah.


Noah tidak menanggapi, ia hanya fokus dengan sosok yang semangkin lama terlihat semangkin jelas.


Tap


Tap


Tap


Suara langkah kaki itu semangkin jelas, dan…


“Ugh, Kak bisakah kau mengecek apakah kita melewati jalan yang benar?”


Wawan yang tidak peka terhadap situasi, dengan santainya menutupi pandangan Noah dengan buku panduan wisata kota Huan. Ia menunjukkan bagian mana yang membuatnya kesulitan, tanpa tahu bahaya yang sedang mendekati mereka.


“Kalau kalian ingin pergi ke Royal Wars, susuri jalan ini dan belok kanan saat di persimpangan.”


Deg!


Tanpa suara, tanpa peringatan laki-laki tua itu sudah berada di depan Noah dan lainnya. Laki-laki tua dengan kemeja bunganya itu tengah menatap mata hitam Noah.


“Jadi, itu kau, ya? Kekuatan misterius yang ku rasakan.” Pria tua itu mendorong Wawan dan melangkah mendekati Noah.

__ADS_1


Mereka berdua saling melempar tatapan tajam, seolah ada sengatan listrik yang di sana.


“Maaf, Kakek apakah Kakak ku baru saja melakukan sesuatu yang salah?”


Lea segera berdiri di antara kedua laki-laki itu, ia tidak suka saat Kakaknya diperlakukan seperti orang jahat, padahal Noah tidak melakukan kejahatan sama sekali.


Oh, andai Lea tahu bahwa Noah sudah membunuh seorang saat di Dungeon, entah bagaimana reaksinya?


Tatapan pria itu berpindah ke Lea. Berbeda dengan Noah, ia dapat merasakan kekuatan yang sangat hangat dari dalam diri Lea. Kekuatan yang jelas sangat berbeda dari milik Noah.


Jika kekuatan Noah itu misterius dan dingin, justru kekuatan Lea lembut dan hangat.


Rupanya aku bertemu dengan salah satu kesatria cahaya.


Laki-laki tua itu berdeham singkat, “Maaf membuatmu tidak nyaman, tapi jika aku boleh berkata jujur, belati tajam itu hampir saja akan menggorok leher ini.”


Dan memang benar perkataannya, berterimakasihlah kepada Wawan yang tidak peka terhadap situasi. Karena jika bukan tindakan tiba-tibanya itu, Noah pasti sudah menerbangkan belati yang ia pegang ke arah pak tua itu.


“Belati? Menggorok? Apa maksud Kakek? Meskipun kakak ku adalah orang yang sangat over protektif tapi ia bukan orang yang akan melakukan tindakan mengerikan seperti itu,” jelas Lea.


Pria tua itu mengelus kumis tebalnya yang sudah memutih semua, lantas tersenyum dan memandang remeh Noah.


“Jadi, maksudmu kakak mu adalah sister complex begitu?”


“Ah, apakah begitu?”


Noah menghela napas, seenaknya saja mereka seperti itu.


Wawan yang hanya berdiri di pinggiran sambil menyimak obrolan Lea dan Pria tua asing itu menyentuh bahu Noah.


Noah menoleh, mungkin saja Wawan sedang ingin membahas hal penting. Namun…


“Kak, aku tidak tahu rupanya kau adalah tipe orang yang seperti itu,” kata Wawan dengan tampang syok mengetahui kebenaran.


......................


Bersambung...


Season 2 Episode 1


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komentar

__ADS_1


__ADS_2