
..."Aku tidak mengenalnya, tapi kenapa rasanya sangat sakit seolah-olah hatiku di tarik keluar kemudian dikoyak-koyak dengan kejam?"...
......................
......................
Butuh puluhan menit untuk sampai di tempat paling bersejarah ini dengan jalan kaki. Setelah sampai di taman, Noah mengerti kenapa reaksi Wawan dan Lea berubah 180 derajat saat mendengar ia akan pergi ke tempat ini.
Meskipun di sebut taman, tempat ini lebih seperti tempat untuk beribadah. Tempat yang sejuk dan damai, akan tetapi entah kenapa memberikan kesan yang aneh untuk Noah. Seolah-olah ia pernah merasakan aura ini, tapi di mana?
“Apakah Anda datang untuk berdoa, anak muda?”
Seorang dengan kepala bodak yang licin tiba-tiba muncul di belakang Noah, membuatnya tersentak.
“Hoho, apakah aku membuatmu terkejut? Itu karena aku sangat senang, karena sudah sangat lama tidak ada anak muda yang datang ke tempat ini.”
Pria dengan kepala botak itu berjalan mendahului Noah, seolah menuntunya ke sebuah tempat.
“Aku tidak kemari untuk berdoa, maaf membuat Anda salah paham.” Noah mengucapkan permintaan maaf dengan tulus. Ia memang tidak memiliki tujuan seperti itu saat ke tempat ini. Ia benar-benar ingin segera menyelesaikan urusannya dan pulang. Semangkin lama di sini, rasanya sangat tidak nyaman.
[Pergilah ke kuil kecil yang berada di dekat sumur. Di sana Player bisa mengakses Dungeon Slomo]
Akhinya
“Bagaimana jika aku memberikan segelas the hijau?” laki-laki itu melirik Noah, sepertinya ia tidak akan lepas dengan mudah.
…
Noah memperhatikan sekelilingnya, ada banyak benda-benda aneh dan fosil monster yang mengerikan di tempat ini.
“Apakah Anda terganggu dengan funitur-funitur ini?” tanya penjaga kuil itu.
Noah yang tertangkap basah karena sedang memperhatikan funitur-funitur aneh itu, merasa canggung.
“Tidak, saya hanya bingung. Bukankah seharusnya barang-barang ini berada di Museum?”
Laki-laki itu menunduk, ia menatap teh hijau yang masih mengepulkan uap panas. “Mereka adalah milikku, kenapa aku harus memberikan mereka kepada manusia-manusia menjijikan itu?”
Suara penjaga kuil itu kecil, tapi tidak bisa menyembunyikan rasa benci yang sangat pekat. Bahkan aura kekuatan yang Noah rasakan menjadi sangat kuat.
Begitu ya, ini adalah perasaan yang ku rasakan dari dua orang itu.
“Apa yang selalu kau panjatkan saat berdoa?” Noah meneguk teh hangat itu, ia melirik penjaga kuil yang menyeringai mengerikan.
__ADS_1
“Memangnya apa lagi. Tentu saja kehancuran mereka. Aku selalu berdoa agar kiamat untuk mereka semangkin dekat dan mereka akan merasakan kekejaman neraka. Itu adalah balasan yang sempurna untuk makhluk tidak tahu diri seperti mereka.”
Tak
Suara keras dari gelas teh yang berbenturan dengan meja kayu, membuat fokus penjaga Kuil itu tertuju ke arah Noah. Ia menatap tidak mengerti ekspresi dingin Noah yang menatapnya tajam.
Ekspresi itu seolah berkata “Jangan macam-macam denganku.” Namun itulah yang membuat penjaga kuil itu tertawa.
“Kau cukup unik, manusia. Namun, Poison adalah sosok yang mengerikan. Tapi, aku berbeda dengan Origami, aku tidak sebodoh kertas itu, yah meskipun kami sama-sama pengguna kertas sih. Aku masih sangat menyayangi nyawaku, kau memang belum sempurna tapi cepat atau lambat itu, kekuatan itu akan melahap jiwamu.”
Penjaga kuil itu berdiri, ia menatap Noah yang masih menatapnya tajam dengan ekspresi dingin. “Aku tidak akan menahan mu lagi. Yah, meskipun aku kekuatan ku yang sekarang bisa membunuh mu, tapi itu itu hal yang percuma. Kau akan kembali hidup dan kekuatan mu akan bangkit. Itu menyebalkan, tapi itulah yang membuat dia terobsesi denganmu. Nah, selesaikanlah urusan mu di sini, aku tidak akan mengganggu.”
“Sepertinya kau sangat tahu sumber kekuatan ku, memangnya aku siapa dan siapa kalian? Kenapa sangat membenci manusia?”
Tidak ada jawaban, Penjaga kuil hanya menatapnya tanpa niatan untuk menjawab rasa penasaran Noah.
“Hal itu, kau sendirilah yang bisa menjawabnya. Yang bisa ku katakan adalah kau, aku, dan ketujuh orang lainnya adalah saudara.”
…
“Sial, aku lupa menanyakan namanya.” Noah mengacak rambutnya frustasi, ia berjalan masuk ke dalam hutan dengan panduan sistem. Setelah menemukan sumur tua dan sebuah kuil kecil, Noah segera mengeluarkan item kunci dari Inventory.
[Dengan menggunakan kunci ini, Player akan membuka Dungeon Slomo. Rank C]
[Player memasuki Poison Dungeon]
[Player hanya bisa kembali setelah berhasil menaklukkan Poison Dungeon!]
“Aku memang tidak berencana kembali sebelum menjadi kuat.”
Seperti sebuah kuil yang terbuat dari emas, ini adalah lorong mewah yang semuanya berasal dari emas.
Ada sangat banyak patung budha di sepanjang jalan. Dan tiba-tiba…
Boom!
Sebuah patung tiba-tiba bergerak dan menyerang dari belakang, jika bukan karena kepekaanya terhadap bahaya yang sudah meningkat, Noah sangat yakin ia akan mati penyet oleh serangan patung itu.
Noah menarik belati hitam miliknya, dengan gerakan yang sangat cepat ia menyerang patung itu. Namun, jangankan luka, bahkan gorekan pun tidak terlihat di sana.
[Lawan terlalu kuat, efek dari serangan dihilangkan]
Noah harus menyusun rencana baru, karena tidak hanya patung itu saja yang akan menjadi lawannya, karena sekarang patu-patung itu mulai bergerak dan menjadi teman bermainnya untuk memperoleh EXP.
…
__ADS_1
Setelah berhasil mengalahkan patung-patung itu, Noah pun mengecek statusnya.
[Nama: Noah]
[Lever: 48]
[Job: -]
[Title: Beast Killer]
[HP: 13650 | MP: 14650]
[Strength: 11350 | Vitality: 11450 ]
[Agility: 12100 | Intelligence: 13450 ]
[Dexterity: 14500 | Luck: 6353]
[BP: 9876500 | Sense: 14700]
Meskipun tidak terlalu puas, karena hasil yang ia dapatkan sedikit, tapi Noah tidak berhenti. Ia terus lanjut ke lantai-lantai berikutnya.
Sampai di suatu lantai, ia tidak menemukan adanya keberadaan monster, akan tetapi sebuah lukisan di dinding membuatnya cukup tertarik.
Lukisan itu menggambarkan sebuah perang besar, ada banyak sekali monster di sana. Dan yang paling mencolok adalah 9 orang dengan pakaian hitam yang sedang melawan orang-orang bercahaya putih dengan 4 sayap. Perang itu seolah sangat nyata dan yang paling membingungkan, Noah merasa pernah berada di sana.
Sebenarnya ada apa sih dengan dirinya?
Di lukisan selanjutnya, terlihat seorang berbaju hitam sedang bertarung melawan seorang dengan armor putih. Berbeda dengan yang lainnya, sayap orang itu ada 9. Di lukisan selanjutnya, orang dengan pakaian hitam itu memiliki prajurit dibelakangnya. Sesuatu yang hitam pekat dan menyeramkan.
Tanpa Noah sadari, air matanya mengalir keluar.
“Apa yang terjadi denganku?” ia bertanya kepada dirinya sendiri. Noah tidak mengerti. Ia merasakan sakit yang amat pada hatinya. Setiap kali ia melihat orang dengan armor yang memiliki 9 sayap itu, hatinya terasa dikoyak dengan kejam.
Kalau tebakannya benar, 9 orang dengan pakaian hitam itu adalah Black Lord dan orang-orang dengan Armor itu? Siapa mereka?
Kenapa mereka bertarung? Dan kenapa hatinya sangat sakit?
Ini membingungkan dan sangat menyebalkan.
......................
Bersambung...
Like dan Komentar
__ADS_1