
..._Aku bilang bersiap-siaplah untuk diburu_...
...Noah...
.......
.......
.......
...“Owh, kalian di si-“ Pate tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat. 3 orang yang bertugas mengangkut kristal terlihat sedang tidak baik-baik saja. Tubuh mereka berwarna keunguan dan mata mereka merah tanpa ada cahaya kehidupan.
...
“Apa-apa yang terjadi dengan kalian?” Pate yang khawatir berusaha mendekati mereka, akan tetapi Noah yang merasakan ada kejanggalan menghalangi Pate.
“Ada yang tidak beres di sini, Pak.”
“Apa maksud mu, Nak?”
Kemudian, terdengar suara tawa yang lembut dari arah belakang. “Fufu, tidak salah lagi. Akhirnya aku berhasil menemukan mu.”
“Apa? Kenapa ada anak SMP di sini?” Wawan yang tidak tahu apapun, panik sendiri.
“Hei anak kecil, aku tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan, tapi tempat ini sangat berbahaya untuk seorang sepertimu,” tambah Wawan tanpa menyadari situasi. Nadia yang kesal dengan Wawan mengangkat sebelah tangannya, dan tiba-tiba saja salah satu dari 3 orang itu sudah bergerak di depannya untuk melancarkan sebuah serangan.
Noah yang menyadari hal itu, segera menyelamatkan Wawan yang masih membeku karena kaget. Begitu juga dengan Pate dan si penyihir kurus, kecepatan gerakan itu sama sekali tidak terlihat oleh mata, dan daya serang yang saking kuatnya membuat Dungeon sedikit berguncang.
“Ck.” Nadia menatap Noah dengan kesal, karena Noah baru saja menggagalkan kesenangannya untuk yang kedua kalinya.
“Wah, ku pikir aku benar-benar akan mati,” pekik Wawan masih dengan memeluk erat tubuh Noah.
Noah hanya menatap datar Nadia. Melirik seorang Hunter yang baru saja menyerangnya, pria itu masih ada di sana.
“Astaga, kekuatan itu… kekuatan penghancur yang benar-benar luar biasa,” guman Pate. Sudah 10 tahun ia bekerja bersama 7 rekannya, tapi ia tidak pernah berpikir jika mereka punya kekuatan yang sebesar itu. Tidak, yang benar itu bukanlah kekuatan dari temannya.
“Nak apa yang kau lakukan terhadap mereka?” tanya Pate dengan wajah yang tenang.
Nadia dengan malas menjawab, “Huh, memangnya apa yang ku lakukan? Aku hanya memberi mereka sedikit kekuatan. Tapi, tentu saja itu tidak murah.”
“Aku memberi mereka kekuatan dan sebagai bayarannya aku mengambil nyawa mereka. Bukankah itu bayaran yang bagus, sekarang mereka hanya sebuah boneka,” ucap Nadia dengan wajah polos tak berdosa.
“Huh, bukankah itu namanya pembunuhan?” teriak Wawan, ia melepaskan pelukannya dari Noah dan berjalan ke depan Noah. Sepertinya ia sudah bisa mengontrol rasa takutnya, ia bahkan dengan berani menarik pedangnya dan berjalan di depan Noah. Ia mengingat bagaimana janjinya kepada Noah, sebagai seorang Hunter Rank D ia bertugas melindungi yang lemah, itulah janjinya kepada Noah.
“Fufu, bukankah Dungeon adalah sebuah tempat yang tidak terduga? Sebagai Pemburu kalian juga harus bersiap-siap untuk diburu, bukan?”
__ADS_1
Sling!
Suara tarikan pedang terdengar jernih di keheningan, Pate berjalan mendekati Nadia. Menyeringai lebar menatap gadis itu yang hanya setinggi dadanya.
“Kalau begitu, berarti kau sudah siap untuk diburukan, gadis kecil?” tantang Pate. Noah dan 2 orang disekitarnya dapat merasakan dengan jelas sebesar apa kekuatan Pate, begitu juga dengan Nadia yang tampaknya kelihatan bekeringat dingin.
Gemuruh!
Tanpa aba-aba, 2 orang Hunter yang sudah dikendalikan oleh Nadia langsung menyerang Pate. Dari arah belakang 1 orang lainnya juga terlihat mulai bergerak dan hendak menyerang dari atas. Pate yang sedang menahan serangan 2 boneka Nadia, segera mendorong mereka dan mengangkat perisainya ke atas untuk menghindari serangan yang berbahaya.
“Bodoh, kau tidak harusnya menerima itu,” guman Nadia, tubuh Manusia Boneka yang dikendalikannya tiba-tiba mengembung dan detik berikutnya meledak.
Ledakan besar terjadi hampir menghancurkan Barier pertahanan yang sengaja dibuat agar tidak membangunkan Boss Dungeon yang sedang tertidur.
“Gawat, jika seperti ini kita semua akan terpojok,” jerit penyihir kurus itu, ia mulai panik karena keadaan di sini benar-benar kacau.
“Kak Noah, apa menurutmu, Pak tua itu akan baik-baik saja?”
“Huh, sejak kapan aku menjadi Kakakmu sih?”
“Apakah sekarang waktunya untuk membahas itu?!”
…
Pertarungan masih berlajut dan keadaan Pate mulai tidak baik-baik saja. Ia bahkan belum menyerang Nadia, akan tetapi tubuhnya sudah mencapai batas, akibat dari 2 ledakan yang diterimanya.
Pate yang sudah kelelahan tidak mampu lagi untuk bergerak, meskipun begitu ia berusaha mati-matian untuk menahan serangan Nadia.
“Ledakan api!”
Wawan segera berdiri di belakang Pate menahan serangan Nadia yang lengah oleh serangan tiba-tiba penyihir kurus. Nadia melompat mundur setelah suara dentingan belati dan pedang bertemu.
Dua orang bergabung dalam pertarungan, akan tetapi Noah hanya diam mengamati. Noah hanya bergerak saat seseorang benar-benar berada dalam bahaya. Hal ini benar-benar membuat Nadia kesal setengah mati. Ya, benar-benar ingin membunuh Noah dengan kedua tangannya saat ini juga, karena itu ia mulai menggunakan kekuatannya.
Sebuah origami berbentuk kupu-kupu terbang ke atas dari telapak tangannya. Menghancurkan Barier yang memang tidak sempurna. Setelah Barier itu hancur, terlihat kelabang raksasa muncul dari tanah. Dalam sekejab, penyihir kurus sudah berada di dalam mulut kelabang raksasa itu. Darah segar merembes keluar dari bagian mulutnya.
“Ah, aku lupa mengatakannya, kalau kekuatanku tidak hanya berfungsi pada manusia.”
Pada akhirnya Noah diharuskan untuk bergerak juga
[Sistem merasakan niat membunuh yang kuat]
[Misi Darurat Terbuka]
[Bunuh Black Lord Origami]
[Waktu tersisa 02:59:54]
__ADS_1
“Black Lord Origami, huh?” bingung Noah saat membaca tujuan Misi Darurat yang diberikan oleh sistem. Ia tidak pernah mendengar apapun tentang hal ini, tapi ia merasa tidak asing.
[Sistem merasakan niat membunuh yang kuat terhadap Player. Jika mengabaikan misi akan diberikan hukuman yang sesuai.]
[Bunuh Black Lord Origami : 0/1]
“Meskipun aku tidak menduga hal akan terjadi, tapi aku harus membunuhnya kalau aku tidak ingin dibunuh, kan?”
Meskipun Noah agak terkejut karena ia harus membunuh seorang gadis kecil, akan tetapi hal itu tidak bertahan lama. Ia meminta Wawan untuk mundur dan melindungi Pate yang sudah tidak bisa bergerak.
“Jangan bodoh, Nak. Lawanmu itu tidak bisa diremehkan, kau akan bertarung melawan Manusia Boneka yang merupakan Hunter Rank C, Boss Terakhir Dungeon yang sudah diperkuat dan seorang yang kekuatannya saja masih sebuah misteri.”
Noah merasakan kekhawatiran di perkataan Pate. Mungkin, jika itu adalah Noah di masa lalu, ia tidak mungkin berpikir bisa mengalahkan mereka, akan tetapi untuk sekarang berbeda.
Ia punya kekuatan untuk bisa menang melawan monster-monster mengerikan di hadapannya.
Srak!
Dalam waktu kurang dari 1 detik, Noah menerbangkan belatinya ke arah Manusia Boneka itu dan membelahnya menjadi 2.
Berdesir!
Cipratan darah keluar dari tubuhnya yang terbelah dua.
“Bagaimana bisa?” Nadia jelas tidak mengalihkan perhatiannya dari Noah, akan tetapi kapan pria itu melepar pisaunya?
“Dengan banyaknya hal sia-sia yang telah kau lakukan, aku harap kau sudah mempersiapkan dirimu untuk diburu, gadis kecil,” ucap Noah dingin dan tajam.
“Apa-apa yang baru saja, kau katakan?”
“Aku bilang kamu bersiap-siaplah untuk diburu.”
...****************...
Bersambung...
Mohon dukungannya dengan memberikan like dan komentar
🌟Note
Untuk Reader yang bilang ini adalah Solo Leveling, aku akui itu emang benar karena aku terinspirasi dari komik tersebut, tapi tidak sepenuhnya sama karena aku perlu awal untuk membentuk MC ceritaku itu tumbuh dan mendapatkan kekuatan untuk melawan para Black Lord dan Light Lord.
Aku tidak memaksa kalian untuk suka, tapi aku sangat bersyukur karena cerita ini berhasil menarik perhatian kalian.
Terimakasih 🙏🏻
__ADS_1