
Setelah bertarung terus menerus akhirnya Noah menemukan tempat yang tenang. Tumbuhan-tumbuhan yang tidak pernah Noah lihat sebelumnya banyak tumbuh di beberapa tempat, dan tentu saja semangkin Noah masuk ke dalam semangkin kuat juga racun dan monster yang harus ia hadapi.
Ada sesuatu yang membedakan Dungeon Instan dengan Dungeon biasanya, di sini Noah sangat sering bertemu dengan monster-monster yang bahkan sudah ia kalahkan di lantai sebelumnya. Itu membuktikan bahwa monster di dungeon instan sepertinya tidak memiliki daerah kekuasaan khusus. Namun, pada akhirnya semangkin jauh dirinya, semangkin sedikit monster yang Noah lawan.
“Aku tidak naik level lagi, apakah monster-monster yang ku lawan sebelumnya tidak cukup kuat untuk membuatku naik level?”
Noah mengamati daerah sekitar, tempat yang sangat tenang dengan suasana yang begitu mencekam. Seolah-olah bahaya bisa datang kapan saja. Tujuannya bertarung habis-habisan denga para monster di lantai sebelumnya adalah untuk meningkatkan levelnya agar bisa mengalahkan boss terakhir.
Noah kembali melanjutkan perjalanan, sampai akhirnya ia tiba di sebuah tempat yang mirip seperti sungai. Di tepi sungai terlihat benda bersisik berwarna ungu yang sangat besar. Itu menggulung. Karena rasa penasarannya, ia mengambil beberapa langkah ke depan.
Seekor ular raksasa dengan sisik berarna ungu terlihat sedang menggulung, Noah tidak tahu monster tingkat apa itu, jadi ia segera mengeluarkan pisaunya.
Ular ungu itu mulai bergerak dan tanpa Noah sadari… sebuah ekor sudah berada di depannya.
Terkejut, Noah hanya bisa mengayunkan pisaunya untuk menghindari bahaya. Ia menyerang ekor besar itu dengan sekuat tenaga.
“Apa-apaan?”
Noah berhasil menghindari bahaya, tapi sepertinya ular itu juga ikut terkejut. Noah menggigit bibirnya kesal, senjata satu-satu miliknya baru saja patah karena benteran dari ekor. Ia melihat ke depan, kepala yang awalnya tidak bisa ia lihat sekarang sedang tegak melototinya.
[Penjaga Rawa, Garaka Taring Ungu]
Noah dengan jelas melihat nama dari monster mengerikan itu. Itu adalah monster yang jauh lebih cepat dan tangguh dari monster-monster yang ia lawan sebelumnya. Noah menelan ludahnya susah payah, rasa gugup kembali menyapa dirinya, ketika memikirkan bahwa ia adalah Bos di dungeon ini.
Sisik ungu yang menutupi seluruh tubuhnya berkilau indah. Seolah-olah itu adalah baju besi ekstra perisau yang indah tapi juga sangat kuat. Sama sekali tidak ada celah untuk ditembus.
“Jika pedang saja tidak bisa menembus pertahanan sempurna itu, hal itu pasti berlaku juga dengan tangan kosong.”
Ketika Noah sedang memikirkan cara untuk melawan, tampaknya sang lawan sudah selangkah lebih maju. Garaka dengan cepat menerjang Noah. Sangat cepat dan menakutkan.
Swish!
Gerakannya indah dan cepat, tapi ini bukanlah waktunya untuk kagum. Noah berusaha mati-matian menghindar. Tepat sebelum mulut besar dengan 2 taring melengkung itu terbuka dan hendak memakannya hidup-hidup, Noah dengan cepat menghindar.
Butuh beberapa saat sampai akhirnya, ia bisa melihat dengan jelas setiap gerakan Garaka. Ia melompat ke arah bagian belakang dan melingkarkan lengannya di bagian leher makhluk, menangkapnya dengan kuncian kepala. Tekanan yang luar biasa kuat mengencang di sekitar arteri utama Garaka. Ia tidak bisa melepaskan diri dan terus meronta-ronta seolah kesakitan.
Garaka terus meronta-ronta dan membanting tubuhnya ke arah pohon besar ataupun tanah. Noah menggertakkan giginya, ia harus bertahan sebisa mungkin. Bahkan ketika ia menyadari ada beberapa bagian tulang yang telah patah.
Rontaan itu terus terjadi untuk beberapa saat, sampai pada akhirnya Garaka menghantapkan kepalanya pada sebuah batu besar.
Krak!
__ADS_1
Suara retakan terdengar dengan suara mengerikan yang melengking. Tengkorak kepalanya pecah dan…
[Selamat, Player berhasil membunuh Penjaga Rawa, Garaka Taring Ungu]
[Anda Naik Level]
[Anda Naik Level]
[Anda Naik Level]
Noah menghembuskan napas lega. Seperti yang diharapkan dari Boss terakhir, levelnya naik 3 setelah membunuh Geraka. Bonus yang diberikan sistem mulai muncul di jendela. Namun, Noah putuskan untuk memeriksanya nanti.
Ia mendekati ular itu, seperti monster-monster sebelumnya yang ia kalahkan, mereka meninggalkan beberapa barang berharga yang dapat Noah ambil dan tukarkan ke poin. Benar saja, 2 item berharga berada di depannya sekarang.
[Anda telah menemukan ‘Item: Poison Fang of Garaka’ Ambil?]
[Anda telah menemukan ‘Item: Poison Sac of Garaka’ Ambil?]
“Ambil semuanya.” Setelah Noah mengucapkan itu, sebuah belati yang terbuat dari taring ular dengan corak ungu yang indah muncul di tangannya, juga kantong kecil berisi bubuk bewarna ungu.
[Item: Poison Fang of Garaka]
[Kelangkaan: B]
[Daya serangan: +30]
[Sebuah belati yang terbuat dari taring ungu beracun milik Garaka. Dikelilingi oleh racun Garaka, sehingga saat menyerang akan menimbulkan efek parasit yang mengkonsumsi daya hidup lawan. Dapat di upgrape dengan beberapa item khusus. Dapat disimpat di Inventory atau dijual di Store]
“Belati ini tiga kali lipat dari pisau hitam milikku, ya?”
Noah membaca keterangan dari sistem dengan seksama, menggunakan belati itu akan mengkonsumsi 1 stamina setiap penggunaan. Ia kemudian memeriksa kantong kecil itu.
[Item: Poison Sac of Garaka]
[Kelangkaan: B]
[Jenis: Potion]
[Kantong yang berisi racun halus Garaka. Meminum racun ini akan memberikan efek kulit yang kuat seperti sisik ungu Garaka, akan tetapi merusak organ dalam tubuh secara permanen]
[Efek: Mengurangi kerusakan fisik 30%]
[Efek samping: Kekuatan fisik berkurang 45%]
__ADS_1
Ekspresi senang Noah seketika berubah sedih, ia memang mendapatkan sebuah item yang berguna, yakti belati yang memiliki kekuatan 3 kali lipat dari pisau hitam miliknya, juga efek parasit, sebagai pengganti pisaunya yang hancur. Namun, berbeda untuk kantung racun, meskipun memang berguna tapi efek samping yang diberikan tidak main-main.
Setelah memasukkan kedua item itu ke inventory, Noah yang hendak keluar dari Dungeon karena telah berhasil menaklukan Bos terakhir tidak sengaja melihat sesuatu yang menarik.
Di sungai dengan air berwarna ungu kehitaman itu, mekar bunga yang indah. Noah yang penasaran pun hendak memetik bunga itu.
Seperti pada dungeon biasaya, peraturan dari Instan Dungeon tidak jauh berbeda. Dungeon akan segera hancur dalam sepuluh menit setelah Bos Dungeon berhasil dikalahkan. Jadi, dengan memanfaatkan waktu yang sedikit dan pohon yang sudah tumbang, Noah masuk ke sungai.
[Anda menemukan ‘Peri Lotus Hitam’ Ambil?]
“Ambil,” ucap Noah dan bunga itu kemudian muncul di telapak tangannya dengan mengambang. Daunnya yang mengapung di air mulai menjadi hitam dan layu.
[Item: Peri Lotus Hitam]
[Kelangkaan: S]
[Jenis: Tumbuhan]
[Bunga Lotus yang hanya tumbuh di tempat dengan racun dan mana yang besar.]
[Efek: Tidak diketahui]
{Efek Samping: Kematian]
Glek!
Noah menatap bunga cantik itu dengan tatapan ambigu, ia tidak tahu harus berekspresi seperti apa, apakah ia harus senang karena menemukan item langka?
Atau ia harus sedih karena sepertinya item itu tidak bisa ia gunakan?
Namun, bukan berarti kedepannya ia juga tidak bisa menggunakan item itu, kan?
Setelah memasukkan item itu ke Inventory-nya, sebuah pesan dari sistem muncul.
[Interior dungeon akan kembali ke keadaan semula]
Tiba-tiba sekelilingnya menjadi kabur dan gelap, setelah itu sesuatu yang ditangkap oleh matanya adalah sebuah dinding bata yang kusam. Setelah melihat ke sekeliling, Noah menyadari rupanya ia ia berada di gang sempit sebelumnya. Tempat itu sangat gelap dan jika tanpa cahaya bulan, Noah mungkin tidak akan sadar jika ia sudah kembali ke dunia nyata.
.........
Bersambung..
Mohon dukungannya dengan memberikan like dan komentar 🤗
__ADS_1