POWER INFINITE

POWER INFINITE
POWER INFINITE | CHAPTER 26. Identitas


__ADS_3


......................


Leo menikmati teh hangat yang disediakan oleh Mire di dalam mobil. Sedikit penjelasan, identitas Leo yang merupakan sang Malapetaka adalah seorang Idol dari sebuah boy grup terkenal yang sedang populer.


Karena wajahnya yang sangat tampan, Leo direkrut oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Hiburan. Rupanya Leo tidak hanya memiliki wajah yang tampan, akan tetapi ia juga memiliki bakat yang luar biasa, ia memiliki suara yang sangat merdu dan sangat mudah menghapal tarian koreografi untuk lagu mereka. Dan saat ini, ia sedang mencoba untuk memasuki dunia akting.


Karena bakatnya yang luar biasa dan memiliki latar belakang yang baik pula, Leo jadi memiliki banyak musuh yang membencinya, tidak jarang dirinya sering terlibat dengan pembunuh yang disewa oleh musuhnya.


Beberapa jam yang lalu, Leo juga berurusan dengan seorang pembunuh. Asistennya mengkhianatinya dan membawanya ke sebuah tempat yang cukup sepi, di sana Leo mendapatkan sebuah tembakan di bagian kepalanya.


Meskipun begitu, itu adalah keberuntungan karena ia akhirnya terbangun sebagai seorang Black Lord yang akan membawa malapetaka ke dunia manusia.


“Apa kau gila?” tanya Mera, sejak tadi ia terus melihat sikap gila Leo yang tidak hentinya tersenyum sendiri setiap kali melihat videotron yang menampilkan wajah tampannya sebagai bintang iklan dari berbagai produk dari perusahaan terkenal.


Leo tersenyum tipis, “mungkin sekarang aku ingin balas dendam dan menikmati kepopuleran ku sebagai manusia tampan,” ujarnya dengan penuh kesombongan. Mera benar-benar ingin muntah ketika mendengar hal itu, betapa percaya dirinya bocah itu, bahkan Mera bisa melihat dengan jelas kilau-kilau kesombongan pria itu.


Seperti membalikkan telapak tangan, ekspresi Leo berubah menjadi sangat serius.


“Ngomong-ngomong, apakah semuanya pernah bertemu? Bagaimana manusia menyebutnya ya? Ah, benar reuni. Bagaimana kalau mengadakan sebuah reuni di restoran mewah yang ada di pusat kota.”


“Saking miripnya, aku sampai tidak tahu kalau kau adalah Leo si Malapetaka atau si manusia menyedihkan,” balas Mera menanggapi perkataan Leo.


“Aku hanya berniat baik, apa salahnya sih?”


“Karena kau baru saja terbangun, aku yakin kau tidak tahu apa-apa mengenai Origami.”

__ADS_1


Suasana di dalam mobil tiba-tiba berubah, “Apa sesuatu terjadi?” tanyanya dengan nada dingin.


“Ia telah terbunuh,” jawab Mera.


“Hanya kesatria cahaya yang bisa membunuhnya, apakah mereka sudah mulai bergerak?”


“Tidak ada tanda-tanda keberadaan mereka sekarang. Lagi pula kekuatan kita saat ini tidak bisa mengetahui tanda-tanda manusia yang memiliki kekuatan Kesatria Cahaya. Setidaknya kita harus mengalami 2 kebangkitan.” Mera menjelaskan sambil memeluk boneka kelincinya, pipi chuuby gadis berusia 5 tahun itu benar-benar sangat menggemaskan.


“Dan yang membunuhnya bukanlah Kesatria Cahaya, melainkan Poison sendiri,” tambah Mera.


“Apa?” Leo tanpa sengaja menaikkan suaranya, ia benar-benar sangat terkejut dengan kebenaran ini.


“Ice bilang Poison mengkhianati kita. Ia berpihak kepada manusia,” jelas Mera.


Leo yang sering menghabiskan waktunya bersama Poison di masa lalu sangat tahu dengan kepribadian Poison. Ia adalah tipe orang yang tidak suka diganggu dan kalau membahas tentang Origami yang kekanakan dan sombong, mungkin Poison sudah menghabisinya sejak dulu.


“Rupanya ia benar-benar mati di tangan Poison ya. Sepertinya orang itu benar-benar menikmati pertunjukan dengan menyenangkan,” ucap Leo yang membuat Mera bingung karena tidak tahu apa yang dimaksud oleh Leo.


“Siapa yang kau maksud?” tanya Mera akhirnya, karena tidak bisa mengetahui orang yang dimaksud oleh Leo.


Leo hanya tersenyum dan mobil berhenti sebuah gedung yang cukup mewah, itu adalah Dorm Leo dan rekan-rekannya. Leo segera turun dari mobil karena ia harus bertemu dengan seorang yang sangat penting, yaitu asisten pribadinya.


“Jaga dirimu dan sampai jumpa lagi,” ucapnya dan turun dari mobil. Leo segera masuk ke dalam Dormnya tanpa menoleh ke belakang.


“Jalan!” Mera memberikan perintah kepada supirnya.


“Saya tidak tahu, kalau Anda merupakan kenalan dari Leo, Nona,” ujar supir itu. Ia benar-benar terkejut saat Nona yang ia layani mengajak seorang superstar pulang bersama. Mereka juga banyak mengobrol, akan tetapi ia tidak dapat mendengar karena sihir yang Mera buat.

__ADS_1


Sebenarnya ia sangat ingin meminta tanda tangan dari Leo, akan tetapi sebagai supir yang melayani majikannya, ia harus bersikap profesional. Barulah setelah Leo pergi, ia memberanikan diri untuk bertanya dengan Mera, mungkin saja akan ada sebuah kesempatan untuknya mendapatkan tanda tangan dari orang yang sangat putrinya sukai.


“Sebenarnya putri saya adalah penggemar berat grup mereka dan kebetulan Leo adalah biasnya. Jika Nona tidak keberatan apakah boleh saya meminta bantuan Nona untuk mendapatkan tanda tangan Leo?” tanya supir itu pada akhirnya.


“Kau benar-benar berisik ya?” Mera berucap dengan dingin, dan membuat supir itu merasa canggung.


“Beraninya manusia rendahan sepertimu menyebut nama penguasa dengan mudahnya. Sepertinya memotong lidah mu dan mengorbankan jiwa mu sebagai makanan boneka ku tidak cukup untuk menebus semua dosa hina yang sudah kau perbuat.”


Mendengar perkataan majikannya yang tidak biasa, membuat supir itu ketakutan. Keringat dingin membasahi tubuhnya dan detak jantungnya menjadi sangat cepat.


Apa yang terjadi dengan Nona Mera yang manis?


Di mana majikannya yang selalu tersenyum dan lembut?


Ketika supir itu melirik nonanya yang berada di bangku penumpang, ia tanpa sengaja melihat mata boneka kelinci yang berubah menjadi merah dan selanjutnya, bukan manusia yang mengendarai mobil yang ditumpangi oleh Mera.


Melainkan sebuah boneka kayu dengan setelanlah yang duduk di kursi kemudi.



Mera Julius, putri bungsu dari keluarga Julius. Dari ketiga keluarga utama, mereka adalah yang paling misterius. Mera Julius adalah putri bungsu dari dua bersaudara.


Dari 9 Black Lord, Meralah satu-satunya yang bersikap netral. Karena setiap pertemuan mereka di masa lalu, tidak jarang orang-orang membuat kubu masing-masing. Ia memiliki harga diri yang sangat tinggi sebagai Black Lord, karena itu siapapun yang tidak menaruh rasa hormat kepadanya dan rekan-rekannya yang merupakan sang penguasa, Mera tidak akan segan melenyapkan orang itu.


Berbeda dengan rekan-rekannya yang lain, Mera terbangun di usianya yang menginjak ke 5 tahun. Saat itulah kepribadiannya yang ceria dan menggemaskan berubah menjadi dingin dan menakutkan. Sejak Mera berumur 5 tahun dan menyadari siapa dirinya di masa lalu, ada banyak kasus orang hilang di kediaman mereka, dan secara bersamaan boneka yang dikoleksi oleh Mera terus bertambah banyak dan semangkin banyak.


Tidak ada kecurigaan sama sekali yang tertuju pada gadis berusia 5 tahun itu, meskipun itu terjadi Mera akan dengan mudah mengurus hal tersebut.

__ADS_1


......................


Bersambung...


__ADS_2