
Rabu pagi yang damai di rumah Noah. Saat ini Noah dan Lea sedang menikmati sarapan yang dibuat oleh Lea. Sejak hilangnya Ayah dan Ibunya di rawat di rumah sakit, Lea langsung mengambil tanggung jawab dalam urusan rumah tangga sedangkan Noah yang bertugas mencari nafkah.
Meskipun begitu, tidak jarang bagi Noah yang menyiapkan sarapan. Terutama beberapa minggu terakhir ini, karena Noah sudah lebih sering berada di rumah dibandingkan keluar untuk bekerja. Hal ini tentu membuat Lea sangat senang, karena ia tidak harus menghabiskan waktu sendirian di rumah.
Ia akhirnya memiliki teman bicara, meskipun entah kenapa sifat Noah kadang sangat dingin dari biasanya, walaupun begitu rasa sayangnya terhadap Lea tidak berubah setitik pun.
“Apa kakak akan bekerja hari ini?” tanya Lea, ia memberikan gigitan besar pada roti bakarnya.
“Ya, akan ada penaklukan di daerah kontruksi di dekat Mall, itu adalah gate rank C yang 2 hari lalu muncul,” jawab Noah meneguk habis susu cokelatnya.
“Sepertinya akan berbahaya,” guman Lea. Ketika Noah membahas persoalan Gate, Lea menjadi teringat dengan apa yang dibicarakan oleh Edmu. Lea sangat ingin membahas hal itu kembali, akan tetapi Noah tidak akan membiarkannya melakukan hal itu.
Tanpa sadar, gadis dengan rambut dikucir kuda itu menghela napas, membuat Noah yang sedang melihat televisi langsung menoleh kepadanya dan memasang ekspresi tanda tanya.
“Kau baik-baik saja?” tanya Noah khawatir.
Lea langsung menunjukkan senyum lebarnya, “Ya. Aku baik-baik saja, hanya sedikit lelah karena belajar.”
“Jangan belajar terlalu keras.”
“Tentu saja.”
…
Noah menatap sebuah bangunan yang belum sepenuhnya selesai. Di sebelah bangunan itu, terdapat sebuah bangunan besar yang memiliki banyak pengunjung. Itu adalah salah satu Mall terbesar yang ada di kota, di sebelah Mall itu terdapat sebuah tempat kontruksi yang sedang membangun sebuah bangunan baru.
Tidak ada pekerja di sana, hanya orang-orang yang Noah ketahui sebagai seorang Hunter yang akan menjadi rekan-rekannya dalam sebuah penaklukan ini.
“Kakak kau di sini!” Seorang pria dengan armor mewah yang menutupi seluruh wajah dan tubuhnya, tengah melambai dan berteriak ke arahnya.
Tampilan memalukan dan suara cempreng itu, tentu saja Noah mengetahuinya. Ia adalah Wawan.
__ADS_1
Bagaimana bisa ia menggunakan pakaian memalukan seperti itu? Lebih baik aku berpura-pura tidak kenal.
Noah mengabaikan Wawan dan berjalan ke sebelah seorang gadis cantik dengan rambut hitam yang diikat kucir kuda. Gadis itu menunduk seolah tidak nyaman dengan orang-orang di sekelilingnya.
“Lama tidak bertemu,” sapa Noah kepada wanita itu.
Mendengar suara yang tidak asing di telinganya, gadis itu mengangkat wajahnya dan betapa ia terkejut ketika matanya bertatapan langsung dengan manik hitam Noah.
Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, saking terkejut dan terharu. “Bagaimana bisa? Oh, Tuhan!” gadis itu yang tidak lain adalah Naomi tidak bisa mengendalikan perasaannya, air matanya tidak bisa berhenti mengalir. Perasaannya campur aduk, antara senang dan rasa bersalah.
“No-noah kau kah itu?” tanyanya dengan suara bergetar.
Noah menarik sudut bibirnya, “tidak bertemu selama bebera minggu dan kau sudah tidak mengenali ku?”
Naomi secara tiba-tiba langsung memeluk erat tubuh Noah dan menangis dalam pelukan pria itu. Menumpahkan semua kekhawatiran, ketakutan, dan kerinduannya kepada pemuda yang sangat ia cintai itu.
“Siapa gadis itu?” tanya Wawan, ia tidak jadi menghampiri Noah karena tiba-tiba ia melihat sabahat yang sudah ia jadikan sebagai saudaranya itu malah membuat gadis menangis.
Awalnya ia ingin menghampirinya dan menegur Noah karena memperilakukan gadis yang baru saja ia temui dengan sikap aneh begitu. Namun, saat ia melihat gadis itu langsung memeluk Noah, ia mengurungkan niatnya dan memilih diam saja.
“Sudah 10 tahun dan kau sama sekali tidak berubah ya, kecebong sawah!”
Tekanan kekuatan dengan tingkat berbeda tiba-tiba muncul ketika seorang pemuda memasuki wilayah kontruksi.
Wawan menatap pemuda itu dengan tidak senang, “Heh… Jadi pada akhirnya anjing gila terbebas dari talinya ya?” ujarnya menatap rendah pemuda itu.
Pemuda itu- Steven menyeringai dengan wajah sombongnya, “bersikaplah sesuka mu sekarang, karena kita tidak akan tahu bagaimana kedepannya nanti.”
“Oh, apa sekarang seekor anjing gila sedang memperingatkan ku?” Wawan menambah provokasinya, meskipun Steven menunjukkan wajah kesal dengan sangat jelas, tapi ia masih menunjukkan sebuah senyumnya.
Steven berjalan ke depan, ketika ia berada di dekat Wawan ia berhenti dan membisikkan sesuatu yang membuat Wawan mati kutu.
__ADS_1
Melihat respon dari Wawan, Steven jelas sangat puas. Rupanya tidak sia-sia ia pergi mengunjungi seseorang sampai membuatnya telat datang ke sini.
Ketika Steven melewati Noah, ia menatap remeh pada Noah dan segera menghampiri Zean yang sudah sejak tadi menunggunya. Zean menuntun Stevan masuk ke dalam mobil untuk membahas sesuatu, karena pembahasan bersifat rahasia, jadi tidak ada yang tahu apa yang sedang mereka bahas.
Noah melihat wajah pucat Wawan dan merasa khawatir, ia juga penasaran dengan apa yang baru saja dibisikkan Steven kepada Wawan, sampai-sampai membuat Wawan berekspresi seperti itu.
Sepertinya ada banyak hal yang akan mereka bicarakan nanti.
…
Suasana kelas Lea pagi ini terasa lebih berisik dibandingkan biasanya. Semua siswa siswi terkecuali Lea yang sedang sibuk dengan pikirannya sekarang.
Wilsa yang merupakan teman dekat Lea pun menghampiri gadis itu.
“Lea apakah kau sudah dengar?” tanya Wilsa langsung.
Lea melirik wajah sumringah Wilsa, gadis dengan rambut pendek yang modis itu pasti ingin memberikan informasi tidak penting lagi. Lea sangat ingin mengusirnya, karena ia juga tidak ingin tahu. Ia sedang sibuk dengan pikirannya sekarang, akan tetapi Wilsa bukanlah orang seperti itu.
Ia tetap akan bicara meskipun Lea sudah tahu atau tidak ingin tahu, masalahnya bukan dari Wilsanya, melainkan informasi dan gosip-gosip terbaru yang ia sampaikan sangat tidak penting untuk Lea ketahui.
Bayangkan saja, Senin tadi Lea diberi tahu kalau Ibu penjual nasi goreng yang menjual di kantin rupanya sedang pacaran dengan Mamang bakso yang berjualan di sebelahnya, dan kemarin Wilsa dengan semangat bilang bahwa kuku dari aktor favoritnya tidak sengaja terpotong sungguhan saat sedang melakukan shooting untuk drama terbarunya.
Dan ada banyak lagi informasi atau gosip-gosip yang tidak jelas, membuat Lea kesal mendengarnya. Dan sekarang omong kosong apa lagi yang ingin gadis itu sampaikan, maka Lea akan dengarkan dengan berat hati karena ia harap gadis itu segera pergi.
“Apa?”
“Eren si mayat hidup akan kembali ke sekolah mulai hari ini.”
......................
Bersambung...
__ADS_1
Like
Coment