POWER INFINITE

POWER INFINITE
POWER INFINITE | CHAPTER 09. Menjadi Pengangkut Barang


__ADS_3


[Nama: Noah]


[Lever: 35]


[Job: -]


[Title: Beast Killer]


[HP: 2000 | MP: 1500]


[Strength: 1500 | Vitality: 1700 ]


[Agility: 2000 | Intelligence: 2500 ]


[Dexterity: 2000 | Luck: 969]


[BP: 4578500 | Sense: 4200]


Noah menyeka keringat di dahinya, ia sedang berada di taman untuk melakukan misi harian. Ia sengaja keluar pagi-pagi karena ingin ia sudah mendaftarkan diri sebagai pengangkut barang di kelompok Hunter kecil yang sedang kekurangan anggota.


Ia tidak berencana berkontribusi, ia hanya ingin mengamati bagaimana keadaan gate tingkat C yang sedang sangat sulit untuk ia masuki. Syarat dari memasuki dungeon selain mendapatkan izin dari asosiasi hunter adalah Hunter yang dibawa minimal 10 orang dan Noah bergabung sebagai pengangkut barang.


Melihat levelnya sekarang, bukan sebuah masalah jika ia tiba-tiba bertarung melawan Boss Rank C atau B, ia sudah cukup kuat sekarang.


Cahaya biru lembut menghilangkan rasa lelah, setelah menyelesaikan misi hariannya, seperti biasa, sistem akan memberikan hadiah penyembuhan dan random box. Beberapa hari ini, Noah kurang beruntung karena hanya mendapatkan item sampah yang tidak terlalu berguna, jadi beberapa hari ini ia merasa kurang bersemangat itu membukanya dan memilih menyimpannya kembali ke inventory.



“Jadi, kau adalah Noah ya?” seorang laki-laki dengan tubuh yang cukup besar menghampirinya, ia adalah ketua party ini. Yah, Noah tidak terlalu peduli untuk hal itu sekarang, tujuannya adalah mengamati gate tingkat tinggi untuk menambah pengalaman, jadi bagaimanapun ketua party-nya Noah tidak terlalu pusing.


“Aku sangat senang dan merasa terbantu karena kau bersedia untuk ikut bersama kami.”


“Terimakasih, Pak.”


“Ngomong-ngomong berapa tingkatmu?” Pate yang merupakan ketua party dan juga merupakan satu-satunya seorang Hunter Rank B memberikan kesan ramah kepadanya, akan tetapi setelah Noah menyebutkan Rank-nya ia, ekspresi itu berubah dalam waktu kurang dari 1 detik dan kembali menjadi sosok yang ramah.

__ADS_1


Noah merasa aneh, tapi ia tidak berencana menjadi musuh, ia hanya akan diam dan mengamati.


“Hai, aku sudah dengar kalau kau adalah Hunter Rank F. Tapi, tenang saja, aku pasti akan melindungimu.” Seorang anak laki-laki yang sepertinya berusia lebih muda darinya menyapanya. Armor berkilau kualitas terbaik yang dikenakannya membuat Noah terdiam. Bahkan seorang Tank juga tidak akan menggunakan pakaian berat yang membuat dirinya kesulitan bergerak untuk menyerang lawan.


“Anu-“ Noah tidak tahu harus merespon bagaiman, tapi sepertinya ia akan menjadi teman yang berisik.


“Ah, di mana sopan santunku? Aku Wawan, Hunter Rank C. Sebenarnya ini adalah awal debutku. Tapi, tenang saja, aku pasti akan melindungimu karena aku sedikit lebih kuat dari mu,” jelas Wawan dengan percaya diri.


Pate kemudian memanggil semua orang untuk berkumpul dan membagikan tugas yang kepada semuanya. Noah menaikkan tas ransel yang penuh dengan alat dan senjata ke pungungnya, Wawan terlihat khawatir, tapi Noah berkata ia baik-baik saja, sehingga membuat Wawan terlihat cukup tenang.


Mereka pun segera masuk ke dalam Gate yang sudah terbuka.



“Pisau patah?”


Seorang pria dengan rambut berantakan mengangkat wajahnya dari bantal yang lembut.


“Memangnya ada orang seperti itu?” tanyanya kepada seorang gadis berkacamata berseragam SMA.


“Aku tidak bohong, padahal monster itu sudah ku perkuat dengan kekuatanku, tapi orang itu dengan mudah melenyapkannya dengan pisau yang sudah patah.” Gadis itu menggertakkan giginya kesal, memukul keras meja di sebelahnya.


“Apa kau punya rencana, Eren?” tanya Nadia.


Namun, laki-laki dengan rambut perak itu hanya menatap televisi dengan diam. Wajah tampan yang tenang itu sama sekali tidak bisa di tebak. Detik berikutnya ia tersenyum.


“Hmm, kita nikmati saja untuk sekarang, lagi pula tidak ada yang bisa dilakukan dengan wujud yang belum sempurna, kan?” ujarnya menatap manik cokelat Nadia dengan wajah yang sangat tenang.


“Mana mungkin aku bisa tenang? Kita tidak tahu kapan mereka akan bergerak, sedangkan kita semua belum berkumpul semuanya. Aku tidak peduli jika kau memilih untuk diam, tapi aku tidak akan.” Nadia meninggalkan Eren dengan ekspresi kesal.


Namun, Eren tidak terlihat kesal sama sekali. Wajah itu tetap tenang dan tersenyum lembut menatap pintu yang tertutup setelah dibanting oleh Nadia.



Seperti di perjanjiannya, Noah sama sekati tidak melakukan pertarungan melawan monster di dungeon. Ia hanya bertugas mengumpulkan kristal sihir dari monster dan membawa barang. Ia cukup kagum dengan kekompakkan 8 orang itu, mereka berhasil melawan monster tanpa bantuan dari Healer.


“Mereka sangat hebat,” ucap Wawan, membuat Noah yang sedang memungut batu kristal mengangkat kepalanya menatap pemuda itu.

__ADS_1


Setelah menghabiskan waktu di Dungeon, Noah dan Wawan banyak berbicara banyak hal. Noah juga mendapatkan banyak informasi yang tidak penting dari Noah, contohnya seperti silsilah keluarganya yang sangat kaya sehingga tidak takut akan jatuh miskin meskipun sudah menghambur-hamburkan uang.


Wawan juga mengatakan ia memutuskan untuk menjadi seorang Hunter sambil kuliah dan sekarang ia sedang mencari pengalaman untuk menjadi Hunter profesional dengan mengikuti penaklukan gate di manapun.


“Untuk tim tanpa Healer mereka memang hebat, tapi…”


Crack!


Noah membunuh seekor monster serangga hanya dengan meninjaknya. Ia kembali menatap 8 orang yang sedang bertarung dengan monster tipe serangga. Dari gerakan mereka, ada banyak hal yang tidak harus dilakukan sehingga waktunya tidak efisien dan terlalu menggunakan banyak kekuatan. Karena hal tersebut mereka mungkin akan kelelahan sebelum melawan Boss, itulah yang Noah pikirkan.


“Aku merasa sangat tidak berguna, padahal aku adalah seorang Tank.”


Wawan berbicara sambil menangis, sejak tadi ia tidak mengalahkan satupun monster serangga, tapi ia dengan sigap selalu dalam keadaan siap melindungi Noah.


“Bocah bodoh,” guman Noah dengan tersenyum.


Pate menaruh pedang besarnya di belakang perisau, ia tertawa keras karena berhasil mengalahkan monster serangga tanpa tersisa satu ekor pun. Begitu juga dengan ke 7 temannya, tampak yang bersorak gembira.


Setelah memantau keadaan, Pate menghampiri Noah dan Wawan. “Kalian baik-baik saja?”


“Ya, berkat kalian kami baik-baik saja, terimakasih, Pak!” Wawan membungkuk 90 derajat sebagai bentuk rasa hormat dan terimakasih, Pate tertawa keras melihat kelakuan Wawan. Ia meminta Noah dan Wawan segera menyusul yang lainnya dan ia akan menjaga bagian belakang. Namun, perhatiannya tidak sengaja teralih ke seekor mayat monster serangga yang sudah terbunuh.


Tidak ada irisan pedang sama sekali di sana, seperti tertijak oleh sesuatu.


“Seseorang berusaha menyembunyikan kekuatannya ya,” gumannya dengan senyum mengerikan.


“Lagi pula itu tidak penting juga.” Pate melempar mayat serangga itu, pandangannya beralih ke Noah dan Wawan yang sedang mengikuti 7 anggota lainnya untuk menuju lantai berikutnya, tidak ada yang tahu apa yang sedang orang itu pikirkannya terhadap kedua orang itu.


.


.


.


Bersambung...


Mohon dukungannya dengan memberikan like dan komentar 🤗

__ADS_1



__ADS_2