
"baiklah agar masalahnya selesai sebaiknya kita keruangan ceo karna dia ingin bertemu temanmu ini"dimaspun mulai melangkah dengan menarik vella keruangan bosnya itu.
tok tok tok
"masuk"
"maaf pak ini orang yang bapak cari"
"bawa masuk"alek dengan tampang datarnya dan auranya yang kuat menambah kesan seram siapapun yang melihatnya tapi tidak bagi vella,dia terlihat sinis menatap orang itu yang duduk angkuh di balik mejanya.
"ada perlu apa tuan ceo ingin menemui saya"vella pun tang menghiraukan tatapan dimas dan riska yang terkejut dengan nada bicara vella pada ceonya itu
"okh iya,saaya memang ada perlu sama kamu,bisa di jelaskan kenapa kamu bisa membawa berkas itu walau kamu bukan kariyawan di perusahaan ini."
vella hanya diam karna dia yang memang tak pernah mau banyak berbicara pada siapapun memilih diam dan melihat riska.
__ADS_1
"maaf pak,kenalkan ini vella,dia teman saya dan tinggal bersama saya,dia juga sering membantu pekerjaan saya pak dan baru saja dia mendapatkan bukti apa yang di lakukan rekan bisnis kita untuk proyek yang saya pegang pa,silahkan bapak lihat ini"dengan gugup riska menjelaskan karna vella yang menatapnya menandakan dia tak akan bicara apapun,dan riska menyerahkan bukti yang di bawa vella.
alex yang terkejut karna kecurigaannya terbukti tapi malah orang lain yang mendapatkan buktinyapun tetap memasang wajah datar dan memandang vella yang sedang menatapnya,dia kagum karna selama ini takpernah ada orang yang berani menatapnya kalo dia sedang berbicara,
dengan seksama diapun mengecek bukti yang di berikan riska padanya dan benarsaja apa yang d katakannya bahwa bukti itu akan merugikan perusahaannya dan menghancurkan proyeknya.
"baiklah,ini akan saya simpan.
dimas batalkan rapat hari ini dan jadwalkan rapat untuk para investor proyek ini besok"
"pak karna sepertinya tidak ada yang akan di bahas lagi saya permisi"vella pergi tanpa menoleh siapapun di ruangan itu.
setelah kejadian itu alex pun terkesima akan sikap pela yang berani bukan cuman cantik tapi juga pintar dan manis namun sayang karna dia memakai kacamata besa itu mengurangi kecantikannya dan tanpa sadar alex telah melamun membayangkan vella barusan,
riska yang barusan melihat bosnya melamun malah gugup dan ingin pergi dari ruangan itu.
__ADS_1
"maaf pak apa ada lagi yang diperlukan"suara riska membuyarkan lamunan alex dan baru menyadari masih ada riska di sana.
"oh iya kamu bisa pergi sekarang"
vella yang baru keluar dari kantor itu mulai berjalan untuk pergi ke cafe tempat ia bekerja,pas dia tengah membereskan meja di dapur koki di sebelahnya tanpa sengaja malah menjatuhkan pisau dan mengenai kaki vella.
"vella maafkan aku,aku benar-benar tak sengaja menjatuhkannya"
"tenanglah aku tidak apa apa nanti di balut juga berenti darahnya."vella dengan santai mengelap darah yang mengucur di kakinya tapi tak berhenti dan itu mengejutkan manajer kafe yang melewatinya.
"astaga apa yang terjadi di sini,kenapa vella bisa terluka"manajer itu panik melihat darah yang tak berhenti mengalir di kaki vella.
"sebaiknya kamu ke rumahsakit vell"ucap manajer
"baiklah pak saya permisi ijin besok saya baru kembali bekerja,"
__ADS_1