PRimadona Es

PRimadona Es
PE-27


__ADS_3

"Queen, sesuai perintah anda, kita sudah masuk di 3 teratas se amerika,lalu apa selanjutnya queen"tanya seorang pria.


"sebenarnya bukan aku yang turun tangan,tapi kalianlah yang akan melakukannya.


aku ingin kelompok kita di takuti di seluruh asia, sebaiknya kalian bergegas, karna waktu kita hanya tinggal 1thn, kalian akan menyebar di berbagai wilayah dan aku akan mengontrol rencananya dari jauh,


hehehhe,,,aku tak sabar ingin melihat semua orang yang pernah menyakiti qu dan ibuku menderita."senyum iblis yang di perlihatkan vella membuat semua pria yang ada di sana merinding ketakutan.


yah vella adalah ketua dari geng Silhouete.


awalnya vella hanya mengambil alih sebuah geng kecil di amerika, tapi berkat ilmu beladiri dan kecerdikan vella dia mengubah geng itu menjadi senjata pembunuh dan langsung mengambil alih dunia bawah di amerika.


setelah vella mengetahui apa yang terjadi pada ibunya diapun menyelidiki siapa saja yang terlibat dan mengetahui dunia bawah juga melindungi sang paman, itu sebabnya vellapun nekat membuat gengnya sendiri, karna tanpa mengalahkan pendukung pamannya dia tak akan pernah bisa membalas perbuatan pamannya itu.


siangpun menjelang vella bergegas bersiap untuk pergi ke rumah tasya, setelah sampai dia di sambut beberapa pelayan di pintu utama,


"waw ternyata memang mereka keluarga yang kayaraya, pantas alic berambisi ingin menikah dengan alex"fikir vella takjub.


"selamat datang vella, mari masuk"sapa tasya.


"siang tante,maaf datengnya telat, soalnya tadi masih ada urusan"sungkan vella.


"gax apa-apa, santai aja, gax usah canggung gitu, panggil bunda aja jangan tante, biar lebih akrab gituh."


"iya tan ehh bund, makasih atas undangannya"vella merasa gugup sebab selain tetangganya mirna yang dulu menolong vella, tak ada wanita yang baik padanya.


"nah gitu dong, sini duduk kita ngobrol dulu sampe makan siangnya siap"tasya menggandeng tangan vella untuk duduk di ruang keluarga.


vella yang di perlakukan seperti itu amat senang,dia merasakan kasih sayang dari sosok wanita paruhbaya di depannya itu,


fras yang melihat vella dan istrinya sedang berbincang dan tertawa tak ayal merasa senang, pasalnya dia jarang melihat istrinya bisa tertawa lepas seperti itu.


"wah ternyata vella udah dateng, lagi ngomongin apa nih sampe ketawa heboh gitu"fras yang tersenyum menghampiri dua wanita beda usia itu duduk di samping istrinya.


"iya om, nie bunda lagi cerita soal masa mudanya"goda vella dengan senyum manis yang baru pertama kali diperlihatkannya setelah insiden yang di buat bram padanya.


tasya dan fras pun terkesima melihatnya, mereka bisa menilai bahwa vella anak yang manis dan ceria, tapi mereka tak mengetahui apa yang terjadi padanya sehingga membuatnya beku bagai gunung es.


"masa panggil om sih, ayah dong biar sama kayak bunda"rajuk fras sambil memonyongkan bibirnya.


"tuhkan vell, bunda gax boong, kalo dia merajuk tu pasti monyong kayak bebek,


muka aja sangar tapi kelakuan kayak bocah"ledek tasya.


"heh emang bunda enggax, bunda juga kalo merajuk udah kaya bocah,pasti nangis ngadu sama al"balas fras


vella yang melihat mereka sudah tak bisa menahan tawanya.


"hahahahahah,,,,maaf yah bund kalian memang mirip bocah,,masa gitu aja bisa cekcok,hahaha"


tasya dan fras senang bisa membuat vella nyaman berada di rumah mereka,tanpa di sadari alex yang menyaksikan perdebatan merekapun tersenyum senang melihat vella yang tertawa tanpa beban,sejak awal bertemu vella, alex memang melihat sosok vella seperti sedang memiliki beban yang membuat pribadinya menjadi dingin tak tersentuh, dan untuk pertama kalinya dia bisa melihat wanita itu bisa tersenyum dengan lepas.


"ekhemmm,kayaknya seneng banget sampe gak sadar anaknya pulang"deheman alex membuat semua orang menoleh kearahnya.


"ehh al, kok kamu pulang sih, katanya ada miting penting"bohong tasya.


"iya bund, tapi berkas mitingnya ketinggalan jadi di tunda besok deh.


tapi kok vella bisa kesini sih bund, bunda gx bilang juga, kalo tau vella dateng al gak bakalan kekantor tadi."sambil melangkah menghampiri mereka al terus memandang wajah vella yang gugup mengetahui kedatangannya.


sebenarnya vella gugup karna memandang wajah tampan alex,senyum menawan al bisa membuatnya salah tingkah, saat pandangan mereka bertemu vella menunduk menyembunyikan kagugupannya.


"iya memang bunda yang minta vella dateng buat makan siang, bunda sengaja gax kasih tau kamu biar vella nyaman, kamu sih kemaren nekat banget bilang kayak gitu depan banyak orang, jadi vellanya kabur deh."


"iya bund,sekarang boleh gax al bicara sama vella berdua aja"mohon alex.


"yaudah ayah bunda tinggal kekamar dulu yah,"tasya dan fras hendak beranjak tuk pergi.


"thanks bund"


setelah kepergian tasya mereka hanya terdiam, bingung tuk memulai percakapan dan akhirnya alex yang memulai.


phuhhh...

__ADS_1


"vell, kamu harus dengerin penjelasan aku,


sebenarnya aku memang menyukaimu disaat pertemuan pertama kita, awalnya aku kira perasaan ini hanya sementara,tapi selama seminggu aku tak melihat mu, aku sadar bahwa aku sudah jatuh cinta padamu.


aku mulai mencari tahu semua tentang dirimu, tapi tak pernah ada hasil.


jujur aku frustasi dan terus mencarimu, sampai 2thn berlalu, aku selalu membayangkan mu, akhirnya aku datang kesini dan setelah 1thn aku akhirnya bertemu lagi dengan mu, saking senangnya aku mengatakan perasaan ku tanpa meliihat situasi, karna aku tak mau sampai kehilangan mu lagi.


maaf mungkin kamu malu atas tindakan ku,tapi aku tak bisa menahan perasaanku lagi,


jadi ku mohon jangan menjauhiku, walau kau tak mau menerima perasaan ku, setidaknya kita masih bisa berteman kan,,


fless jangan menjauhiku lagi."


tak terasa air mata alex menetes membasahi pipinya, dia merasa vella akan menghilang dan tak mau melihat wajahnya lagi.


vella yang mendengarkan penuturan alex pun merasa binbang atas apa yang akan dia lakukan, tapi tak di sangka vella bangkit dari duduknya dan menghapus air mata di pipi alex.


alex yang merasakan seseorang menyentuh pipinyapun mendongak memandang siapa sosok itu dan betapa bahagianya dia saat melihat orang itu adalah vella.


"kamu salah, aku bukan malu, tapi aku hanya bimbang."jawab vella sambil duduk di samping alex.


"aku tau kau orang yang baik, jadi aku akan cerita sedikit tentang perasaan ku terhadap lelaki..


dulu sewaktu masih smp, aku menyukai seorang pria, kami sangat dekat tapi tak pernah berpacaran, aku selalu minder dengan latar belakang ku dulu, tapi asalkan bisa dekat dengannya aku membantu dia belajar sampai membuatkan dia proposal proyek untuk perusahaan keluarganya.


tapi suatu hari aku malah melihat dia bersama sepupu ku dan mengatakan hanya ingin memanfaatkan diriku untuk mewarisi perusahaannya lebih cepat, aku kecewa tapi tak bisa berbuat apapun karna aku bukan siapa-siapanya.


setelah lulus aku juga mengalami kejadian buruk mengenai laki-laki, dan itu yang membuat aku trauma pada hubungan cinta, tapi mendengarmu mengatakannya aku bimbang, dan lebih memilih melarikan diri,


maaf membuatmu berfikir demikian, tapi untuk sekarang ini, aku belum siap mengambil keputusan apapun, semoga kau mengerti"entah kenapa vella ingin menjelaskan apa yang di alaminya pada lelaki yang belum lama di kenalnya ini, tapi tak di pungkiri sekarang dia merasa nyaman saat berada dalam keluarga etrama, dia merasakan kehangatan dalam keluarga ini, cinta dan sayang yang tulus antar keluarga, tak ada kecanggungan dalam bercengkrama dengan tasya ataupun fras,dan sangat nyaman saat ada di dekat alex.


"maafkan aku vella, aku begitu egois sampai tak memikirkan perasaan mu.


aku tak akan memaksamu untuk bersama ku, tapi bolehkah aku bisa selalu dekat denganmu


walau sebbagai sahabat"mohon alex.


"tentu, walau aku belum bisa memberikan apa yang kau mau, aku tetap bisa jadi sahabatmu."senyum vella berikan pada alex tuk menghibur hatinya.


"ok,, tapi aku katakan padamu, aku bukan orang baik, jadi bisa saja aku memanfaatkan mu"gertak vella.


"ouh benar begitu,, kalo iya dengan senang hati aku siap di manfaatkan olehmu"merekapun tertawa dengan riang sambil terus mengobrol tentang keseharian mereka. tanpa sadar tasya dan fras memperhatikan mereka saat turun dari tangga.


"ayolah, sebaiknya makan siang dulu, ini sudah sangat siang, nanti kalian lanjutkan obrolan menyenangkan kalian"goda tasya sambil tersenyum melihat mereka yang sedang asik tertawa dan tanpa di sadari tangan mereka saling menggenggam.


mereka yang sadar langsung terperanjak dengan vella yang sudah tertunduk malu serta alex yang hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"bunda ini, suka kali lah jailin anak sendiri"frotess fras yang kasian melihat vella dan alex yang sudah salah tingkah.


"bunda mana ada jailin anak yah, bunda cuman ngingetin aja, ntar mereka lupa makan karna keasikan pacaran"


mereka duduk di meja makan dan mengambil makanan masing-masing.


dan mereka makan dalam diam sambil menikmati makanan mereka.


setelah selesai mereka duduk di ruang tv.


"oya al, kamu gax balik kantor kan, soalnya temen ayah ngundang ke rumahnya dan sekalian mau periksa kesehatan bunda, nanti kamu antar vella pulang yah."


"ok yah"sambil mengedipkan mata pada bundanya, karna dia tau bundanya sengaja memberikan waktu tuk dia bersama vella.


"kalo gitu bunda sama ayah siap-siap dulu,kalian lanjutin aja pacarannya, lebih enak sih di taman belakang sambil menghirup udara segar."saran tasya agar membuat mereka santai saat mengobrol.


"mana ada kita pacaran bund."protes vella.


"lakh kalo gax pacaran terus tadi pake pegangan tangan itu apa.


tenang aja bunda sama ayah setuju kok, ntar kamu bilang aja kapan mau di lamarnya, tapi lebih cepat lebih baik"goda tasya membuat wajah vella semakin merah dan akhirnya tertunduk malu.


"udah akh, bunda malah godain vella, kasian tuh udan kayak kepiting saus tiram mukanya,


lagian kami emang gax pacaran bund, tapi dalam proses pendekatan"jelas alex.

__ADS_1


"alah bilang aja kalo kamu di tolak al"ledek fras.


"lah ayah kalo ngomong suka bener..


mana mau vella sama al yang dinginnya ngelebihin kulkas kayak gitu"tambah tasya.


"ayah ama bunda ini seneng kali kalo lagi ngeledek al, udahlah al bawa vella ketaman aja, sanah tapi mau pergi ntar telat lagi,ayo vell kita ke belakang, kalo di sini terus bisa-bisa habis di ledekin terus."kesal alex.


"ciehh, ngambek tuh anak,,dasar bocah"cibir tasya.


"yah bund, coba ngaca"teriak alex yang berlalu pergi.


sampainya di taman vella terkesima memandang begitu luas taman itu,dipenuhi berbagai macam bunga dan ada juga pohon mangga dan jeruk d sana serta masih banyak pohon buah lainnya yang di tanam menghiasi taman yang seluas kebun itu.


alex mengajak vella duduk di bangku taman yang ada di bawah pohon mangga yang rindang,vella yang masih memandang keindahan bunga di sana tak menyadari bahwa alex memandangi wajah berseri vella,


dan saat vella sadar dia mulai ingin bicara dengan serius pada alex.


"al, aku dengar kau dekat dengan alic, bahkan sampai ingin menikah dengannya"


"apakah kau cemburu"


awalnya lex memang kaget tapi justru dia senang berarti vella peduli padanya.


"entah lakh, saat pamanku mengatakannya, aku memang merasa kesal entah sebab apa, tapi kalo iya aku juga tak akan menghalangi ataupun melarang mu"entah kenapa vella tak menyangkal,dia hanya ingin jujur akan perasaannya.


"itu tidak benar, sejujurnya aku dekat dengannya hanya untuk bisnis dan supaya bisa dekat denganmu, tapi ayah melarang niatku, dia bilang itu akan menjauhkan mu dari ku, dan aku tak mau itu terjadi, so aku akan menjauh darinya."


"apakah aku bisa meminta bantuan mu"tanya vella.


"tentu,apapun itu akan ku bantu"kata alex dengan yakin.


"bertindaklah layaknya biasa orang berbisnis,jangan jauhi dia dan jangan terlalu dekat dengannya, berhati-hatilah dia penuh dengan akal licik, dan tolong, jangan bilang pada siapapun kalo kita sedekat ini"minta vella sambil menatap mata alex dalam.


"memang kenapa dengan mereka, kemarin juga dia berkata yang buruk tentang mu"heran alex.


"huhhh,,al keluargaku tidak sebaik yang orang luaar lihat, aku memang memiliki dendam pada mereka walaupun mereka adalah keluarga ku.


dan bisa kau lihat pamanku menganggap aku adalah ancama bagi dirinya mewarisi harta kekayaan keluarga agatha, itu sebabnya mereka mendekati mu."


alex teringat perkataan alic waktu itu dan dia paham apa yang sedang di alami vella.


"ok, apapun akan aku lakukan, termasuk membalaskan dendam mu, aku tau kau belum bisa cerita pada ku, tapi percayalah aku akan mendampingimu menghadapi apapun itu."


"thanks al, sekarang hanya kau yang bisa aku percaya, terimakasih sudah mau membantuku dan saatnya nanti kau akan tau apa yang terjadi di kluarga ku,sekarang kita mainkan permainan ku untuk sepupuku yang licik."senyum vella memang manis tapi sekarang senyum itu bercampur dengan kengerian yang membuat siapapun takut.


"tak masalah, aku akan manjalankan perintaahmu dengan baik, dan ya aku memiliki 15% saham di perusahaan itu apakah itu berguna untuk mu"tanya alex.


"itu akan berguna nanti,lebih baik lagi kalau memiliki lebih banyak saham itu tapi tanpa di ketahui oleh mereka, itu akan jadi senjata yang mematikan bagi mereka kelak"


"itu gampang, aku akan mengerjakannya tanpa jejak, apapun itu kau segalanya bagi ku"


mereka akhirnya saling tersenyum bahagia,


alex bahagia karna akhirnya vella bisa terbuka padanya walau belum sepenuhnya tapi ini awal yang bagus bagi hubungan mereka.


sedangkan vella bahagia karna akhirnya ada seseorang yang sangat mengerti atas dirinya melebihi keluarga kandungnya ataupun yang mengasuhnya.


________________________________________


lanjut besok ya,,,


ini sebenernya 4 bab tapi ku bikin jadi 1 bab,untuk minta maaf karna mulai jarang update,


terus dukung Authornya ya dengan cara,


like


vote


tip


atau commen..

__ADS_1


makacih ya........


__ADS_2