
" al, maukah kau menjadikan ku istrimu, menemaniku di sisa umurku, menjadi tempatku pulang saat aku lelah menjalani hidupku"
alex yg mendengar permintaan vella sontak menegakan badannya menyejajarkan dengan vella.
" apa katamu tadi "
" udah lah kalo kamu gx denger, aku maless ngulang lagi." vella yg memasang tampang sebal hendak berbalik menuju kamar mandi, tapi sebelum itu alex lebih cepat membawa vella dalam pelukannya.
" rasanya seperti mimpi yank, aku bahagia banget, apa kamu serius mau jadi istri ku "
" ya itu juga kalo kamu mau nikahin aku, tapi kalo gx aku tinggal pegi aja."
" pasti aku nikahin kamu yank, bila perlu sekarang kita ke kua."
pltak,,,,
" kamu kira mau beli tiket tinggal pergi aja. semua itu butuh proses."
__ADS_1
" baiklah, aku akan mulai persiapannya, thanks sweety, aku berjanji akan menemanimu di masa apapun itu, dan membantumu walaupun nyawaku taruhannya."
" thanks al, kau selalu menjadi penyemangat ku "
" i'ts ok sweety, karna kau sudah jadi separuh hidup ku."
alex dan vella larut dalam kebahagiaan akan pernikahan mereka dan bisa melupakan sejenak permasalahan yang tengah mereka hadapi.
di rumah sakit, william yang telah di bawa ke rumah sakit oleh brian dan sesil baru sadarkan diri.
dia mengalami serangan jantung akibat syok yang berlebihan.
walau hati dan fikirannya masihlah kacau tapi dia juga tak bisa membiarkan ayahnya begitu saja,
penyesalan yg kian berat di tanggungnya kini setelah tau kebenaran yg amat sulit di terima.
sesil yang melihat kakeknya sudah sadar langsung menghampirinya, berbeda dengan brian yang masih mematung dengan tatapan kosongnya menerawang begaimana nasip putrinya yg dia yakini amat tersiksa oleh kenyataan itu.
__ADS_1
" kek, bagai mana keadaan kakek, apa masih ada yg sakit." ujar sesil
" tidak nak, kake baik-baik saja, dimana kakak mu vella " william yang tak menemukan orang lain selain brian dan sesil bertanya dan hendak memastikan bahwa cucunya yang lain sudah mau memaafkannya.
" kaka tak berada di sini kek, dia pergi " sesil menjelaskan seraya tertundu memikirkan pasti kakaknya takan mau datang karna kekecewaannya.
" maafkan kakek sesil, karna kesalahan kakek, kalian harus kehilangan ibu kalian." air mata yg hanya bisa keluar karna penyesalan yg tak bisa mengubah apapun, william hanya bisa meratapi nasip yang tak ber pihak padanya.
" yang lalu biarlah berlalu kek, sesil sudah memaafkan kakek, tapi seharusnya kakek tau, yang lebih menderita di sini adalah kak vella kek, setidaknya aku bisa merasakan kasih sayang kalian sedari kecil, tapi kakak "
" iya, kau memang benar, kakek yang membuat dia menderita dan kakek akan berusaha meminta maaf padanya walaupun harus bersimpuh akan kakek lakukan demi mendapatkan maaf kakakmu "
" memang sebaiknya begitu, karna takan terbayangkan oleh kita apa yang telah di lalui gadis itu sampai bisa seperti ini, dan aku takan menyalahkan anakku atas runtuhnya keluarga kita, karna semuanya juga bermula dari mu ayah " ujar brian datar
mereka akhirnya tenggelam dalam fikiran masing-masing.
dikediaman etrama, tasya dan fras yang sempat dibuat khawatir karna kedatangan vella yang dalam keadaan menangis tersedu kini di buat heran dengan tingkah anaknya yang menyuruhnya berkumpul di ruang keluarga.
__ADS_1
dengan masih terheran-heran dengan apa yang terjadi mereka malah di buat bingung dengan putranya yang hanya tersenyum bahagia sedari tadi.