
pagi yang cerah, alex bangun dengan senyum mengembang di bibirnya, dia bahkan tak sabar menantikan pertemuannya dengan wanita pujaannya,
setelah berpakaian rapi alex hendak turun untuk sarapan tapi langkahnya terhenti oleh dering telpon di ponselnya, dan diapun semakin malas saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"ngapain sih nie orang, pagi-pagi udah ganggu orang seneng aja"batinnya kesal.
"halo, ada apa alic"dengan suara malasnya.
"iya hallo, pagi alex, nanti siang bisakan kita tandatangan kontraknya sambil makan siang?"jawab alic semangat karna ingin cepat dekat dengan alex.
"maaf alic, aku tak bisa makan siang denganmu, kalau masalah kontrak, akan di jadwalkan asisten ku dimas, dia akan menghubungimu nanti"
"baiklah kalo begituh, mungkin bisa lain kali saja."kata alic kecewa.
"tentu, kalo tidak ada apa-apa lagi, aku matikan saja, masih ada yang harus aku lakukan, see you"
tut....
"huh kirain ada masalah penting, mengganggu saja"gerutu alex.
__ADS_1
al turun dan menghampiri ayah dan bundanya yang sudah lebih dulu duduk di meja makan.
"morning yah, bund"sambil mencium kedua pipi bundanya.
"pagi nak"jawab serempak fras dan tasya.
"seneng banget kayaknya anak bunda pagi ini, emang ada apaan al"
"lakh masa bunda lupa, hari ini kan vella akan dateng makan siang di sini"
"iya ya, bunda hampir lupa, oya al, nanti kalo kamu ngobrol ama vella jangan langsung kayak kemaren, ntar vellanya kabur lagi"
"yah bundakan cuma bilangin aja sama kamu,
bunda pengennya sih kemu bisa cepet-cepet jadian sama dia, trus nanti kita langsung lamar dia, betulkan yah"
"ayah sih terserah bunda aja, tapi ayah saranin sebelum bunda lamar dia, bunda harus bikin dia nyaman di kluarga kita"
"itumaah pasti atuh yah, bundakan pengen juga bisa deket sama menantu kita nanti"
__ADS_1
"udah akh, masa malah kalian yang debat sih, al berangkat dulu ke kantor lah bund, masih ada kerjaan, nanti siang al pulang "
"oya al, nanti siang kalo kamu pulang, bilang aja kalo kamu gax tau vella bakal ada di rumah kita, nanti kamu cari alesan apa kek buat pulang, ok"
"ok bunduqu, al pamit dulu ya, asalamualaikum."setelah mencium tangan kedua orang tuanya alex pergi melajukan mobilnya ke perusahaannya.
di kediaman agatha semua orang tengah menikmati sarapan dengan tenang.
"ekhemm. pah alic kemaren udah dapetin proyej dari PT galaksi itu loh, dan kayaknya mereka sedang dekat-dekatnya, dan kemaren juga aku dah nemuin tuan fras danvistrinya tuk menjodohkan mereka, dan tuan fras pun gax keberatan"oceh gerry dengan bangga, sebenarnya dia hanya ingin melihat bagaimana reaksi dari vella setelah mengetahui kedekatan alic dan alex.
tapi vella sama sekali tak bergeming, bahkan dia seperti acuh mendengarnya walaupun brian hendak menyela perkataan gerry tapi vella hanya memberi isyarat untuk tida mengatakan apapun.
tak terduga vella memang merasa sakit mendengarnya, bahkan setelah menyatakan cinta pada waktu itu dan sekarang malah dekat dengan sepupunya, vella hanya memasang wajah datarnya, mungkin dia akan mendapat jawaban dengan datang ke rumah tasya nantinya.
"baguslah, kalo samapai keluarga kita menjadi dekat dengan keluarga etrama, saham perusahaan akan naik"wiliam sangat senang karna didikannya tak sia-sia.
"iya pah, semoga saja mereka memang berjodoh"harap gerry.
"semoga"balas wiliam.
__ADS_1
selesai sarapan semua orang pergi melakukan aktivitas masing-masing, termasuk vella yang datang kesuatu tempat yang tersembunyi dan menjumpai beberapa pria yang terkesan menyeramkan.