PRimadona Es

PRimadona Es
PE_28


__ADS_3

"baiklah, ini sudah sore, aku harus pulang sekarang"ucap vella hendak berdiri tapi tangannya tertahan oleh alex.


"tunggu"tanpa basa basi alex memeluk vella, yang di peluk pun tak juga menghindar tapi masih ragu untuk membalas pelukannya.


"vella, izinkan aku menyayangi mu. aku tak rela jika kau dekat dengan pria lain selain aku.biarkan cuman aku yang memanjakanmu, aku yakin cepat atau lambat kau pasti bisa mencintaiku."masih memeluk vella yang tegang atas perlakuan alex,


vella tau lelaki yang ada di depannya ini tulus menyayanginya, tapi dalam benak vella dia belum yakin alex bisa menerima semua masalalunya yang kelam itu,dan diapun masih belum siap tuk menceritakan segalanya.


"biarlah waktu yang menentukan takdir kita kelak al, karna aku belum siap tuk melanjutkan hidupku sebelum beban yang semakin besar ini lenyap dari pundakku"batin vella seraya membalas pelukan alex.


"heh, belum pacaran aja udah mulai posesif, apa lagi udah pacaran, kayaknya bakal di masukin sangkar aku nya"vella memang berusaha mencairkan suasana yang mulai canggung itu.


alex yang mendengarnya melepas pelukannya dan menatap mata vella.


"aku memang posesif tapi gax akan sampe buat kamu terkurung dalam cinta aku vell,


vella sayang, meskipun kamu belum bisa nerina aku, tapi kamu udah mulai membuka diri kamu sama aku, jadi aku yakin, kamu bakalan jatuh cinta sama aku.


dan pastinya aku akan berusaha keras sampai kamu jadi milikku"


vella yang baru pertama kalinya ada pria memanggilnya sayang hanya bisa tersenyum,dua senang karna ada pria sebaik alex di dekatnya, dia hanya perlu waktu untuk meyakini jika alex tak akan meninggalkannya walau tau masalalunya, dan hanya waktu dan kebersamaan merekalah yang akan mulai meyakinkannya.


"thanks al, aku janji sama kamu, setelah nanti aku siap ceritain masalaluku, aku akan memberikan jawaban ya saat kamu memutuskan bertahan bersamaku"janji vella yang memang sudah ia fikirkan dari tadi.


"ok, aku akan sabar menanti hari itu, dan aku harap kau menepati janjimu.


sebaiknya ku antar kau pulang, kalo tidak bunda akan mengamuk nanti"

__ADS_1


"ok, sebenarnya aku bisa pulang sendiri jadi kau tak usah mengantar ku, lagian jika kau mengantar nanti mereka akan lebih waspada pada ku"


"baiklah, setidaknya aku antar beriringan denganmu, untuk memastikan kau selamat sampai rumah, kau tau sendiri kan bunda seperti apa"ngeri alex membayangkan bundanya akan marah kalo sampai alex tak memastikan keselamatan vella.


"hehehe, tentu, dan aku harap rencana ku berhasil, sekali lagi terimakasih kau mau membantuku."sampai lah vella di depan mobilnya, dia melambai pada alex dan melaju kejalan mengarah rumahnya yang di iringi mobil alex di belakang mobilnya.


sudah 6 bln sejak kunjungan pertama vella ke mansion etrama, dan semenjak itu vella semakin dekat dengan alex, bahkan tak jarang vella menyempatkan diri mampir berkunjung sekedar menyapa tasya yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.


hubungan bisnis antara alex dan alic pun masih berjalan dan alic tampak terus berusaha mendekati alex dengan berbagai macam alasan, tapi sayangnya alex tak pernah merespon atas rayuan yang selalu di lakukan alic saat mereka bertemu, bagi orang lain alex selalu bersikap dingin dan kasar, tapi lain halnya saat ada di rumah atau sedang bersama vella.


bagi vella alex cukup menyebalkan karna bermacam macam gombalan selalu terlontar dari bibirnya. bahkan dia sekarang tak ragu untuk sekedar bermanja dan bersandar pada vella.


vella pun tak pernah keberatan atas sifat alex yang seperti itu, karna hatinya memang sudah luluh oleh alex saat pertama mereka berbincang di mansionnya.


rencana vella terus di jalankan, bahkan alex yang tak tau ujung pangkal permasalahan antara keluarga vellapun masih setia membantu vella tanpa menuntut penjelasan.


pagi itu vella yang sudah janjian dengan alex akan datang ke mansion etrama, alex tentu saja senang setiap kali vella akan datang kerumahnya, bahkan dia sengaja menyuruh ayah dan bundanya untuk pergi sementara waktu agar tak mengganggu dia bersama vella.


setelah siap membersihkan diri dan berpakaian rapi namun santai alex keluar menunggu vella di teras mansionnya, sampai akhirnya mobil orang yang di tunggunya sudah nampak di halaman mansion besar itu.


alex bahkan menyambut vella dengan senyuman hangatnya.


"hay al, kenapa pakai menyambutku segala,"sapa vella saat keluar dari mobilnya dan membawa tas berisi laptopnya.


"hay yank, gx apa-apa kok. aku juga lagi senggang, jadi iseng nungguin kamu"dengan cengiran alex menggandeng tangan vella masuk menuju ruangan di lantai dua mansionnya yang sering di gunakan alex untuk bersantai menikmati pemandangan kebun bunga dari dinding kaca yang menghadap ke kebun bunga belakang rumahnya.


"al, aku ingin menceritakan sesuatu pada mu,

__ADS_1


aku harap kau tak akan berubah saat tau semuanya nanti"dengan ragu vella membuka pembicaraan mereka yang tengah duduk di atas sofa menghadap jendela kaca.


"apa kau yakin ini sudah waktunya aku tau apa masalah mu, sebenarnya aku tak peduli apapun itu, kau tau seberapa besar perasaan ku padamu bukan.


tapi aku memang sedikit penasaran akan masalah antar keluargamu yang sampai bisa membuatmu menjadi sosok yang amat dingin bahkan dengan keluarga mu."


"jadi tolong dengarkan aku, aku akan menjelaskan semuanya.


sebelum itu kau harus melihat sesuatu."vella dengan segera membuka laptopnya dan menunjukan video cctv saat peristiwa yang menimpa ibunya itu.


alex terlihat sangat fokus menonton video itu dan setelah selesai vella pun menjelaskan secara rinci tentang kejadian dan semua sosok dalam video itu.


"ini adalah rekaman cctv di kediaman agatha, setelah datang ke rumah itu aku mendengar cerita tentang ibuku versi mereka, tapi aku menemukan banyak kejanggalan atas tuduhan pembunuhan paman bara yang di sebabkan oleh ibuku, dan sejak itu aku menyelidiki semua kejadian itu.


saat aku. masih dalam kandungan ibuku, kakek sangat senang dan akan memberikan 25% saham yang ia punya pada ku dan sesil, tapi paman gerry tak terima anaknya yang juga masih dalam kandungan istrinya tak mendapatkan apapun, jadi dia menyusun rencana tuk menghancurkan ibuku dan membuat kami tak bisa lahir kedunia,


ini, saat itu setelah pesta, gerry memasukan racun pada makanan bara, dan di saat semua sibuk dengan bara yang di larikan k rumasakit istrinya mona menaruh sisa racun pada lemari pakaian ibuku, dan saat bara meninggal mona bilang bada semuanya bahwa racun itu ada pada ibuku, dan akhirnya ibuku di perlakukan buruk oleh mereka, bahkan ayahku tak mau menolong ibuku dan lebih percaya pada gerry dan istrinya.


setelah itu ibuku langsung pulang ke negara asalnya di indonesia, dan lolos dari jebakan gerry yang akan membunuhnya, tapi aku tak tau apa yang terjadi setelah ibu melahirkan kami dan aku sampai bisa di culik, tapi bara mendapatkan apa yang dia inginkan, setelah sesil dewasa dia tak pernah mau menyentuh perusahaan kake dan ayah lebih memilih melanjutkan inpian bara, oleh sebab itu hanya gerry dan alic yang bisa mewarisi perusahaan itu, tapi sekarang aku akan menghancurkan apa yang telah di rebut dari ibuku, dan akan membalas atas rasa sakit yang telah di alami ibuku atas fitnah gerry itu."menjelaskan semuanya membuat hati vella serasa tersayat belati yang amat tajam, bahkan alex amat merah dengan apa yang terjadi pada gadis yang di cintainya, dia marah pada siapapun orang yang membuat wanitanya meneteskan air mata.


"kalo begitu sebaiknya kita bergegas untuk menghancurkan mereka,,aku akan buat dia bersujud di kakimu atas apa yang dia perbuat dulu"janji alex pada vella.


"tunggu dullu, itu hanya sebagian kecil masalaluku.


bukankah kau penasaran kenapa aku selalu menolakmu dan tak pernah mau dekat dengan lelaki"


"aku tak akan memaksamu bercerita vell, jika kau siap untuk bercerita maka aku akan selalu siap mendengarkan"tutur alex.

__ADS_1


"aku di besarkan dalam keluarga lingga, setelah usiaku menginjak 11 thn, ibuku meninggalkan ku beserta kedua adikku, dia kabur karna tidak tahan menghadapi siksaan ayah setiap hari.dan akhirnya aku yang menanggung tanggung jawab sebagai ayah sekaligus ibu bagi kedua adikku, kami hidup dalam kesusahan, tapi aku mampu melaluinya walaupun berat, aku bahkan membuang masa remajaku untuk bisa bertahan hidup dengan kedua adikku, bahkan sebanyak apapun keluarga di sana tak ada seorangpun yang sudi membantu kami.


__ADS_2