
"lihatlah tuan william, apa ini cucu yg kau banggakan itu. cucu yg lebih kau percayai dari pada cucu kandungmu sendiri. tapi yg ku lihat dia hanya seorang gadis arogan dan tamak, dia bahkan tega mengambil apa yg menjadi milik orang lain dangan cara liciknya, bahkan memanfaatkan kasih sayang mu untuk menguasai harta milikmu."
"diam kau, aku tak peduli apapun caranya, yg penting semua aset agatha sekarang ada d tangan ku" sorak alic dengan bangganya.
"alic, apa maksudmu. aset itu milik keluarga ku dan kau hanya ku tugaskan tuk mengelolanya"bentak william.
"dasar bodoh, padahal kau sendiri yg menandatangani pengalihan sahamnya, dan ya ayahku memang mengatakan itu hanya surat kuasa pengelolaan, tapi karna memang dasarnya kau yg bodoh, kau takan menyadari apa yg kau tandatangani itu. hahahaahah"alic tertawa bahagia karna menurutnya walaupun dia tak mendapatkan pria yg di cintanya dia tetap mendapatkan kekayaan keluarga agatha.
"hahahahahhahahah. kau lihat tuan william, inilah wajah asli cucu kesayanganmu itu.
oh tuhan tak ku sangka kau sangat menyayangi ibuku.
bu lihatlah, lelaki yg dulu mengusir mu tanpa hormat sekarang bahkan tak memiliki kehormatan lagi, dia malah menggali lubang kuburnya sendiri."vella tertawa puas melihat bagaimana wiliam jatuh terduduk menerima kenyataan yg bahkan teramat pahit baginya.
__ADS_1
"oya satuhal lagi, kalo melihat tuan william yg hancur saja sepertinya kurang seru.
bagaimana kalo selanjutnya anda nona alicia."
"apa maksudmu,"
"apa kau yakin perusahaan itu sudah jadi milikmu"dengan seringayan yg menyeramkan bagai singa hendak menerkam mangsanya vella terus memojokan alic yg sebenarnya sudah mulai ketakutan.
bahkan vella yg nampak pendian dan lugu kini bagai malaikat pencabut nyawa.
"t-tntu saja aku yyakin, semua asetnya sudah ada di tanganku."
"oya, tapi sayangnya mulai sekarang, PT Agatha akan menjadi miliku, dengan saham yg ku punya sebanyak 65%, jadi mulai sekarang akulah presdir di perusahaan itu"
__ADS_1
"tidak mungkin, aku yg memegang 50% saham itu, bagaimana bisa kau mendapatkannya"dengan tidak percaya alic mulai terperangah atas penuturan vella.
"tentu saja bisa nona alicia, apa kau tak ingat bahwa kau telah menyerahkan 25% sahammu untuk memegang proyek terbaru kita, dan aku juga telah membeli semua saham yg ada pada para investor dan membuatnya atas nama vella. jadi sebaiknya kau menyerah saja."alex yg lama duduk diam akhirnya menjelaskan agar semuanya selesai.
alic yg sadar akan kekalahannya tak bisa berkata apapun, semua yg dia punya hancur dalam sekeja.
begitupun william, dia baru menyadari bahwa dia menampung orang yg kejam dan mengusir orang yg berharga, bahkan sekarang dia juga kehilangan cucu kandungnya.
brian dan sesil yg sedari tadi hanya menyimak sekarang tahu, vella sudah sangat matang menyusun semua langkahnya dan membuat semuanya menjadi jelas. siapa yg jahat dan siapa yg di persalahkan.
"baiklah karna semuanya telah usai sebaiknya aku pergi."vella berbalik menatap ayah dan adiknya. "ayah, sesil. maafkan aku karna harus membuatnya seperti ini, aku merasa hanya ini yg di butuhkan ibu untuk ketenangannya, aku tau banyak yg ingin kalian tanyakan, tapi kita bisa membahasnya lain waktu, aku akan pergi, terserah apapun keputusan kalian aku akan menghormatinya."
"ayo sayang, kita tak perlu berlama-lama di sini"
__ADS_1