
alex berlalu mendahului vella yang hendak pergi menggunakan mobilnya.
dia menarik vella menuju mobilnya dan membukakan pintu untuk vella, lalu dia berlari membuka pintu kemudi dan mengemudikannya menuju mansionnya.
"kita akan kemana al" vella berucap dengan nada datar tanpa menoleh sedikitpun pada alex.
"kita ke mansion ku, kau berfikir aku akan membiarkan kau pergi sendirian, tapi maaf aku akan menagih janjimu hari ini, jadi jangan harap kau bisa pergi dari ku lagi." seru alex sambil tetap fokus mengendarai mobilnya menuju kediamannya.
vella yg pasrah tak mengatakan apapun lagi, dia hanya memandan pada jendela samping mobil yang di kendarainya dengan tatapan kosaong. fikirannya masih kacau atas apa yang telah ia lakukan hari ini.
tak bisa di pungkiri dia senang telah membalas sakit hati ibunya dan penyebab dia dipisahkan dari ayah dan ibunya, tapi dia juga merasakan sesak yg amat sangat melihat sekarang dia menghancurkan keluarganya sendiri.
mungkin dia memang egois, tapi hati kecilnyapun tak tega melihat orang tua nya menghadapi dilema antara dia dan ayah kandungnya.
itu sebabnya vella yang meninggalkan mereka dengan keputusannya masing-masing, dia tak ingin memaksa ayah dan saudarinya untuk memilih dirinya. karna dia yakin bisa hidup seorang diri, beda hal dengan william yg sudah tua dan memerlukan keluarganya.
"sayang, kau tak berfikir setelah masalah ibumu selesai kau akan pergi meninggalkan ku bukan"mobil berhenti tepat di halaman mansion mewah kediaman etrama, vella yg mendengar pertanyaan alex langsung menatapnya, alex hanya diam memandang stir di depannya, ketakutan terlihat jelas di kedia bola mata hitammya.
__ADS_1
vella yg menyadari dia tak hanya sendirian langsung merasa bersalah akan fikirannya, dia langsung memeluk alex dari samping dan membenamkan wajahnya di lengan kekar kekasihnya itu.
alex yg semula kaget menarima pelukan vella langsung tersadar karna mendengar isakan tangis nan pilu yg berasal dari bibir kekasihnya.
tanpa bicara lagi alex mengangkat vella dalam pangkuannya dan keluar dari mobilnya menuju kedalam mansion mewah itu.
alex masih menggendong vella ala brigdail stayl menuju kamarnya sedangkan vella masih menangis dalam dekapan dada bidang alex.
saat menuju tangga dia berpapasan dengan kedua orangtuanya yg keheranan tapi tetap diam karna intruksi dari alex agar membiarkan vella tenang lebih dulu.
hening yang amat panjang bagi mereka sampai vella mulai tenang barulah dia menatap kekasihnya yang memandangnya dengan raut kekhawatiran terlihat jelas di wajah tampannya.
"are you ok, switty"
"yeah, thanks al, aku tak apa-apa, hanya saja perasaanku yang tak baik"sambil memberikan senyum manis yg masih menyisakan luka hatinya vella tak mau melihat kekasihnya khawatir.
"sayang, aku bisa mengerti perasaanmu, jadi menangisla kalau itu bisa meringankan luka hati mu. tapi pliss jangan meninggalkan ku lagi, aku tak akan bisa hidup tanpa mu."alex yg tak bisa menahan air matanya lagi membenamkan wajahnya di ceruk leher vella.
__ADS_1
vella yg merasa air menetes di mata kekasihnya langsung menegakan badannya dan berdiri menghadap alex yg masih menundukan wajahnya.
****************************************
aku gx janji bisa update tiap hari, tapi aku usahain sering kok, gx lama2 kayak kemaren.
jadi tetap kasih dukungannya ya dengan vote dan like nya,,,jangan lupa komen jugha.
tip
tip
tip
tip
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1