PRimadona Es

PRimadona Es
PE_31


__ADS_3

mereka saling menatap mata masing-masing, vella merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, seakan meminta lebih dari sekedar kecupan di bibir.


"kenapa al, apakah aq salah, maaf aku memang tak pernah berciuman sebelumnya jadi maafkan aku."vella tertunduk sedih karna difikirnya alex tak merasa puas dengan dirinya.


alex yang melihat wanitanya tertunduk sontak mengangkat dagu vella dengan telunjuknya.


setelah pandangan mereka bertemu alex langsung mengecup bibir vella kembali dan melepasnya seraya menatap mata hazel vella.


"kau terlalu banyak berfikir sayang, aq berhenti karna aku tak mau terbawa nafsuku.


apa kau tau saat ini aku menginginkan lebih dari sekedar bibirmu, tapi aku ingin kau menjadi istriku baru aku akan melakukannya.


huphhhh....kau tak tau betapa beratnya aku harus menahan ini, kau lihat bahkan juniorku sedah meronta ingin keluar"sambil menunjuk bagian bawahnya yang memang alex hanya memakai training sehingga terlihat jelas tonjolan di bawah sana.


"dasar mesum"

__ADS_1


"tapi kau suka kan"


vella yang sudah merasa malu hanya bisa memeluk alex untuk menyembunyikan wajahnya yang merona.


"tidurlakh, aq akan mandi sebentar."alex bangkit seraya tersenyum menyelimuti vella dan beranjak ke kamar mandi.


setelah di dalam dia langsung mengguyur tubuhnya dengan air dingin tanpa melepas bajunya.


"sial,aku memang takan tahan seperti ini seterusnya.


sebaiknya aku bantu selesaikan masalahnya dengan secepat kilat agar dia bisa menjadi istriku,"fikiran alex mulai kacau saat berhadapan dengan vella yang sudah mulai menunjukan cintanya.


saat dilihatnya perempuan yang sangat ia cintai tengah terlelap di ranjangnya, ia pun menghampiri dan mengulas senyum d bibirnya,


mengusap lembut pipi mulus vella agar tak membangunkannya, sejenak dia berfikir, bagaimana dia bisa jatuh cinta sedalam ini pada wanita asing yang datang tanpa d undang ini.

__ADS_1


tapi hanya satu jawaban yang d dapat alex yaitu takdir.


dia percaya bahwa tuhan sengaja mengirimkan vella padanya agar melupakan kejadian kelam yang menimpanya serta tunangannya dulu.


alex masuk dalam selimut yang sama dengan vella sembari mengamati wajah damai vella saat terlelap, dia tau bahwa seminggu kedepan dia tak akan bisa menemui kekasihnya ini karna rencana vella sudah di mulai dan iapun harus kuat menahan amarahnya jikalau sampai vella akan d perlakukan seperti ibunya d keluarga Agatha.


siangpun akhirnya beranjak, menjelang sore vella terbangun mendapati alex yang tidur menghadapnya, dia tersenyum melihat lelaki yang sukses membuatnya jatuh cinta kini sedang memejamkan matanya.


dengan pelan vella bangkit menyingkarkan tangan alex yang melingkar di pinggangnya, dengan perlahan dia bangkit dan mencium kilas bibir alex, yang di ciumpun hanya tersenyum dalam tidurnya.


vella turun ke lantai satu dan mendapati tasya dan fras yang sedang asik menonton telepisi,


"sore yah, bund"


"sore sayang, bagaimana tidurmu nyenyak tidak"ucap tasya

__ADS_1


"gimana gak pules tidurnya bund, orang dia di peluk cowok keren kayak ayah"sambil menggoda vella, fras sekalian menyombongkan ketampanannya, bukan karna sebab, memang paras rupawan yang di miliki alex tak lepas dari keturunan sang ayah yang tampan walau telah menginjak usia tua.


"kalian bisa aja, vella kan jadi malu yah"


__ADS_2