PRimadona Es

PRimadona Es
PE_44


__ADS_3

Acara yang di gelar dengan mewah itupun berlangsung dengan meriah,


para tamu undangan yang datang pun ikut merasakan kebahagiaan yang tengah di rasakan kedua keluarga besar itu.


Lain halnya dengan beberapa orang yang memang harus menelan kekecewaannya masing- masing.


Di kota yg sama seorang pria yang cukup tampan pun tengah menelan kekecewaan karena menyadari orang yang dulu ia sakiti, ternyata memiliki tempat yang sangat istimewa di hatinya. dan sekarang ternyata telah bahagia dengan lelaki yang jauh segalanya dari dirinya.


Di desa pelosok tepatnya di kediaman william,


ia menangis menahan haru dan sesal.


melihat kebahagiaan anak dan cucunya, hati Wiliam memang menyesal akan ketidak berdayaannya saat ini, akibat kebodohannya di masa lalu.


Di kota B, Alex sangat bahagia akhirnya,


ia melangkah lebih maju untuk mendapatkan wanita yang sangat di cintainya itu.


Tapi bagi Vella, walau senyum senantiasa terpasang di bibir manisnya,


tapi hatinya masih hampa jauh dari kata bahagia.


karena walaupun momen seperti ini yang slalu di nantikan oleh kebanyakan wanita,


ia masih tak merasakan apapun.

__ADS_1


sampai acara selesai Vella langsung mengurung dirinya di kamar hotel.


semua orang yg merasa ada yg aneh dengan sikap Vella memang merasa khawatir.


" maaf kak Alex, sebaiknya biarkan Kaka ku menyendiri.


karena inilah caranya untuk menenangkan hati dam fikirannya.


seharusnya kalian sudah mengerti kan, kehidupan dia sebelumnya sangat mengerikan menyangkut lelaki, tapi karena dia mengenal kalian pemikirannya mungkin telah berubah.


tapi tetap tidak mudah untuk Kaka ku menerima semua ini sepenuhnya.


ku harap kalian mau mengerti."


" tenanglah sesil, kami hanya mengkhawatirkannya saja. kami tau tak mudah bagi dia untuk langsung menerima anak kami.


sebaiknya kita semua kembali ke kamar masing - masing, beristirahatlah untuk hari esok."


Setelah mendengar penuturan Tasya akhirnya semua keluarga beristirahat dengan tenang, walau ada satu lelaki yang malah semakin bimbang, apakah caranya dengan mengikat Vella ini adalah keputusan yang baik atau buruk.


Di sebuah ruangan yang gelap nampak Bram yang tak hentinya berontak karena terikat di sebuah kursi dengan keadaan gelap gulita.


ia tak menyangka langkahnya yang tinggal sejengkal lagi menuju kekayaan malah terhempas dan berakhir sebagai tahanan.


"Queen, kami telah mendapatkan pengacau yang ingin mengganggu mu."

__ADS_1


"Baiklah, aku segera kesana. jaga dia baik - baik"


"Ok"


"bimbang" itulah kata yg pas dengan keadaan yang sedang Vella hadapi.


di satu sisi dia merasa marah dan kecawa tapi di lain sisi dia merasa tenang ternyata masih ada yg mau menerima dia dengan semua kekurangannya.


ya dia akui memang ada perasaan senang saat bersama lelaki yg beberapa bulan ini selalu ada untuknya.


tapi tak bisa di pungkiri Vella belum bisa memberikan seluruh kepercayaannya pada lelaki yang menyandang status sebagai tunangannya itu.


Dan sekarang dia dilema antara menghancurkan atau memaafkan.


di sudut hatinya memang amarah masih ada membara pada sosok ayah yang selama ini hanya menggores luka di hidupnya, tapi tak di pungkiri dari dialah dia mendapatkan naungan.


Bagi sebagian orang memang memaafkan itu tak mudah, apalagi dengan apa yang telah diperbuatnya pada Vella,


munafik rasanya kalau dia mengatakan akan membuat hidup Bram menderita, karna di sudut hatinya masihlah ada perasaan sayang untuk sosok yang 15thn ini di anggapnya ayah.


Hay Hay Hay


...ada yg masih nunggu Vella GX...


Vella balik lagi nih.....

__ADS_1


makasih atas semua comment yg ada udah bikin semangat ku buat lanjutin lagi ceritanya...


tetap pantengin terus ya.....


__ADS_2