PRimadona Es

PRimadona Es
PE_15


__ADS_3

vella hanya diam sambil melirik brian dan sesil bergantian,dia tak menyangga bahwa takdir mempermainkannya begitu kejam.


tanpa sadar airmata vella membasahi pipinya dan itulah tangisan pertama vella setelah setahun mengubur masa lalunya,


sekarang vella bimbang dan tak ingin percaya,tapi melihat sesil bagaikan vella sedang bercermin,mereka sama sama cantik,tinggi,putih,dan anggun tapi mata hazel vella yang berbeda karna sesil memiliki mata ciklat yang hangat.


"apa yang bisa kita lakukan untuk membuktikan bahwa saya adalah anak anda yang hilang"vella menatap brian yang kala itu tengah meratapi masalalunya bersama sang istri karna dengan adanya vella,brian seperti melihat istrinya dalam bola mata vella.


"kita bisa lakukan tes DNA kalau kamu mau,saya bisa lakukan itu sekarang dan akan ada hasilnya dalam 2hari"


"baiklah,tapi kalo sampai terbukti saya bukan anak itu maka jangan ganggu saya lagi,juga kalo memang saya anak kandung anda saya mohon beri saya waktu tuk berpikir,karna semua ini sungguh berat bagi saya,"

__ADS_1


"baiklah nak,saya akan mengambil darahmu untuk di tes,kalo memang kamu anak saya,saya mohon bukalah hati kamu tuk kami,karna walaupun kamu tak bersama kami tapi kami slalu menyayangimu"brian mulai mengambil darah vella,tak ada kata yang keluar dari mulut vella,dia diam tapi terus melihat pada sesil yang termenung sambil berlinabg airmata,vella takut kalo semua ini nyata sesil akan membencinya karna mengambil separuh kasih sayang ayahnya.


setelah selesai vella pulang dan mengurung diri di kamarnya,dia bingung apa yang harus dia lakukan jikalau dia anak dari brian.


balik ke kantor galaksi


setelah vella pergi alex melamun dengan senyum mengembang di bibirnya,dia membayangkan vella yang lugas dan berani di hadapannya,bahkan dia lebih cerdas dari ahli IT di perusahaannya,dia terus membayangka paras muka vella yang cantik dan anggun bahkan dengan gayanya yang sederhana,tapi berkesan di hati alex,


dimas yang barusaja masuk karna sedari tadi mengetuk pibtu tapi tak ada jawaban pun masuk dan heran melihat sahabatnya senyum sendirian.


"astaga kayaknya loe kesambet jin iprit nih,senyum udah kayak anak gadis di lamar loe"dimas tertawa dengan sikap sahabatnya yang dinilai aneh,karna tak biasanya alex tersenyum sambil melamun seperti sekarang ini.

__ADS_1


"sialan loe,gue gak kesambet ea,tapi keyaknya gua jatuh cinta pada pandangan pertama"alex tersenyum mengatakannya sambil membayangkan wajah vella


"idihh,salah minum obat loe.ngomong loe mulai ngaco,apa perlu gua anterin ke rumasakit gila"alex yang kesal dengan ejekan dimas melempar maf yang ada didepan nya.


"gua serius begok,saat gua tadi liat vella,jantung gua dag dig dug gak karuan,sampe wajah vella terngiang di fikiran gua sampe saat ini"


dimas yang geli mendengar perkataan sahabatnya yang lebai tak seperti biasanya malah tertawa terpingkal pingkal,


alex yang kesal dengan respon dimaspun berlalu pergi dari ruangannya tuk pulang dan beristirahat,


tapi dari perjalanan sampai tiba di apartemen yang terbayang di pikiran alex hanya wajah vella seorang.

__ADS_1


__ADS_2