PRimadona Es

PRimadona Es
PE_16


__ADS_3

vella terus memikirkan apa yang telah terjadi padanya,dia sekarang tau kenapa ayahnya tak pernah ragu memukulunya karna mungkin dia memang bukan darah dagingnya,tapi kalo memang iya vella adalah anak brian maka dia harus bagaimana,vella mengingat reaksi sesil saat ayahnya sedang bercerita soal masalalu nya,dan sesil hanya diam dan menangis,dalam vikiran vella mungkin sesil tak mau kalo ayahnya akan menyayangi orang lain lagi,malamnya dia keluar dan kaget melihat mobil terparkir depan rumahnya dan lebih kaget lagi dengan sesil yang keluar dari mobil tersebut.


"ada apa nona kemari"vella berjalan hendak mendekat tapi tercengang karna sesil langsung memeluknya sambil menangis,


"kak,apa kau tak ingin punya saudara seperti ku,,,,kenapa kau bahkan tak mau berbicara pada ku"tangisan sesil bahkan malah menjadi jadi membuat vella bingung dan merasa sedih melihatnya.


"apa yang kau katakan,


aku senang bisa punya saudara sepertimu,


tapi aku hanya belum yakin apakah kita saudara,"vella berusaha terbuka pada orang yang ada di hadapannya,


"aku tak akan peduli pada hasilnya nanti,yang pasti kau sekarang adalah kaka ku,dan ku mohon terimalah aku sebagai adikmu"


"tadinya ku kira kau akan marah dan benci padaku karna masuk dalam keluargamu,mengingat bagaimana tampangmu saat melihatku,,


kau seperti melihat hantu saja,"vella berusaha menghibur sesil agar tak menabgis di hadapannya,jujur melihat sesil menangis membuat hati vella sakit bagai tertusuk belati,mungkin inilah ikatan batin antar saudara.

__ADS_1


"hahahah,,aku tak mungkin benci padamu kak,hanya saja tadi aku kaget melihatmu,aku senang sampai menangis tau,akhirnya aku punya saudara,dan tak akan kesepian lagi"sesil tertawa dan vella pun lega melihat sesil kembali ceria.


"syukurlah kalo kau menerima ku,,


oya sedang apa kau di sini malam-malam begini,kau tau di luar berbahaya untuk seorang gadis sepertimu"vella mulai kesal mengingat sesil yang keliaran di malam hari sendirian.


"maaf kak,tadi kau pergi begitu saja,aku takut kau pergi menghilang lagi dan gak akan kembali pada kami,jadi aku mengikutimu sampai sini,dan aku ragu untuk masuk karna takut kau tak mau menerima ku"ucap sesil sedih.


"gadis bodoh,kenapa kau tak memanggil ku,pasti dari tadi kau tak pergi dari sini kan"


"benarkah,,


sebaiknya kau ikut aku,pasti kau belum makan malam kan,"vella pergi berjalan bersama sesil untuk ke sebuah tempat makan sederhana tak jauh dari rumahnya,


"kak,kau yakin mau makan di sini,,


kita cari tempat lain saja yuk,ini jorok kak"rengek sesil karna selama hidupnya dia tak pernak kekurangan apapun jadi dia selalu mendapatkan yang terbaik untuk apapun.

__ADS_1


"sudah tak usah banyak protes,kau tak akan mati hanya karna makan di tempat kecil begini"


makasih untuk para pembaca yang suka sama alur ceritanya,


maaf aku gak bisa up banyak di karnakan kesehatannya lagi memburuk alias sakit.


minta dukungannya ea dengan cara


comment


like


vote


tip


yang banyak ea,,,

__ADS_1


__ADS_2