PRimadona Es

PRimadona Es
PE_42


__ADS_3

" tak apa nak, kami mengerti itu. yang ingin bunda ketahui apakah kamu menerima lamaran Al karena merasa balas Budi atau karena memang cinta, sebab bunda akan melarang kalian menikah kalau bukan di dasari dengan cinta."


" bunda tenang saja, Vella bukan orang yang gampang menyerahkan apapun tanpa memikirkan perasaan Vella sendiri, karena bagi Vella perasaan tak bisa di ganti oleh apapun, dan untuk apa yang telah al lakukan untuk Vella pasti Vella balas tapi bukan dengan perasaan."


" syukurlah kalau begitu, bunda bisa tenang sekarang."


 


akhirnya mereka menghabiskan malam dengan kehangatan keluarga.


 


Vella yang memang ingin menuntaskan semua bebannya akhirnya mulai menyusun rencana agar tak mengubah semua jadwal acara yang akan di gelar oleh keluarga etrama.


semenjak obrolan itu Vella lebih sering melakukan kegiatannya sendiri, bahkan Alex yang memang tau apa yang akan di lakukan calon istrinya itu hanya bisa pasrah menunggu sampai Vella membutuhkannya.


dan pada malam hari nampak sedang berkumpul beberapa lelaki yang sedang mendiskusikan sesuatu yang serius, suasana senyap saat Vella memasuki ruangan itu.


nampak Jimi yang memang Vella jadikan sebagai ketuanya tersenyum menyambut kedatangannya.

__ADS_1


" bagai mana kondisi gengster akhir2 ini,


sepertinya pekerjaan mu lumayan lancar." Vella melangkah kesamping Jimi dan duduk di sebelahnya dengan santai.


" yah kau pasti tau lah queen, semua lancar berkat kejeniusan mu juga, dan ya penguasa Asia sudah menyerahkan kekuasaannya kepada kita, jadi kau tinggal menjalankan rencanamu, dan urusan dunia bawah akan ku selesaikan."


" thanks Jim, kau memang bisa ku andalkan.


Oya dan pastikan Takan ada yang tau tentang ini semua termasuk keluargaku ataupun suamiku, karena kau tau sendiri bukan dia masih tak mau jujur padaku tentang identitas lainnya."


" kau tenang saja queen, aku akan lakukan apapun yang kau katakan termasuk menyerahkan nyawaku sekalipun."


tapi aku akui, akan sulit jika semuanya ku lakukan tanpa bantuan kalian. terima kasih Jimi, karena kau selalu membantuku."


" queen, kau tak perlu berterima kasih, karena seharusnya kami yang mengatakan itu, tanpa bantuan mu mungkin kami sudah mati kelaparan saat itu"


Vella bangkit dan menepuk pundak Jimi pelan seraya berucap.


" tak perlu kau kenang masa yang sulit itu.

__ADS_1


sekarang lihatlah masa depan dan carilah pendamping yang memang menerimamu dengan tulus.


begitupun dengan Anton, suruh dia bersenang-senang sebentar, jangan hanya pokus pada pekerjaan kalian.


ingat, kalian berhak bahagia." setelah mengatakan itu Vella berlalu pergi.


" andai kau tau queen, Anton selalu mengharapkan bisa terus bersamamu, tapi perbedaan antara kalian yang membuat dia tak pernah bisa mengatakan perasaannya padamu, dan dia hanya berharap kau bahagia dengan pilihanmu."Jimi membatin.


sebulan sudah Vella berada di kota B, dan akhirnya pesta pertunangannya akan di langsungkan malam nanti dengan meriah.


segala persiapan telah selesai kini tinggal menunggu malam tiba.


di lain tempat tengah banyak perdebatan untuk menyabotase pesta itu dan mengumumkan bahwa Bram lah yang akan berbeda dengan penguasa ekonomi di Indonesia itu.


tapi sayang jauh sebelum rencana mereka di buat, Vella telah melakukan semua pencegahan yang akan mematikan lawannya dengan telak.


malam pun datang, Vella berjalan dengan anggun mengenakan gaun berwarna soft pink dengan sanggul yang menampakan leher putih mulus serta mek up natural yang membuat kecantikannya alami.


__ADS_1


__ADS_2