
Di sebuah ruangan mewah beberapa pelayan tengah mondar mandir mempersiapkan kelahiran seorang anak bangsawan. Wajah sang pria sangat gelisah pasalnya sudah lebih empat jam sang isteri di dalam. Ia khawatir terjadi sesuatu kepada isteri dan sang buah hati yang akan lahir. Dia adalah pangeran bungsu kerajaan Syam, kerajaan Syam sendiri memiliki tiga pangeran dan delapan puteri. Pangeran pertama telah menggantikan raja sebelumnya sementara pangeran kedua telah wafat lima tahun yang lalu.
Sebenarnya selain ia khawatir akan keadaan sang isteri dan buah hati, ia juga memiliki kekhawatiran lain. Ia sadar bahwa sang kakak belum memiliki seorang pun anak laki laki hingga ia takut jika anak yang akan lahir adalah seorang putera maka sang raja pasti akan melenyapkannya.
Selang beberapa lama akhirnya terdengar suara tangisan bayi, pria itu yang merupakan pangeran Sean kemudian menghampiri sang isteri yang tengah menggendong bayinya.
Ia menatap beberapa dokter kepercayaan nya,
"Selamat pangeran anda memiliki seorang putera"
"Simpan rapat rapat berita ini, jangan sampai ada yang tahu bahwa anakku adalah laki laki
selain itu cepat sebarkan bahwa isteriku melahirkan seorang puteri"
"Siap laksanakan pangeran"
Dokter itu pergi dan menyebarkan berita kelahiran anak perempuan pangeran Sean
ia di beri nama Eastsea Rowland Syam.
Lima belas tahun kemudian terkenal lah sosok gadis cantik dengan temperamen pembuat onar. Ia menyukai semua yang harus di kerjakan oleh lelaki dan selalu mangkir jika ada pelajaran tata krama untuk para puteri.
Dia adalah kandidat utama incaran para pangeran, yang tak banyak orang tahu bahwa sang gadis cantik merupakan seorang pangeran di balik gaun mewah.
__ADS_1
Sea tengah mengayunkan pedang nya dengan santai. Rambut hitamnya berkibar indah menampilkan gambar sosok peri, kulit putih menawannya tersingkap sedikit demi sedikit ketika ia bergerak cepat. Seorang pria muda menghampiri Sea, ia tak lain adalah adik Sea yang berjarak tiga tahun Reydian Rowland Syam.
Sebenarnya setelah Sea lahir dua bulan kemudian sang ratu juga melahirkan putera pertamanya. Saat itu semua elemen di kerajaan itu berbahagia dengan kelahiran putera mahkota, hal itu juga yang membuat Reydian tak perlu menyembunyikan identitas nya sebagai laki laki.
" Kakak ku yang cantik aku datang "
Sea mendengus kesal, ia menatap tajam Reydian.
" Ho ho ho jangan salahkan aku, lagi pula kau memang terlihat cantik kak, kakak tahu beberapa bangsawan dan pangeran sudah menargetkan kakak? tak berapa lama lagi mungkin ayah dan bunda akan kelimpungan dengan surat lamaran mereka"
" Kau bisa diam tidak sih! aku tidak peduli soal para bangsawan dan pangeran itu. Lagi pula laki laki mana yang mau dinikahkan dengan seorang pangeran?"
Reydian tertawa terbahak bahak dia memandang Sea, penampilan kakaknya tak kalah menawan dari puteri kerajaan bahkan mungkin lebih cantik tapi siapa sangka di balik wajah mengiurkan ini ternyata adalah seorang pemuda.
Awalnya ketika pertama kali dia tahu identitas kakaknya Reydian sedikit syok, saat itu dia tengah mengganti pakaian ketika ia melihat seorang pria muda menggenggam busur dengan postur standar. Pemuda itu begitu mencolok dengan rambut hitamnya,
Reydian akan menanyakan identitas pemuda itu, namun sebelum ia menghampiri nya ia melihat sang ayah datang sambil menatap marah pemuda itu. Setelah adu debat singkat antara keduanya mereka pun berbalik dan melihat Reydian menatap dengan mata lebar ke arah pemuda yang tak lain adalah Sea.
Semenjak itu Reydian tak lagi heran jika rumahnya tiba tiba kedatangan sosok gagah dan tampan.
Harus dia akui kakaknya memiliki tampilan yang memikat, baik itu ketika ia menyamar sebagai puteri atau saat dia membuka identitas nya, semua terlihat mempesona.
Karena faktor ini juga terkadang Reydian agak sakit kepala memikirkan, bagaimana mungkin dengan gen yang sama keduanya bisa begitu berbeda?
" Hei anak kecil bisa tidak kamu jangan menertawakan kakak lagi?"
__ADS_1
" Ya ya ya aku minta maaf ok! tak perlu cemberut aku takut ada yang lewat dan melihat kakak dengan tampilan itu"
" Memangnya kenapa?"
" Aku takut nanti jika itu pria dia akan jatuh cinta"
"....."
" Aku serius kak, wajah kakak itu memiliki obat guna guna"
"....."
" Hei kak jangan menatapku seperti itu aku bukan badut"
" Aku ingin menebasmu dik"
" Kau sadis sekali untuk ukuran seorang gadis cantik"
"......"
" Iya iya aku tidak akan menggodamu lagi tapi jauhkan pedang sialan ini dari leherku"
Sea menyingkirkan pedangnya yang bertengger manis di leher sang adik. Dia menatap jenaka ke arah Reydian dengan mata sebiru lautan.
" Antar aku ke tempat para pangeran dan bangsawan itu aku ingin membuat pesta penyambutan untuk mereka"
__ADS_1
Reydian menelan ludah membayangkan hal besar yang akan terjadi di ibukota.
Halo teman teman untuk prolog sekian dulu nanti insyaallah untuk chap berikutnya lebih panjang karena mungkin akan masuk sedikit demi sedikit ke inti cerita.