Prince Of Atlanta

Prince Of Atlanta
Naga Perak


__ADS_3

Han mengikuti rombongan Sea menuju kerajaan Babon, ia memandang ke depan menatap jalanan yang dikelilingi pepohonan hijau. Pemandangan seperti ini agak baru baginya, dulu ketika ia tinggal di Atlantik ia akrab dengan berbagai terumbu karang dan warna warni ikan dan yang bisa ia lihat hanyalah warna biru lautan namun sekarang ia bisa merasakan angin yang berhembus menyelip di sekitar helai rambut peraknya. Ia mendengar segala macam kicau burung yang tak kalah indah dari musik musik istana.


Han tersenyum, meski bayangan pahit keruntuhan Atlantis masih tersimpan jelas dibenaknya ia sekarang merasa bahagia setidaknya dengan adanya pangeran terpilih hanya menunggu waktu Atlantis akan kembali.


apa ia terlalu percaya diri? tidak!! ini keyakinan! ia tahu betul seperti apa sosok pangeran terpilih karena ramalan tentang dirinya sudah terpampang jelas di kedua matanya.


" Hei paman kenapa melamun? "


Rey menepuk bahu Han, mereka sekarang berada di sebuah kedai teh, Sea memesan beberapa kue untuk melengkapi teh mereka.


Han menggeleng, dia melirik anggota lainnya lalu mengernyit melihat dandanan aneh mereka


" mengapa mereka berdandan seperti itu? "


Rey mengikuti arah pandang Han lalu berbisik pelan " kami akan pergi ke kerajaan Babon untuk menghadiri turnamen pedang tahunan namun beberapa desas desus bilang kepribadian putera mahkota Babon agak aneh dia suka wanita cantik tapi membenci lelaki yang rupawan. Huh ... jika mereka menampilkan wajah asli mereka, itu akan gawat lagipula semua pengawal kakak memiliki wajah yang lumayan baik. Jadi kakak memutuskan untuk merubah sedikit tampilan mereka bahkan kakak sendiri rela memakai identitas nya sebagai Puteri Sea. Oh ya aku hampir lupa paman, kau juga harus merubah tampilan mu! jika tidak itu akan merepotkan jika sampai putera mahkota aneh itu menyerang mu"


Rey berhenti sebentar dan meneguk segelas air


" ya... aku tidak meragukan keterampilan mu sih hanya saja kakak ingin kita menjaga profil serendah mungkin, hmmm aku hanya mengingatkan mu paman, kakak ku jika dia sudah marah sangat menakutkan bahkan ayah kami saja akan segera berbalik pergi jika ia tiba tiba bertemu kakak yang tengah mengamuk"


" tapi dia sebenarnya anak yang baik hanya saja aku juga tidak mengerti kenapa dia memiliki tempramen seperti itu"


" mungkin itu karena dia calon pemimpin negeri"


Han membuka suara, tangannya sedang mengotak Atik tampilan wajahnya, ia paham betul alasan mengapa pangeran Atlantis ingin mereka menjaga profil rendah memang benar kekuatan Atlantis untuk saat ini masih lemah dan pada saat ini mereka seharusnya tidak memperingati musuh.


Arktik! mereka pasti sudah mulai bergerak semenjak tanda terpilihnya putera mahkota Atlantik muncul.


Ia tidak bisa membiarkan musuh itu menghancurkan rencana yang telah ia susun ratusan tahun.


Tugas utamanya saat ini adalah memastikan keselamatan pewaris Atlantik dan mendampinginya untuk membangkitkan kembali Atlantis yang hilang.


Kutukan itu.... hanya ia dan menantu raja yang tahu mengapa kutukan mengerikan itu menimpa Atlantis.


" paman, sepertinya paman agak berbakat dalam penyamaran"


Han hanya tersenyum, dia kesatria elit raja Atlantis tentu hal semacam penyamaran tidak terlalu sulit baginya.

__ADS_1


Terlebih lagi di masa lalu Atlantis merupakan salah satu kerajaan bawah laut yang paling makmur.


Seperti kata orang semakin tinggi kamu memanjat maka angin yang akan menerpamu akan semakin kencang, jadi sebagai peradaban yang maju tentu halangan dan rintangan yang Atlantis hadapi tidak kecil.


Untuk menstabilkan posisinya, raja Atlantis telah menempatkan dua belas kesatria paling elit disampingnya.


Selain itu tiga ribu prajurit rahasia juga dibawah komandonya.


Hal ini menunjukkan betapa sengitnya pertarungan internal kerajaan Atlantis.


Belum lagi serangan dari luar untuk menjadi kesatria kepercayaan raja Han harus tangguh.


Dia mungkin jarang terlibat pertempuran secara langsung namun dia sudah biasa menjadi tangan kanan raja dalam menyingkirkan musuh musuhnya.


Han menarik napas tajam, entah berapa banyak nyawa yang telah melayang oleh tangannya.


Dia akui dia sendiri agak berbeda dari kesatria Atlantis pada umumnya, keahliannya dalam sihir dan ilmu pedang telah menempatkan namanya sebagai kesatria paling cakap sepanjang sejarah Atlantis.


Mungkin karena ini juga akhirnya takdir memilih dia untuk mengemban tugas sebagai inti pelindung penerus Atlantis.


Tapi masalahnya aura, keahlian dan eksistensinya yang selama ini ia banggakan tiba tiba pucat dibanding pangeran Atlantis yang baru berusia lima belas tahun.


Han tersenyum canggung memikirkan perihal ini.


" Han.."


Han tersentak mendengar suara lembut itu lalu menoleh, Sial... dia masih belum terbiasa dengan penampilan cantik pangerannya.


" ya pange......"


Rey menginjak kaki Han dan tersenyum sambil menunjuk kearah Sea, Han tersentak lalu Buru buru mengoreksi nya


" ya ada apa nona"


Sea hanya diam dia lalu mengeluarkan sebuah kertas " aku ingin tahu detail kejadian saat itu, jadi tolong tulis disini"


Han mengangguk, menerima kertas yang Sea serahkan lalu mulai menulis.

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*



Aula pertemuan pagi itu begitu sunyi, raja Atlantis memandang keluar. Entah mengapa firasat buruk selalu menghantuinya akhir akhir ini. Ia melirik sekitar semua orang juga merasakan hawa yang mencengkam seolah olah berkat Atlantis telah hampir memudar.


Di samping raja, menantu sekaligus penasehatnya duduk dengan tenang, dia menatap jendela sambil mencengkram erat tongkat sihirnya.


Hari ini .... hari ini akhirnya datang, ramalan tentang hilangnya Atlantis akan terjadi hari ini.


Antonio tersenyum pahit, pagi pagi sekali ia telah memperingatkan isteri dan anak anaknya agar tetap tenang apapun yang terjadi.


Ia tidak bisa menyuruh mereka lari sebab garis takdir mereka sudah ditentukan, dia dan seluruh anggota kerajaan Atlantis akan mati disini.


Meski begitu Antonio tidak takut sekalipun karena ia sudah lama mempersiapkan hari ini.


" yang mulia hari ini akhirnya datang" ujar Antonio pelan.


Raja Atlantis tersenyum miris, semua usahanya selama ini akhirnya harus sirna ia hanya berharap suatu hari nanti Atlantis akan kembali.


Takdir Atlantis..... takdir buruk ini mungkin terjadi akibat kelalaiannya sendiri.


Andai saja waktu itu ia membujuk sang adik untuk mengakui puterinya mungkin masalah kelam ini tidak akan terjadi.


Sekarang Puteri itu telah berubah menjadi muasal kutukan yang akan menimpa Atlantis.


Wajahnya semakin suram, ia melirik menantunya. Ia tahu Antonio jauh lebih menderita daripada dia.


Sebagai eksistensi paling menonjol dalam sihir menantunya itu tentu sangat tertekan.


Ia bisa melihat masa depan namun tak berdaya untuk merubahnya, keadaan itu jauh lebih menyakitkan daripada dirinya.


Sungguh ia sangat prihatin dengan menantu nya itu.


Hai semua El up lagi nih jangan lupa like dan komen ya


yang banyak loh..

__ADS_1


see you


Elsyarif


__ADS_2