
Sea berkuda sambil merajuk, dia mengungkapkan ketidak puasan nya. Setelah Sea mengadakan pertunjukan yang membuat banyak orang tercengang, Syakilla memukul lengannya keras. Dia mengatakan kepada Sea bahwa dia tak akan peduli lagi pada Sea. Hingga akhirnya keduanya pun berakhir dengan perang dingin.
Puteri Sena yang melihat itu hanya bisa menghirup nafas panjang, Sea sejatinya bukan orang yang implusif. Tapi jika itu sudah menyangkut Syakilla lain lagi ceritanya.
Dua pengawal di belakang hanya bisa diam, mereka tak ingin menjadi pelampiasan emosi buruk Sea. Bagaimana pun keduanya adalah pengawal kontrak Sea. Mereka tak akan banyak protes apapun yang dilakukan Sea pada keduanya. Karena sejatinya semenjak mereka melakukan kontrak darah dengan Sea, hidup mati keduanya terserah pada Sea.
Meski begitu mereka juga manusia, manusia mana yang ingin cepat mati? untungnya Sea memperlakukan mereka dengan baik. Ya setidaknya Sea mengganggap mereka setara dengan prajurit lainnya.
" tidakkah kakak lelah memasang wajah seperti itu?" Rey menegur Sea. Dia cukup bosan dengan suasana hening yang tak ada habisnya. Rey memiliki kepribadian yang ceria sehingga dengan suasana itu dia merasa seperti dicekik. Dia kesulitan bernafas, apalagi aura kakak nya sangat suram.
Sea hanya menatap acuh Rey, dia tak bergeming. Rey hanya bisa menggeleng, kakaknya merupakan orang yang egois bagaimana mungkin dia akan menyerah begitu saja? sudah pasti Sea ingin Syakilla meminta maaf dan membujuknya!
Tapi memangnya siapa Syakilla? sebagai puteri yang selalu di manja, tentu dia juga tak akan menurunkan egonya.
Jadi pada dasarnya masalah mereka sebenarnya berada di jalan buntu. Tidak ada satu pun yang mau menurunkan ego. Ini lah yang membuat Rey agak sakit kepala.
Jika terus seperti ini bukankah dia yang akan sengsara? masalahnya dia dan Sea berada di kuda yang sama, Rey mendesah di dalam hati
Demi kuda yang kaki nya empat dia sungguh tersiksa!
Sementara itu di daerah bagian lain tepatnya di perbatasan negeri elf dan demon race, naga perak tiba tiba membuka matanya. Dia merasakan energi kuat yang menariknya, naga itu lalu meliuk liuk tak lama kemudian sinar keperakan menerangi tubuhnya. Sesosok pemuda muncul dari sinar itu, dia tersenyum lebar akhirnya kutukan yang membelenggu nya ratusan tahun sirna.
Dia menatap ke depan, sebuah mahkota perak dengan berlian dan mutiara tergeletak rapi di atas batu. Mahkota itu dikelilingi oleh formasi sihir yang mematikan. Pemuda itu menerawang, mengingat kejadian ratusan tahun lalu.
__ADS_1
" *Hey Han kau tahu raja sedang mencari kesatria untuk puteranya. Sebagai bakat nomor satu tidakkah kau ingin menjadi kesatria pangeran? meski pangeran itu bukan putera mahkota setidaknya dengan melayani anak raja kau akan hidup enak" Seorang pemuda dengan rambut biru menyala menghampiri pemuda yang bersurai perak. Pemuda bersurai perak hanya tersenyum, dia sudah mendengar berita itu dari ayahnya kemarin. Dia juga berencana melamar hanya saja dia takut tidak diterima.
" Aku tahu Vic, tapi apa mungkin aku akan diterima? kau tahu sendiri aku bukanlah putera bangsawan selain itu aku yakin pangeran sudah memilih kesatria nya sendiri"
Pemuda yang dipanggil Vic hanya menggeleng, dia memandang skeptis ke arah temanya
" apa kau bodoh? meski pangeran itu memiliki kesatria dengan adanya Titah raja pangeran tak akan bisa berbuat apa apa, yang perlu kau lakukan hanya menampilkan bakat mu, urusan di pilih atau tidak nya itu belakangan*" Han tetap tersenyum, dia tidak setuju tapi juga tidak menolak. Yang ia takutkan bukan bakatnya yang kurang, hanya saja ia tak begitu berpengalaman dengan bangsawan itu.
Han hanya anak seorang pandai besi jadi belajar sihir sudah menjadi kemewahan untuknya. Dia juga tak terlalu berharap bisa memasuki istana, bisa menggunakan sihir untuk mempermudah pekerjaan ayahnya saja dia sudah bersyukur.
Lagi pula jika dia memasuki istana sedikit atau banyak ia pasti akan terlibat dengan politik perebutan kekuasaan antar pangeran. Atlantis terkenal dengan negeri yang demokratis, setiap putera raja memiliki hak untuk satu kursi di pemerintahan.
Di permukaan mereka mungkin tak bertarung dengan darah namun belum tentu persaingan mereka sedamai yang terlihat. Karena pertimbangan itulah Han kerap menolak memasuki istana.
Namun beberapa hari lalu ayahnya berbicara empat mata dengannya, ia berbicara mengenai leluhur mereka, Ayahnya mengatakan sebenarnya kakek buyut Han merupakan kesatria kepercayaan salah satu pangeran atlantis, hanya saja pangeran itu menghilang entah kemana beberapa tahun setelah merekrut kakek buyut Han.
Pangeran itu juga bilang jika suatu saat atlantis akan mengalami kutukan yang cukup mengerikan. Hanya pangeran terpilih yang akan mematahkan kutukan itu.
Pangeran mengisyaratkan agar kakek buyut Han dan keturunannya untuk memasuki istana tapi tetap low profile. Dan usahakan ketika kutukan itu akan terjadi agar salah satu dari mereka bisa mengambil separuh dari kutukan atlantis.
Tugas itu mungkin berat, namun sebagai seorang kesatria akhirnya kakek buyut Han menerima Titah tuannya. Setelah malam itu pangeran menghilang, tak ada satupun yang tahu kemana dia pergi bahkan raja hanya bisa bersedih atas hilang nya sang putera.
Setelah mendengar cerita ayahnya, Han kemudian menguatkan diri untuk memasuki istana. Dia akhirnya di promosikan sebagai pengawal pribadi pangeran atlantis. Meski begitu Han sebenarnya bekerja untuk raja.
__ADS_1
Perintah untuk memilih kesatria pangeran sebenarnya hanya alasan raja untuk merekrut prajurit baru yang handal.
Karena itu Han telah bekerja di bawah pengawasan langsung raja atlantis, dia menyelesaikan berbagai misi berbahaya. Hingga akhirnya memperoleh kepercayaan raja atlantis.
Di saat hari dimana Arktrik menyerang atlantis, Han telah berdiri di samping raja. Dia mengangkat pedang nya, sesuatu yang jarang di temui pada prajurit bawah laut.
Dia berusaha melindungi raja hanya saja sang raja menggeleng lemah ke arah nya.
Raja mengatakan untuk tetap berdiri disana.
Tiba tiba raja merapalkan sebuah mantera, mahkota menghilang. Sebagian kutukan atlantik akhirnya mengenainya.
Dengan itu Han berubah menjadi seekor naga perak membawa berbagai formasi sihir ke tempat mahkota itu. Dia tetap di tempat itu menunggu pangeran yang ditakdirkan.
Hingga akhirnya beberapa minggu lalu sinar keperakan menerangi malam, Han bernafas lega akhirnya penantiannya sudah usai.
Semenjak itu Han telah kembali menjadi manusia, meski begitu dia tetap bisa menjadi naga perak jika di butuhkan.
Han memandang ke tenggara dia harus secepatnya menyusul pangeran terpilih. Dia di tugaskan untuk setua ini bukan tanpa alasan, karena itu sudah sumpahnya maka dia harus menerimanya
Hy Elsyarif mau nanya
gimana sih menurut kalian prince of atlanta ini?
__ADS_1
jangan lupa like komen dan Vote ya
selamat membaca