
Siang itu terik matahari membakar kulit, diatas pohon oak Sea dan Rey sedang menikmati camilan siang mereka.
Kue dengan taburan coklat menjadi menu utama siang ini. Rey mengunyah dengan gembira sambil bersenandung sementara di sampingnya Sea menatap undangan di tangannya dengan kesal. Dia mengutuk puteri ketiga raja dengan semua jenis binatang, bagaimana tidak? ditangannya merupakan undangan untuk semua puteri dan nona bangsawan di kerajaan ini.
" Bodoh! bodoh! Kenapa puteri sialan itu harus mengundangku?"
Rey yang mendengar gerutuan Sea hanya terkekeh geli dia masih asyik menikmati kue coklat di mulutnya.
" Kenapa tidak? bukankah penampilan kakak sangat meyakinkan untuk seorang pangeran yang bergaun puteri? Aku bahkan bertanya tanya bagaimana kakak bisa betah selama lima
belas tahun memakai pakaian seperti itu belum lagi untuk tata krama seorang puteri bukankah itu sangat merepotkan?"
Sea hanya mengangkat bahunya, dia sudah terbiasa bersikap layaknya seorang puteri. Jika tidak begitu lalu bagaimana semua orang akan percaya kalau dia puteri? bibir merah Sea tiba tiba melengkung membentuk senyum manis.
Melihat senyum itu Rey tiba tiba bergidik
" Kakak kenapa kau tersenyum?"
" Apa? aku tidak boleh tersenyum?"
" Eh bukan itu maksudku! Aku hanya heran kenapa kakak tiba tiba tersenyum?"
Sea menghela nafas melihat kebodohan adiknya, dia kemudian meraih kepala Rey dan mengacaknya.
" Hentikan kakak! rambutku jadi kusut"
" Ah adikku tersayang kau begitu lucu dan menggemaskan. Kakakmu ini adalah orang yang ramah tentu saja senyum menjadi hal yang biasa bagiku"
Rey tak menggubris dia malah asyik melahap satu demi satu kue ditangannya.
" Hei bocah! kue itu jatah kita berdua jadi jangan rakus begitu"
" Kakak kamu harus menjaga badanmu agar tidak gemuk jadi biarkan jatahmu untukku"
Sea memukul kepala Rey dengan keras, Rey mengaduh dan melototi Sea.
Sea hanya diam sambil memakan kue yang tadi dipegang oleh Rey. Dia pura pura tidak tahu dan tidak mau tahu dengan keluhan adiknya.
__ADS_1
Rey mengerutkan bibirnya, sambil menggerutu dia turun dari pohon oak.
" Kakak ayo kembali!"
Sea mengangguk dan ikut turun, keduanya pun berjalan pergi meninggalkan hutan itu.
" Sea ayo pilih gaunnya nak! Kamu harus tampil mempesona tiga hari lagi"
Sea menatap nanar tumpukan gaun mewah ditangan ibunya, dalam hati dia bergidik membayangkan betapa lelah mencoba puluhan gaun itu. Dia masih ingat ketika seusia Rey pangeran mahkota juga mengadakan pesta untuk para bangsawan, saat itu ibunya menyiapkan lima puluh gaun mewah untuk dicoba. Alhasil esok hari semua badannya sakit
yang dia ingat mencoba gaun lebih melelahkan daripada berperang.
" Ibu bisakah kita memilih satu saja, mencoba semua nampak merepotkan"
" Tidak nak! Kamu harus tampil paling menawan di pesta"
" Tampil indah pun buat apa? toh nantinya aku akan pakai baju pria lagi"
Mendengar itu puteri Helda tertegun, dia baru sadar kalau dia hanya memiliki putera bukan puteri.
Puteri Helda menepuk dahinya lalu memandang Sea yang menggerutu
Sea mengambil gaun merah dengan pasrah, gaun itu cukup tertutup tidak terlalu mengekspos tubuhnya.
Dia kemudian meraih tiara dengan berlian merah kemudian menyimpannya di lemari.
Sea melangkah menuju ibunya dan duduk dengan kepala bersandar ke bahu ibunya
" Bunda ceritakan padaku mengenai asal usul atlantis"
Puteri Helda menatap Sea kemudian menarik nafas perlahan. Sambil mengusap rambut Sea dia mulai bercerita
" Ceritanya dimulai ribuan tahun lalu ketika manusia belum menemukan cara untuk hidup di bawah air. Saat itu kerajaan yang paling berkuasa adalah kerajaan Exlise, kerajaan itu terkenal dengan kemampuan sihirnya yang maju. Setiap anak dari kerajaan itu telah mahir sihir dari usia sepuluh tahun.
Bahkan saking majunya kerajaan itu di bidang sihir membuat semua kerajaan lain menjadi was was hingga akhirnya banyak pihak merencanakan pemusnahan seluruh kerajaan Exlise. Raja Exlise memiliki seorang puteri yang cantik jelita, dia disebut puteri cahaya. Puteri ini kemudian dinikahkan dengan seorang pangeran dari kerajaan seberang. Pada awalnya sang puteri dan suaminya hidup bahagia namun dua bulan kemudian sang suami tiba tiba sakit keras dan meninggal. Puteri cahaya begitu sedih dan kembali menemui ayahnya. Setelah suaminya meninggal dia kemudian mengabdikan dirinya untuk memperdalam sihir hingga kabar itu tersiar keseluruh penjuru termasuk kerajaan asal suaminya. Ayah mertua puteri itu kemudian memberikan peringatan kepada sang puteri agar segera meninggalkan istana karena semua kerajaan di bagian timur telah bersatu untuk menyerang Exlise. Mendengar berita itu puteri cahaya pun memerintahkan seluruh prajurit serta rakyatnya untuk bersatu dia memerintahkan mereka untuk mempelajari sebuah sihir kuno. Akhirnya dengan sihir itu semua rakyat serta anggota kerajaan Exlise menceburkan diri ke dalam samudera atlantik dan mendirikan sebuah kerajaan bawah laut yang dikenal dengan Atlantik. Dan pada kenyataannya Atlantik merupakan cikal bakal kerajaan bawah laut lainnya.
Tapi konsekuensi dari pelapalan mantera itu adalah setiap keturunan wanita puteri cahaya akan menjadi wanita setengah ikan ketika malam tiba hingga dia menemui jodohnya"
" Tunggu bunda, jika semua keturunan wanita puteri cahaya akan mengalami hal itu lalu apakah bunda dulu juga begitu?"
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Sea puteri Helda hanya tertawa lepas
" Tentu saja tidak! kita bukan keturunan puteri cahaya. Kita keturunan pangeran Zain yang merupakan adik bungsu sang puteri"
" Lalu dimana keturunan puteri cahaya berada?"
" Entahlah nak bunda juga tidak tahu karena tepat lima tahun setelah kerajaan atlantis berdiri sang puteri dan anaknya menghilang.
Mungkin untuk mencari jodoh anaknya yang sudah terlanjur dikutuk"
" Lalu bagaimana ciri ciri jodoh dari puteri terkutuk itu?"
" Hmmmm setiap puteri akan memiliki sebuah bola kristal sesuai dengan warna ekornya. Setiap malam dia akan berkedip kedip"
" Bola kristal? apa seperti ini bunda?"
Sea mengeluarkan bola sihir biru yang selalu disimpannya dengan rapi
" Ya... tunggu nak darimana kau mendapatkan bola itu?"
Puteri Helda menatap Sea dengan mulut membuka
" Hmmmm... bola ini terjatuh jadi aku menyimpannya"
" Bodoh! Ini bukan terjatuh tapi memang bola ini sengaja mendatangimu lalu dimana gadis itu? dimana gadis pemilik bola kristal ini?"
Sea menggeleng " Kamu tidak tahu?"
" Ini adalah kristal milik keturunan wanita puteri cahaya, kristal ini mendatangimu berarti kau merupakan pangeran untuk puteri itu. Ibu hanya akan bilang satu hal kepadamu ini merupakan kejadian yang paling langka sepanjang sejarah atlantik. Selama ini belum pernah ada putera mahkota Atlantik yang akan menjadi suami puteri terkutuk. Berita ini bisa jadi buruk atau baik namun yang paling bijak adalah menyembunyikan ini dari siapapun terutama pamanmu"
" Ibu hanya takut jika hal ini di ketahui pamanmu dia akan berusaha mencari tahu dimana puteri terkutuk ini"
" Apa itu buruk ibu?"
" Tentu karena keberadaan puteri terkutuk sejatinya adalah kutukan bagi setiap orang"
Hallo reader sejauh ini bagaimana menurut kalian cerita ini?
jangan lupa vote dan komen nya ya :-)
__ADS_1