
" ah apa ada petunjuk lain mengenai keberadaan mahkota raja itu?" Sea melempar semua dokumen yang kebanyakan menceritakan kehebatan raja pertama atlantis. Bukan itu yang membuat nya kesal, namun cerita itu disusun layak nya dongeng. Yang lebih menjengkelkan tak ada satu pun catatan sejarah mengenai hilang nya mahkota atlantis.
" Maaf pangeran, itu merupakan rahasia. Tentu saja hal itu tidak terdapat dalam catatan sejarah" Kai menjawab dengan pelan, ia nyaris frustasi meladeni setiap keluhan Sea.
" lalu bagaimana cara kita menemukan mahkota itu? tak ada satupun petunjuk!"
Sea berteriak kesal
raja bodoh atlantis itu menghilangkan mahkota nya kemudian tak meninggalkan jejak apa pun? dia pikir pangeran atlantis selanjutnya jelmaan cenayang?
" sabar pangeran, kami akan berusaha mengumpulkan petunjuk secepat mungkin!"
Sea menatap Edward, kesatria bodoh! dimana kau akan mengumpulkan petunjuk? apa dengan menggali kembali kuburan raja sialan itu? lalu bertanya dimana dia menyembunyikan mahkota atlantis? Sea menggeleng, kepalanya sangat sakit akhir akhir ini. Belum lagi dia sudah meninggalkan syam lebih dari tiga hari. Entah apa yang terjadi di sana sekarang.
Syakilla hanya mengernyit melihat ekspresi kekasih nya. Wajah Sea pucat, bibir yang biasanya semerah delima kini kehilangan warnanya. Rambut hitam itu juga acak acakan, belum lagi kantung mata yang menghitam itu. Syakilla menarik nafas, ia cukup prihatin dengan Sea. Mencari mahkota atlantis sudah tugas yang berat ditambah tak ada satu pun petunjuk yang akan membawa mereka untuk menemukan mahkota itu. Selain itu Sea juga harus khawatir dengan negeri ayahnya. Syakilla benar benar merasa hal ini cukup rumit.
" Aku rasa mungkin paman Darwin punya petunjuk Sea, bukan kah kalian merupakan keturunan pangeran yang melarikan diri itu? boleh jadi ada hal yang bisa kita temukan di rumah leluhur ibu mu " Syakilla berusaha membantu Sea, dia tak tega melihat pangeran tampan ini menjadi pangeran kusut dalam semalam. Bagaimana pun dia tetap menyukai Sea yang penuh vitalitas. Bukan Sea sekarang yang telah mengutuk beberapa kali. Syakilla menggeleng lemah, dia harus sadar kalau Sea seorang jenderal jadi wajar dia akan melupakan beberapa etiket istana.
" kalau begitu temani aku ke sana cantik"
Sea menjawab sambil mengedip kan matanya, dia bahkan sudah merapikan rambut dan pakaian nya. Kembali menjadi Sea, pangeran anggun dan terhormat.
Tiga orang sedang duduk diam, yang satu tengah berpikir keras sementara yang lain menunggu dengan sabar.
" aha mungkin alat itu berguna! "
Panglima Darwis berlari kencang menuju satu ruangan, dia mencari cari alat itu. Tiba tiba matanya menangkap sebuah sinar keperakan.
Dia tersenyum senang
__ADS_1
akhirnya kau berguna juga!
" lihatlah buku ini, mungkin alat ini bisa membantu mu keponakan ku"
Sea menatap buku itu dengan skeptis
apa yang bisa dilakukan sebuah buku? apalagi ia bisa melihat halaman buku itu kosong tanpa tulisan apa pun. Melihat pandangan meremehkan dari keponakan nya, panglima Darwis sangat marah
" hey bocah! Ini merupakan buku sihir peninggalan leluhur kita. Buku ini hanya bisa digunakan oleh keturunan atlantis. Buku ini juga terhubung langsung dengan semua item yang berhubungan dengan atlantis! kau bisa memakainya untuk menuntun mu ke tempat mahkota itu berada!"
Sea menatap lekat buku yang ada ditangan pamannya. Buku itu memiliki ukiran rumit di sampulnya. Sea meraihnya itu, tiba tiba sinar keperakan muncul diikuti sebuah kuas yang entah datang dari mana. Lembaran pertama terbuka menampilkan sederet tulisan
Selamat datang keturunan atlantis
Aku merupakan buku sihir yang diciptakan langsung untuk menuntun mu kembali ke atlantis
kita akan membuat kontrak
Sea menggigit jarinya dan meneteskan darah tepat di tengah halaman buku itu. Sinar keperakan kembali menyelimuti buku. Kemudian lembar kedua terbuka
Selamat keturunan atlantis! kita telah memasuki kontrak. Aku akan melayani mu hingga kau wafat.
Silahkan tulis apa yang ingin kau ketahui, aku akan menuntun mu ke sana.
Sea menatap tulisan itu lalu mengambil kuas di samping buku menggoreskan beberapa kata
Dimana kah mahkota atlantis berada?
Sinar keperakan kembali muncul, deretan kata kata perlahan memenuhi lembaran selanjutnya
__ADS_1
mahkota atlantis sekarang berada diujung tenggara perbatasan kerajaan elf dan demon race, mahkota itu di jaga ketat oleh seekor naga berwarna perak yang menjadi simbol kesatria atlantis. Selain itu para elf juga menambah lilitan akar pohon di sekitar itu agar tak ada satupun yang menyadari keberadaan mahkota itu. Sejatinya para elf sengaja karena keberadaan mahkota itu cukup merepotkan mereka. Sementara itu demon race juga menambah hawa hitam di sekitar wilayah itu agar sinar keperakan yang muncul setiap malam purnama tidak membawa dampak untuk wilayah mereka.
Sea mengernyit, ujung tenggara perbatasan wilayah elf dan demon race? bukan kah itu hutan Ametist? hutan itu terkenal dengan kebuasan hewan liarnya. Selain itu tak ada satupun penduduk elf maupun demon race yang berani memasuki hutan rimbun itu. Mereka seolah mengerti jika ada suatu hal yang tak seharusnya nya mereka ganggu disana.
*Keturunan atlantis! raja elf dan demon race telah mengetahui keberadaan mahkota ini.
Meski begitu mereka tak bisa mengidentifikasi dari manakah asal mahkota bertahtakan mutiara dan zamrud ini. Mereka hanya bisa menyembunyikan keberadaan nya dari dunia. Karena kedua kerajaan paham betul
kemungkinan mahkota itu tidak sederhana.
oleh sebab itulah hingga sekarang tak ada satupun kerajaan di daratan yang tahu perihal mahkota misterius itu.
Namun sebelum kau mengambil mahkota itu
sebaiknya kau dan kesatria mu berjalan ke barat benua. Disana terdapat seorang penyihir yang akan membantu mu mengembalikan kembali atlantis seperti sedia kala.
Karena atlantis tidah hanya hilang dari peradaban tetapi juga hilang dari ingatan semua orang*.
Sea memijat pelipis nya setelah membaca jawaban buku sihir itu. Ya dia memang harus mempersiapkan beberapa hal sebelum benar benar menemukan mahkota itu. Pada kenyataan nya ini bukan hanya sekedar mahkota tetapi juga semua aspek untuk kebangkitan atlantis. Dia nampaknya harus kembali ke Syam dulu sebelum memutuskan hal apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
" jadi bagaimana?" suara panglima Darwis membuyarkan lamunan Sea, Sea menggeleng takzim.
" Aku ingin pulang dulu paman, banyak hal yang harus aku lakukan sebelum mengambil kembali mahkota itu. Bagaimana pun ini akan menjadi perjalanan yang panjang serta rumit. Kita tak tahu bahaya apa yang akan menunggu nantinya karena itu lebih baik mempersiapkan segala hal dengan matang"
Panglima Darwis mengangguk, keponakan nya memang cerdas. Pantas saja ia dipilih sebagai penerus atlantis.
" baiklah, aku akan antar kau kembali ke Syam"
" terima kasih paman"
__ADS_1