
Alvaro menatap tidak percaya setelah mendengar ucapan David. Dia lebih tidak percaya lagi ketika menghadapi kenyataan bahwa putera mahkota atlantik merupakan keturunan dari mantan rival nya. Alvaro menelan ludah gugup, dia mengintip canggung ke arah Sea.
Pangeran Sean tertawa keras di dalam hatinya. Jadi apa? meski Alvaro tidak takut padanya dia masih memiliki Sea. Selama Sea di pihaknya, Alvaro tidak akan bisa berbuat apa pun. Sea menggeleng tak berdaya melihat kelakuan dua pria paruh baya di depannya.
Dia sungguh tak habis pikir, mengapa ayah nya memiliki banyak musuh ketimbang teman.
David hanya mengutuk kebodohan ayah nya, sebenarnya dia malu dengan ayah nya. Karena sang ayah ketika muda dikenal sebagai playboy cap dinosaurus di seluruh lautan. Mantan kekasih ayahnya tersebar di seluruh penjuru negeri. Semua puteri bangsawan maupun rakyat jelata tak ada yang lepas dari godaan maut ayahnya. Selain itu ayahnya juga memiliki reputasi sebagai penjudi. Meski begitu dia merupakan penyihir terkuat di lautan. Banyak pemuda yang belajar sihir darinya. Bahkan sampai berkeluarga ayahnya tetap menjadi pemain wanita. David menghembuskan nafas kasar, ibunya pun adalah wanita yang kesekian. Jika bukan karena terpilih nya dia sebagai kesatria pangeran atlantis, dia yakin ayahnya tidak akan ingat dengannya. Dia jelas tahu berapa jumlah saudara sejatinya.
David menatap Sea " pangeran maafkan ayahku, dia terlalu naif "
Sea mengangguk singkat, Dia kembali menatap ayahnya dan Alvaro " aku harap kalian lebih dewasa dalam bersikap, ayah jangan menebar musuh dimana mana! Itu akan menyulitkan nantinya. Dan untuk anda, bisakah tuan tidak mengharap kan ibuku lagi? ibuku jelas sudah bersuami" Alvaro menelan ludah, dia sudah mendapat ramalan bagaimana kejamnya pangeran terpilih atlantis dalam membantai musuhnya. Dia takut suatu saat nanti pangeran ini akan melampiaskan dendam pribadi ayahnya. Seakan tahu apa yang ada dipikirkan Alvaro, Sea terbatuk singkat " masa lalu kalian tidak ada hubungannya dengan ku, jadi kau tak perlu takut aku akan menghukum mu"
" eh bagaimana bisa begitu? bukankah kau akan membantu ku?"
" Ayah, aku tidak pernah bilang begitu"
" jadi kau tak sayang pada ayah mu lagi Sea?"
" apa hubungannya?"
__ADS_1
Rey tertawa keras dalam hati, ayahnya ingin meminta bantuan kakaknya untuk balas dendam? bahkan dalam mimpi pun hal itu tidak akan terjadi.
" Sea, kau sungguh tega kepada ku!" Pangeran Sean merajuk, dia berharap Sea akan bersikap manis dan membujuknya. Sea hanya memutar matanya, dia mengabaikan sikap kekanak kanakan ayahnya.
" Sudahlah ayah! kakak jelas mengabaikan mu, kenapa kau tetap bertingkah seperti kucing manja?" Pangeran Sean melotot garang ke arah Rey, dia bahkan membuat isyarat akan menghabisi Rey jika dia terus berbicara. Rey hanya menggeleng, daripada ayah nya dia lebih takut dengan kakak nya. Alvaro tersenyum masam, bahkan pangeran Sean yang dikenal ganas tak berani membantah pangeran atlantik. Ia ingin tahu sebesar apa kekuatan pangeran terpilih sebenarnya hingga orang bebal macam pangeran Sean dapat takhluk?
" maaf atas kelancangan hamba pangeran, perkenalkan nama saya adalah Alvaro. Saya merupakan keturunan bangsawan Armes. Leluhur kami dulunya adalah pengawal setia Raja Daniel, Raja terakhir atlantik sebelum negeri itu menghilang. Sebenarnya sebelum ini kami telah berusaha mencari keturunan atlantik namun hingga beratus ratus tahun lamanya kami tak pernah menemukan satupun dari keturunan atlantik sampai dua minggu yang lalu sinar keperakan muncul di langit. Kami akhirnya sadar seorang pangeran telah terpilih sebagai takdir atlantik"
" Saya kemudian mengumpulkan semua kesatria terpilih atlantik termasuk David, puteraku. Saya mengirim mereka untuk mencari anda, saya telah melatih mereka hingga kuat. Mereka adalah penyihir terbaik yang dipersembahkan untuk membantu anda dalam mengemban misi mengembalikan kejayaan atlantik. Yang jelas sekitar dua puluh bekas bangsawan atlantik masih setia untuk atlantik. Kami disini akan menunggu anda kembali. Kami akan membantu anda membangun kembali atlantik !"
Suara Alvaro bergema di lapangan itu. Kai hanya menepuk dahinya, dia tak habis pikir dengan kebodohan gurunya. Jelas jelas pangeran atlantik tak pernah menganggap mereka bertiga layak. yaa setidaknya sampai mereka mahir dalam ilmu pedang. Disamping Kai, Edward menyenggol lengan David agar dia menghentikan Alvaro, karena jika tidak sudah pasti pangeran atlantik akan kehilangan kesabaran.
"eh! Kenapa begitu? bukankah kalian adalah lulusan akademi ketentaraan Glasir. Sihir yang kalian gunakan bahkan ampuh untuk meluluh lantakan ratusan prajurit"
" tapi kami tak pandai berpedang ayah!"
"apa gunanya pedang? terlalu merepotkan!"
"merepotkan?"
__ADS_1
Alvaro terdiam, dia bisa merasakan suara dingin itu menusuk hatinya.
" aku tak pernah menginginkan prajurit yang lemah, apalagi penyihir yang dipakaikan baju perang!"
" tapi pangeran, para kerajaan lautan berperang menggunakan sihir bukan pedang"
" apa kau pikir atlantik hanya akan bertarung dengan kerajaan bawah laut? bagaimana jika ada kerajaan darat yang menyerang atlantis? kalian akan melawannya dengan sihir? itu jelas sangat merepotkan! karena kita tidak tahu dimana medan kita? beruntung jika itu di bawah laut, kita bisa mengkosentrasikan seluruh mana. Jika itu di daratan, bukankah kita akan kesulitan? kalian tentu sadar energi murni di daratan jauh lebih sedikit daripada di bawah laut. Kita pasti akan kesulitan dan kalah. Apakah itu yang kalian inginkan?"
Alvaro menunduk, dia sadar hal itu mungkin terjadi. Dia dan kakeknya pun pernah berasumsi bahwa hilangnya atlantik kemungkinan besar atas campur tangan salah satu kerajaan darat. Namun hingga saat ini dia tidak memiliki bukti untuk mendukung argumen itu.
" jadi aku harap semua cikal bakal prajurit atlantik berlatih dua ilmu, sihir dan pedang. Sihir akan diajarkan oleh mu sementara pedang aku menugaskan salah satu bawahanku untuk mengajarkan mereka. Aku akan siapkan kamp pelatihan untuk kalian. Aku harap kau secepatnya mencari cikal bakal prajurit atlantik"
" Titah anda hamba terima pangeran! saya akan segera mengumpulkan bakal calon prajurit atlantik. Kalau begitu hamba pamit dulu!" Sea mengangguk singkat, virtual yang menampilkan sosok Alvaro perlahan menghilang. Sea menatap ketiga prajurit pribadinya.
" latihan kita sudahi sampai di sini, ikut aku ke suatu tempat!"
" baik pangeran!"
Sea mengerahkan pendar kebiruan ke sebuah bangunan megah di bawah laut. Menurut informasi dari Syakilla, bangunan ini merupakan salah satu peninggalan atlantik untuk pasifik. Boleh jadi di dalam bangunan ini terdapat beberapa petunjuk mengenai atlantik.
__ADS_1
Untuk itu Sea tadi telah meminta izin kepada raja Artem agar bisa memasuki bangunan. Raja Artem sudah mengetahui semuanya termasuk kutukan puterinya. Dia tidak marah, malah bersyukur karena dengan kutukan itu Syakilla bisa memiliki ikatan dengan pemuda sehebat Sea. Raja Artem mungkin kurang menyukai pangeran Sean namun untuk Sea dia tahu betul bagaimana potensi pemuda itu. Selain itu Sea juga sangat memanjakan Syakilla. Dengan kenyataan seperti itu sudah cukup menjadi alasan raja Artem untuk merestui mereka.