Prince Of Atlanta

Prince Of Atlanta
Bab 9. Perjalanan ke Babon


__ADS_3

 


Pagi pagi sekali Sea dan rombongannya menuju selatan. Rey bersenandung riang karena berhasil membujuk ayahnya untuk ikut dengan Sea. Dia tak perlu menyamarkan wajah karena sudah memakai topeng emas yang menutup sebagian wajahnya. Lagi pula Rey baru berusia dua belas tahun, akan sangat tidak wajar jika pangeran babon juga cemburu dengan anak kecil. Itu terlalu memalukan!


 


" Kenapa wajahmu ceria sekali Rey"


Puteri Sena bertanya, dia cukup kaget Sea tak melarang Rey ikut. Biasanya Sea akan meninggalkan Rey karena dianggap cukup merepotkan. Wajar saja, Rey baru berusia dua belas tahun. Pada usia itu seorang remaja sedang pada masa puber puber nya.


" tentu saja kak, ini pertama kalinya aku berpetualang" Rey menjawab dengan ceria. Ia bahkan menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil bernyanyi. Sea yang melihat itu hanya bisa menggeleng. Mungkin keputusan nya untuk membawa Rey tidak salah, setidaknya di perjalanan mereka tidak terlalu sepi.


Rombongan itu terdiri dari sembilan orang, tiga kesatria atlantis ditambah dua prajurit handal Sea, berkuda di depan dan belakang sementara mereka berempat berada di tengah tengah.


Mereka melewati banyak jalan, namun untuk menuju babon lebih cepat melewati rute hutan lebat. Meski sepi setidaknya dengan melewati hutan mereka tak perlu khawatir kekurangan persediaan makanan.


Sea kembali menggunakan gaunnya, gaun hijau itu sangat menawan ketika melekat di tubuh ramping Sea. Rambut Sea ditata dengan indah, dia bahkan lebih menonjol dari puteri Sena dan Syakilla.


Dua wanita itu hanya bisa menghirup udara dingin. Gambaran Sea di benak mereka sama halnya dengan keindahan yang menghancurkan negara. Sungguh membuat orang iri!


Beruntung keduanya pulih dengan cepat. Jadi apa? meski itu kecantikan yang langka, tak akan ada satupun lelaki di dunia ini yang akan mendapatkannya. Jelas karena kecantikan langka itu adalah laki laki. Keduanya diam diam senang dalam hati.


Melihat ekspresi tak wajar di wajah Syakilla dan puteri Sena, Sea mengernyit. Apa yang dipikirkan keduanya? kenapa di awal Memiliki ekspresi tak berdaya lalu berikutnya malah menampilkan ekspresi kecewa campur gembira?


" ada apa dengan ekspresi kalian?" Sea bertanya langsung, ia bukan orang yang suka bertele tele terutama mengenai hal yang agak mengganggu.


Syakilla dan puteri Sena tersentak, mereka memandang kearah Sea. Syakilla memiliki wajah rumit, dia tak tega menggoda Sea. Bagaimana pun Sea adalah kepingan hatinya. Tentu saja dia tak akan mau membuat pemuda itu kecewa.

__ADS_1


Di sisi lain, puteri Sena menuangkan teh lalu menyeruput nya perlahan. Sikap nya anggun mencerminkan puteri bangsawan yang terdidik. Dia melambaikan lengan bajunya, sebuah kipas muncul. Kipas itu memiliki pola mawar yang indah. Puteri Sena menatap Sea dengan jenaka, dia mengadopsi tampilan bermartabat pemuda bangsawan di ibu kota Syam. Kemudian berkata perlahan " Hari ini saya melihat kecantikan yang langka, matanya seindah lautan di malam hari. Rambutnya sehalus sutera, belum lagi wajahnya yang indah bagaikan peri. Saat ini tuan muda ini sungguh beruntung bertemu dengan kecantikan itu. Dan sekarang kecantikan itu berada di depanku. Nona cantik bolehkah yang rendah hati ini meminta tangan mu?" Puteri Sena membungkuk mengulurkan tangannya ke arah Sea. Postur tubuhnya mirip pangeran yang meminta seorang gadis untuk berdansa.


Rey tersedak, dia menatap tak percaya ke arah puteri Sena. Apa dia ingin mati muda? bagaiman bisa dia berbicara seperti itu kepada raja iblis? sungguh sangat berani!!


Wajah Sea menghitam, dia menatap tajam puteri Sena. Suasana menjadi suram, dua prajurit di belakang merasakan keringat dingin di punggung mereka. Sebagai prajurit yang telah mengikuti Sea bertahun tahun keduanya tentu tahu suasana hati tuan mereka.


Mereka berharap bisa menghilang dengan cepat. Sementara di depan tiga kesatria saling pandang, meski ketiganya baru mengikuti Sea beberapa minggu. Namun mereka sudah melihat tempramen Sea dengan jelas.


Ketiganya merasa hari mulai gelap dan petir akan segera turun. Suasana begitu mencekam sampai sampai semua orang susah bernafas.


Sea mengeluarkan aura menakutkan. Meski dia tak berbicara, semua orang sadar dia sedang marah. Syakilla menarik nafas panjang lalu menginstrupsi kan semua orang untuk berhenti.


Dia mendekati Sea lalu memeluknya


" bisakah kau menarik aura mu? semua orang tidak bisa bernafas karena tekanan yang begitu berat" Sea tak menjawab dia hanya membalas pelukan Syakilla.


Sea hanya mengencangkan pelukannya ia bahkan menyenderkan kepalanya ke bahu Syakilla.


Syakilla menarik nafas tak berdaya, Sea yang dia lihat sekarang tak lebih baik dari seorang bocah lima tahun yang keras kepala. Dia tak habis pikir bagaimana seorang jenderal di medan perang akan bertingkah seperti ini.


Awalnya dia berpikir Sea begitu dingin hingga ia takut mempunya pasangan yang seperti itu. Bagaimana pun dia juga wanita, wanita mana yang mau menghabiskan hidup dengan muka tembok?


Hingga akhirnya seiring berjalan waktu ia malah terpana. Sea yang terkenal dingin cukup hangat dan jangan lupa manja. Syakilla bahkan menggeleng karena tingkah manja Sea terkadang seperti anak kecil.


" Sea, kau tak mendengar ku?" Sea mengangguk tapi tak bersuara, Syakilla kesal dengan tingkah kekanak kanakan Sea. Dia melepas paksa pelukan nya.


Sea menatap Syakilla dengan tampang yang menyedihkan seolah olah ia telah di perlakukan dengan tidak adil. Semua orang yang melihat itu hanya menarik nafas dingin. Siapa yang berani menggertak raja iblis? hanya Syakilla yang mampu melakukan nya!

__ADS_1


" Apa? Jangan lihat aku dengan tatapan seperti itu! Aku tidak akan tergerak! "


" sayang kenapa kau begitu jahat, kau tega mengatakan itu kepadaku? kau tak lagi sayang pada ku? Jangan bilang kau telah mempunyai laki laki lain? jika benar aku akan membunuh nya sampai tak bersisa"


Semua orang: "........"


Hey hey bagaimana bisa pangeran atlantis menjadi tak tahu malu. Ada apa dengan ekspresi menyedihkan itu? jelas kau yang akan membunuh orang! Kenapa pasang wajah tertekan itu?


Syakilla begitu marah, dia melangkah maju lalu memukul lengan Sea. Sea menatap Syakilla dengan ekspresi menyakitkan


" kau bahkan memukulku? aku benar benar tak memiliki arti untuk hidup lagi? kekasih ku tak menginginkan ku? tak ada yang lebih menyakitkan dari ditinggal kan oleh orang yang di cintai"


Syakilla:"........"


" aku akan mengakhiri hidupku hari ini, semoga kau bahagia cintaku. Aku harap di kehidupan selanjutnya aku dan kamu bisa menjalin kasih tanpa adanya tragedi. Selamat tinggal cinta ku aku akan mengorbankan nyawa ky untukmu"


Syakilla : ".........."


Semua orang : "........"


Rey dan yang lainnya hampir memuntahkan darah, apakah Sea hari ini tidak sengaja membenturkan kepalanya? bagaimana dia bisa menampilkan ekspresi tak tahu malu seperti itu? Sungguh mereka ingin mati karena terkejut!


***Hai semua Dark Sea up lagi


jangan lupa like dan komen


Ditunggu ya up selanjutnya

__ADS_1


Salam kasih dari Elsyarif***


__ADS_2