
Sea menatap kesal ke arah ayahnya, ia memandang tajam beberapa pelayan yang tengah memindahkan bermacam macam bingkisan. Di dalam bingkisan itu terdapat berbagai macam perhiasan mulai dari emas, perak, berlian, intan, sampai mutiara safir produksi kerajaan bawah laut pasifik.
Selain itu ada juga banyak jenis gaun indah produksi bangsa elf hutan. Semua corak gaun memberikan kesan mewah dan elegan, belum lagi jenis hiasan rambut yang indah dan menawan semua hadiah itu akan menghipnotis semua gadis namun sayangnya Sea bukan seorang gadis jadi dia sama sekali tidak berminat dengan gemerlap hadiah itu.
Dia hanya ingin membunuh siapapun yang menerima utusan kerajaan Astra itu bagaimana bisa ada seorang anggota kediaman pangeran Sean yang tidak tahu mengenai tabu Sea?
bahkan lalat di rumah itu pun tahu bahwa Sea tak akan pernah mentolerir siapapun yang menerima tamu dengan dalih lamaran.
Sea berjalan mondar mandir sambil menunjuk satu persatu pelayan di kediaman itu, dia sesekali menyipitkan mata berniat mencari tahu kebohongan lewat mata mereka.
Tatapan mata Sea kemudian jatuh ke arah adiknya, Rey. Rey menggeleng kuat menyangkal tuduhan lewat mata itu.
Meskipun dia sering menjahili Sea bukan berarti dia akan berani melanggar tabu Sea.
Sebagai adik dia tahu betul bagaimana kejamnya Sea dalam menghukum seseorang.
Bahkan jika dia bosan hidup dia tidak akan pernah meminjam tangan Sea untuk mengakhiri hidupnya.
Melihat respon Rey, Sea tidak ambil pusing dia cukup hafal dengan mimik wajah adiknya jadi bisa dipastikan Rey tidak berbohong kali ini.
Lama berlalu akhirnya tatapan itu kembali jatuh ke arah pangeran Sean.
Melihat tatapan sang anak, pangeran Sean hanya menggeleng tak berdaya.
Entah mengapa tatapan itu begitu menakutkan meskipun dia tahu kalau yang di hadapannya adalah puteranya bukan orang lain.
" Nak kau tak perlu menatapku seperti itu, aku bisa jamin hal ini tak ada hubungannya denganku. Bukan kah aku sudah berjanji untuk tidak melakukan hal itu lagi?
aku ini pangeran nak ucapanku adalah harga diriku jadi kau tak perlu khawatir"
Sea tak menanggapinya dia hanya membuang muka sambil mendengus, dalam hati dia ingin mengutuk ayahnya. Apanya yang seorang pangeran? dan apa pula itu dengan harga diri?
Sebagai seorang pangeran yang berkecimpung di dunia militer ayahnya cukup serampangan
Dia mungkin sudah lupa dengan aturan dan tata krama kerajaan.
" Hei nak kau tidak boleh menatapku seperti itu, ayahmu ini adalah pria sejati yang memegang janjinya"
__ADS_1
"......"
" Kamu tidak percaya nak? sungguh hatiku terasa sakit karena ketidak percayaanmu nak.
Aku tidak pernah berbohong padamu, aku adalah laki laki yang jujur. Selama ini siapapun yang mendengar namaku pasti akan tahu bagaimana heroiknya diriku"
" Baiklah ayah aku percaya"
Sea memutar matanya dengan anggun kemudian menghentikan tatapannya ke arah seorang pelayan wanita yang gemetar.
Pelayan itu menatap takut takut ke arah Sea bibirnya pucat dan bergetar.
" Hei bibi kenapa kamu begitu bergetar? aku jelas tidak akan memakan siapapun
ya ya kecuali bibi punya salah denganku?
apakah bibi punya salah?"
" Ma...af puteri aku salah karena menerima utusan itu"
" Oh jadi bibi yang menerima mereka?
apa bibi merupakan pelayan baru?"
Wanita itu menggeleng sambil menunduk takut, dia sebenarnya sangat paham dengan peraturan di kediaman pangeran Sean
hanya saja salah satu diantara utusan itu menjadikan keluarga wanita itu sebagai sandera sehingga mau tidak mau dia harus membuka jalan untuk para utusan itu.
Wanita itu tidak tahu menahu jika selain menyampaikan maksud baik para utusan itu juga meninggalkan cedera mata yang sangat banyak. Dari semua anggota kerajaan yang paling kejam sebenarnya adalah Sea. Meskipun ia memiliki penampilan menawan bukan berarti dia adalah sosok yang lembut dan penyayang.
Siapapun tahu betapa ganasnya tebasan pedang si puteri cantik ini bahkan di kerajaan Syam dia dijuluki sebagai peri berhati iblis.
Dia sudah mengikuti ayahnya ke medan perang dari usia tiga belas tahun.
Peperangan demi peperangan telah ia lalui, kemenangan di pihak Syampun tak bisa lepas dari kemahiran sang peri iblis dalam menjalankan taktik perang.
Dia tidak hanya menawan tetapi juga berbakat karena itu pulalah banyak kerajaan mengincarnya. Setiap pangeran akan berusaha meminang si peri iblis ini namun sayang tak satupun dari pinangan mereka yang diterima.
__ADS_1
Keadaan ini membuat banyak pihak geram tak jarang beberapa kerajaan akhirnya mengibarkan bendera perang dengan kerajaan Syam. Melihat fenomena ini rajapun berusaha membujuk adik dan keponakannya untuk memilih salah satu pangeran.
Setidaknya hal itu akan mengurangi konflik kerajaan Syam dengan kerajaan lain.
Tapi memangnya Sea adalah seorang puteri?
tentu dia tidak mau memilih siapapun, ia masih
cukup waras jadi dia menolak bujukan paman nya dengan tegas.
Tentu saja raja tak bisa berbuat apa apa bagaimanapun Sea memegang setengah dari komando kerajaan Syam jika dia membuat anak bebal itu marah siapa saja bisa tahu akan jadi apa kerajaan Syam nantinya.
Oleh karena itu raja hanya berharap keponakannya yang kejam menemukan tambatan hatinya secepat mungkin.
" Maaf puteri hamba sungguh tidak bisa menolak mereka, mereka menggunakan keluarga hamba sebagai ancaman
hamba mohon puteri mau memaafkan hamba"
Wanita itu berlutut sambil memegang kaki kanan Sea, air mata mengalir memenuhi pipinya. Isakan demi isakan bergema di aula itu semua mata memandang keduanya mencari tahu apa yang akan dilakukan puteri mereka.
Sea menghembuskan nafas kasar dia sudah menebak semuanya, tak ada satupun pelayan yang berani melanggar otoritasnya kecuali mereka dipaksa sedemikian rupa.
Sea mengamit tangan wanita itu dan membantu nya berdiri.
Sea memandang pelayan itu dengan lekat
tubuh ringkih wanita itu membuat nya tak tega untuk menghukum nya sehingga dengan pertimbangan lama dia memutuskan untuk membiarkan masalah ini pergi.
" Baiklah untuk kali ini bibi aku maaf kan namun lain kali jika masalah ini terulang kembali aku tidak akan membiarkan bibi pergi"
" Terima kasih puteri hamba janji hal itu tidak akan terjadi lagi, sekali lagi terima kasih puteri atas kebaikan hatinya"
Sea mengangguk kemudian menoleh ke arah salah satu prajurit kepercayaan nya.
" Kirimkan semua hadiah ini kembali ke kerajaan Astra dan katakan pada mereka bahwa aku menolak niat baik mereka. Selain itu selidiki juga hal apa yang terjadi pada bibi pelayan tadi"
" Siap laksanakan puteri, hamba akan memberikan hasilnya secepat mungkin"
__ADS_1
" Baiklah kau boleh pergi"