
Han menghembuskan nafas kasar, merubah dirinya menjadi naga perak. Melaju kencang kearah Sea.
Setiap keturunan Atlantik memiliki satu kesatria naga perak terpilih yang akan menjaga sang pewaris takhta. Disinilah Han berada, menatap langsung ke mata sang putera mahkota. MMM...tapi wajah kesatria itu agak hijau sekarang, oh ayolah bukannya dia harus bertemu pangeran tapi mengapa yang ia dapati seorang gadis cantik menatap tajam ke arahnya? ini bukan leluconkan? sejak kapan nalurinya sebagai kesatria naga perak salah? arrrgghhhh....
" maaf paman, anda sedang mencari siapa???"
Han menoleh ke sumber suara, satu satunya lelaki yang mungkin menjadi pangeran hanya anak lelaki di sebelah gadis tadi. Tapi Han tahu itu tidak mungkin dia sebab kalung sihir yang ia pakai tidak menunjukkan tanda apa pun. Kalung itu hanya bereaksi pada gadis di depannya.
Oh ayolah dia tak mungkin mengalami cacat naluri kan? dimana pangeran Atlantis? Kalau tidak salah menurut lamaran sang pangeran diibaratkan sebagai pedang, tajam dan kejam.
Sebenarnya Han sudah membayangkan sosok pangeran Atlantis, di dalam benak Han pangeran Atlantis merupakan sesosok manusia berwajah seram yang akan membuat lawannya takut.
Baiklah jangan salahkan Han yang berpikir begitu. Lagi pula siapa pun tahu bahwa Atlantis hanya terkenal dengan kecantikan puterinya
sementara untuk pangeran? huh jangan ditanya
kalau boleh jujur Han ingin mengatakan wajah mereka mengerikan.
ups... Han menutup mulutnya
apa yang ia pikirkan tidak ia ucapkan kan?
jika iya.... ah ini akhir hidupnya!!
" jadi paman, paman mau cari siapa?"
Han menatap kedepan, disana lima orang lelaki yang ia yakini sebagai pengawal sudah bergerak maju. Wajah mereka penuh waspada.
" Paman, jika paman tidak menjawab juga, para kesatria ini akan melumpuhkan paman. Ingat paman lima lelaki ini bukan pengawal biasa"
Han mengangkat alis kearah Rey, bocah ini berani mengancamnya?
memangnya siapa dia?
__ADS_1
kesatria naga perak pangeran Atlantis bukan gelar main main ok!
Melihat wajah Han, Rey hampir memuntahkan seteguk darah,' hey paman aku hanya berbaik hati mengingatkanmu! ada apa dengan ekspresi itu?
Melihat keduanya Sea hanya mendengus kesal,
" maaf paman, anda ingin mencari siapa?"
Suara Sea mengalun lembut, Syakilla yang berada di sampingnya hampir terjungkal. Menangis dan mengutuk di dalam hatinya, oh ayolah siapa pun yang diposisinya pasti akan mengalami hal yang sama. Kekasih mana yang mau melihat kekasihnya menggunakan nada seperti itu, yaa walaupun ia tahu itu bukan maksud Sea, bagaimanapun Sea memiliki suara lembut alami. Karena inilah tidak ada seorang pun yang akan curiga bahwa Sea sebenarnya adalah lelaki.
"maaf nona, saya disini ingin mencari seseorang" Han menjawab sambil mengacungkan liontin perak di dadanya.
Biarlah... lagi pula ia tak punya pilihan lain selain menunjukkan identitasnya
" kesatria naga perak" seru Danish, ia menatap Han lalu berbalik kearah Sea, berbisik pelan
" Pangeran, lelaki ini adalah kesatria naga perak
dia mungkin bingung dengan keadaan pangeran"
Han menatap lesu seorang lelaki muda yang berada didekatnya, ia masih ingin mengutuk naga berekor enam. Sejak kapan pangeran Atlantis memiliki wajah menawan?
lalu bagaimana dengan ramalan pedang?
ini bukan pedang tapi kembang!!
" Eh eh paman, paman kaget kan dengan tampilan kakak ku? hahaha... sudah ku bilang kak wajah mu itu menipu, lihat paman ini dia sampai ingin pingsan karena terkejut"
" Diamlah aku tak ingin bicara dengan mu"
Han menguatkan hatinya lalu membuka suara
" Salam pangeran Atlantis, saya Han kesatria naga perak yang ditakdirkan untuk menjaga keturunan Atlantis" Sea menatap Han yang tengah menekuk kan sebelah kakinya.
__ADS_1
Sea akui dia cukup terkesan dengan penampilan Han sebab selain menunduk layaknya kesatria lainnya Han juga mengacungkan pedang seolah olah ia sedang mengucap sumpah. Bukan apa Han ini adalah kesatria Atlantis tentu pedang yang ia angkat menjadi kehadiran unik di tengah tongkat sihir yang biasa dipakai para kesatria kerajaan bawah laut.
" Baiklah Han, aku Eastsea Rowland Syam pangeran Atlantis. Senang bertemu dengan mu" Mendengar penegasan Sea, Han membuang keraguan nya lalu kembali menunduk penuh hormat.
" Pangeran maaf telah meragukan mu sebelumnya hamba disini ingin mengucapkan sumpah kesetiaan kepadamu pangeran"
" aku sudah tahu tujuanmu Han, aku disini pun tengah menunggu mu. Jadi berdirilah aku sudah menerima sumpah mu"
Han mengucapkan terima kasih lalu bangkit, ia memicingkan mata kearah Syakilla yang berada di samping Sea. Aroma calon ratu Atlantis, tak salah lagi ini wangi yang akrab. Setiap Puteri mahkota pendamping pewaris takhta Atlantis memiliki wangi Bunga Adelino di tubuhnya. Bunga itu biasa di letakkan di dekat ruang takhta di istana Atlantis. Kalau tidak salah bunga itu hanya bisa dijumpai di pegunungan tenggara yang berada tepat di pedalaman hutan Atlantis.
" apa yang kau lihat paman, Puteri itu kekasih kakak ku calon pangeran mu"
Rey berseru kencang, ia tak menyangka paman bau ini kesatria naga perak yang legendaris itu.
ayolah mengapa mimpi tentang idolanya hancur begitu saja.
huhu.... dia ingin menangis kencang sekarang, siapa yang akan menghiburnya. Baiklah mungkin hanya kakak cantik...eh tampannya yang tak akan pernah mengecewakannya.
Han kembali melirik Rey, ini satu lagi yang membuatnya terkejut. Bocah cilik yang banyak bicara ini ternyata adik lelaki pangerannya.
Dari segi apa dia bisa menghubungkan bocah ini dengan pangeran Atlantis.
yang satu panas seperti kopi, sementara yang lain dingin sedingin es. Jadi bagaimana dua pribadi yang bertolak belakang itu bisa berhubungan darah, sungguh Han tak bisa memikirkannya!!!!
Hallo reader maaf ya El lama hiatusnya
El lagi sibuk, sibuk ini loh hp nya rusak
jadi ketunda deh upnya
tapi insyaallah El sekarang rajin lagi kok upnya
maksimal tiga hari sekali deh
__ADS_1
ok semoga pada suka ya sama prince of atlanta
see you again