
vSetelah mendengar penjelasan ibunya Sea merenung sejenak dia cukup bingung apakah kristal itu milik gadis kecil yang ia temui atau malah milik gadis lain. Sea memainkan kristal biru itu dengan memutar dia sungguh berharap kristal ditangannya adalah kepunyaan gadis cantik dengan senyum tulus dalam ingatannya.
" Little princess apa kamu juga berharap seperti yang aku harapkan?"
" Kakak! ternyata kakak disini. Aku sudah mencari kakak ke seluruh negeri"
" Jangan berlebihan! ada apa kamu mencari ku?" Rey menggaruk rambutnya kemudian tersenyum
" Ada yang mencari kakak, seorang gadis cantik" Rey memandang kakaknya kemudian menggeleng, di dalam hati ia memikirkan apakah mungkin gadis itu datang karena tertarik dengan kakaknya? bukannya dia meragukan pesona kakaknya hanya saja saat ini sang kakak tengah memakai gaun. Jadi mustahil seorang gadis akan tertarik.
Sea mengernyit melihat pandangan adiknya dia mengangkat sebelah alis meminta penjelasan.
" Siapa gadis itu?"
" Eh jika aku tahu kenapa aku harus penasaran?" Sadar akan ucapannya Rey menutup mulutnya sedangkan Sea hanya menendang Rey dengan cemoohan.
" Itu wajar kakak! selama ini puluhan laki laki berusaha menemuimu namun hanya satu gadis yang memintamu, bukankah itu keajaiban kakak?" Sea mengabaikan Rey sambil melangkah ke aula.
Di aula kediaman pangeran Sean duduklah seorang gadis cantik dengan gaun sederhana. Matanya menatap cerah kearah cahaya biru yang memancar dari kediaman putera pertama pangeran Sean. Dia adalah puteri keenam raja Pasifik, dia kebetulan mengikuti ayahnya berkunjung ke negeri Syam. Pada awalnya sang puteri tak merasakan apa apa namun ketika ayahnya meminta untuk menemui adik raja Alex, puteri itu merasakan pendaran cahaya yang sangat akrab dengannya. Perasaan akrab itu berasal dari kediaman pangeran Sean, Puteri yang bernama Syakilla itu merasakan jantungnya berdetak kencang. Hatinya dipenuhi rasa cemas dan was was, dia tahu betul pendaran itu berasal dari kristal penentu pasangan yang diwariskan turun temurun oleh leluhur ibunya.
" Puteri Syakilla maaf jika boleh tahu ada urusan apa puteri ingin menemui pemilik kediaman itu?" Pangeran Sean bertanya dengan bingung karena puteri Pasifik ini hanya mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan pemilik ruangan sebelah timur. Dia merasa aneh dengan tujuan kedatangan puteri muda ini. " Maaf paman aku hanya ingin memastikansesuatu"
Ditengah kebingungan Pangeran Sean, Sea dan Rey memasuki aula dengan postur bangsawan standar. Puteri Syakilla menatap kearah keduanya kemudian mengerutkan kening.
Dia merasakan pendaran kristal itu mulai menguat namun dia tak melihat pemuda yang akan menjadi pasangannya. Dia jelas tahu anak kedua Pangeran Sean bukanlah pasangannya karena Syakilla jelas tak merasakan pendaran apa pun pada Rey. Namun dia tak yakin karena cahaya itu justru berasal dari gadis muda di samping Rey.
Syakilla menatap gadis muda itu kemudian menggeleng, mana mungkin gadis yang bahkan lebih cantik darinya adalah pasangan jiwanya?
Ini merupakan lelucon terbesar jika itu benar.
Melihat Syakilla yang menggeleng kuat Sea dan pangeran Sean saling pandang, Rey bahkan melotot heran." Maaf puteri apakah ada yang salah?" Syakilla tersadar dari pemikirannya setelah mendengar suara Pangeran Sean, dia kembali memasang senyum sopan di bibirnya.
__ADS_1
Sea yang melihat senyum itu sedikit terpaku tiba tiba ingatan mengenai gadis kecil muncul di kepalanya. Dia kembali menatap Syakilla yang tersenyum kemudian mengernyit.
" Ah apakah gadis muda ini pemilik ruangan sayap timur?"
" Ya dia adalah anak pertamaku, memangnya kenapa puteri?"
" Mmm .. apa Pangeran yakin yak memiliki putera lain di sayap timur? tak mungkin kan dia?"
Sea mendekat kearah Syakilla dan mengibaskan lengan bajunya menampilkan kristal biru yang berpendar terang.
" Apa kamu mencari asal cahaya ini?"
Syakilla mengangguk terpaku ke arah kristal dengan cahaya biru yang semakin kuat. Dia kemudian menatap Sea
" Dengar puteri jika kamu punya hubungan dengan kristal ini maka aku adalah orang yang kamu cari"
" Tapi bagaimana mungkin?"
" Percayalah puteri aku seorang pemuda hanya saja dengan satu alasan aku harus menyembunyikan identitas ku"
Mendengar suara Sea yang berubah, Syakilla menegang menjauhkan tubuhnya dari Sea.
" Ok aku percaya tapi bisakah aku melihat mu?" Sea mengangguk dan melangkah pergi menuju kediamannya.
Disamping keduanya Pangeran Sean menatap tak percaya, dia bisa merasakan tatapan ketertarikan dari mata Sea. Bahkan ia bisa tahu Sea sengaja menggoda Syakilla. Rey hanya diam diam memandang mencoba merekam setiap kejadian agar dia tidak lupa.
Sepuluh menit berselang Sea muncul dengan pakaian prianya meninggalkan beberapa pelayan wanita dengan wajah merah. Sea tak peduli pendapat mereka ia menghampiri Syakilla yang menunduk malu.
" Tidakkah puteri ingin melihatku? kenapa menunduk mmm?"
Syakilla memainkan jarinya berusaha menenangkan jantungnya. Syakilla bisa melihat bibir merah pucat Sea dari sudut matanya, Sea mengerut terhadap respon negatif Syakilla.
__ADS_1
Dia merentangkan tangan membawa Syakilla kepangkuannya. Dia bahkan mengabaikan ayah dan adik nya, membelai rambut panjang Syakilla. " Apa aku terlalu buruk?"
Syakilla menggeleng membenamkan kepalanya kedada Sea, tangannya bahkan sudah mencengkeram kuat pada ujung pakaian Sea.
" Siapa namamu?"
" Syakilla"
Syakilla merespon sambil memainkan kancing baju Sea, dia bahkan belum percaya jika pemuda didepannya adalah gadis cantik yang dia lihat setengah jam yang lalu. Percaya atau tidak fitur wajah Sea tak menyisakan sedikit pun cela, Karena itu menyamar menjadi wanita pun tak ada yang curiga.
Di ujung ruangan Rey menatap kosong kearah Sea, dia seolah bermimpi melihat ayam dengan janggut pelangi. Dalam ingatannya Sea sosok yang dingin terhadap semua orang, apalagi orang yang baru dia temui. Bahkan ayahnya selalu protes dengan muka tembok Sea. Bagaimana monster siluman dinding berubah menjadi prince charming dalam sekejap?
bukankah itu lebih langka daripada ayam berjenggot pelangi?.
" Kakak, bisakah kakak melihat kami sedikit?" Rey menunjuk dia dan ayahnya secara bergantian. Syakilla memerah masuk semakin dalam kepelukan Sea.
" Lihat? memangnya kamu dan ayah sedang melakukan pertunjukan? "
Rey menghentak kan kakinya pelan antara kesal dan takut sih. Mana berani dia menantang kakaknya yang sudah berubah ini. Dengan pakaian puteri saja dikenal sebagai iblis lalu bagaimana dengan pakaian pangeran? raja iblis?.
" Kakakku tersayang kamu harus menjaga perasaan ayah kita, dia sungguh syok kehilangan puteri cantik nya"
Pangeran Sean melotot ke arah Rey dia mengutuk puteranya dalam hati. Bukankah dia dijadikan tameng? sejak kapan pangeran Sean yang terhormat mau menjadi tameng?
" Hei bocah! apa yang kamu katakan? kamu ingin mati hah?"
" Memangnya dalam pikiran ayah bukan begitu?"
" Kalaupun benar setidaknya kau tak perlu memberitahukan kakakmu, kau ingin ayah diterkam macan?"
" Ayah bukankah ayah harus memilah kata kata?"
__ADS_1