
Setelah insiden dengan utusan kerajaan Astra itu semua pelayan telah berjaga jaga dengan semua tamu yang akan memasuki kediaman pangeran Sean. Seperti hari ini seorang tamu memandang barisan pelayan dengan kesal, dia telah meminta untuk bertemu dengan tuan rumah sekitar dua jam yang lalu namun sampai saat ini dia tetap tidak diizinkan masuk.
" Hei pelayan tidakkah kalian keterlaluan membiarkan aku menunggu di pintu?
jika Pangeran Sean tahu kalian akan di hukum berat"
" Maaf tuan kami hanya menjalankan tugas dari puteri Sea, jika kami melanggar nya kami takut bahkan pangeran Sean tidak mampu menolong kami"
" Puteri? Sea?"
" Iya tuan puteri Sea sangat galak"
Ketika sang tamu dan pelayan itu berbicara tiba tiba dari balik gerbang muncullah sosok wanita cantik dengan rambut disanggul rapi, dia menatap tamu itu dengan senyum lebar
" Kakak kamu di sini?"
" Ya dari dua jam yang lalu namun pelayan ini keras kapala tidak mau membiarkan ku masuk"
" Oh maafkan aku kalau begitu, pelayan biarkan dia masuk dia adalah kakak ku, panglima tertinggi pasifik"
" Baiklah puteri maaf atas kelancangan hamba"
" Silahkan masuk kak, Sean sudah menunggu di ruang belajar"
" Mmm... Helda aku ingin tahu apa kau dan Sean memiliki anak perempuan? setahu ku kau memiliki dua putera karena tak ada satupun lilin keturunan wanita yang menyala di rumah leluhur kita?"
Puteri Helda tak menjawab dia hanya terus memimpin kakak nya menuju ruang pribadi suaminya. Lima menit berlalu keduanya pun sampai di depan pintu coklat dengan ukiran naga yang meliuk liuk, puteri Helda meraih gagang pintu dan membukanya.
Dari balik pintu terlihat tiga orang yang sedang menunggu. Dimata panglima Darwis dia melihat seorang gadis dan dua orang laki laki yang dia identifikasi sebagai ipar dan keponakannya. Panglima Darwis mengernyit kan dahi ke arah adik iparnya
" Siapa gadis ini? jangan bilang dia adalah isteri keduamu? Sean aku peringatkan kamu sekali lagi kamu harus tepati janjimu dulu atau aku akan tenggelamkan kerajaan ini!"
Mendengar itu Pangeran Sean menatap iba ke arah kakak iparnya, dia berdoa dengan tulus agar anaknya tiba tiba tuli dan tidak mendengar apa kata sang kakak ipar. Selagi pangeran Sean berdoa tiba tiba sebilah pedang telah bertengger manis di leher panglima Darwis, Panglima Darwis membulatkan matanya karena terkejut dengan serangan gadis cantik di hadapannya.
Sea melompat dengan anggun, berjalan santai memeluk ibunya
__ADS_1
"ibu tidakkah itu penghinaan besar? bagaimana mungkin aku disangka sebagai selir ayah? andai aku benar seorang gadis aku pastinya tidak akan mau menjadi selir pria macam ayah"
Pangeran Sean hanya melotot tidak percaya ke arah Sea yang bersandar manis di pelukan ibunya. Sesekali dia akan menggosok kan kepalanya ke lengan sang ibu. Puteri Helda hanya tertawa riang menyambut tingkah manja putera pertamanya.
" Nak tidakkah kamu memiliki hati nurani yang bersalah terhadap ayahmu? Rey lihatlah kakakmu dia bahkan mempermalukan ayah di depan ibumu ayah harap kau akan memihak ayah untuk kali ini"
" Ho ho maaf ayah aku lebih sayang nyawaku jadi aku akan tinggalkan urusan ini untuk ayah selesaikan sendiri"
" Rey kau tega melihat ayah?"
" Mau bagaimana lagi aku takut harimau jantan akan menerkam ku"
" Ehm.... siapa yang kau sebut harimau jantan adikku sayang?"
Rey membulatkan matanya, dia lupa bahwa kakaknya yang kejam juga ada di ruangan itu.
Rey berdehem singkat
" Kakak ku tersayang kau salah paham aku melambangkan mu dengan harimau jantan berarti kau sangat kuat, ditakuti oleh lawan serta dihormati oleh kawan. Kau adalah singa di peperangan, sebagai adik aku sungguh mengagumimu"
" Ayah disaat hidupmu terancam apapun pasti akan muncul secara tidak sadar, itu reaksi naluriah dalam diriku"
Pangeran Sean :".........."
Sea : ".........."
puteri Helda: " Diam lah jangan terus menggoda kakakmu, dan untuk yang mulia kau sebagai ayah harusnya tak usah mengambil hati perkataan Sea"
" Oh periku tercinta mengapa kau selalu memanjakan Sea? kau harus ingat dia itu bukanlah Sea kecil yang imut lagi"
" Ya ibu ayah benar, kakak sudah bertransformasi menjadi dewa perang paling kejam dalam sejarah kerajaan Syam"
" Pangeran, Rey diam lah !!"
__ADS_1
Pangeran Sean dan Rey menelan ludah pahit, hati keduanya begitu berdarah mendengar hardikan sang dewi, mereka melihat ke arah Sea yang meringkuk dalam sambil tersenyum manis di pelukan ibunya.
Pangeran Sean tergoda untuk menarik anaknya dari pelukan isteri tercintanya namun ketika dia mengingat tempramen Sea, pangeran Sean melupakan niat itu. Dia membenarkan ucapan Rey dalam hati, putera pertamanya jelas lebih menakutkan daripada yang terlihat.
Disisi keluarga itu panglima Darwis yang diabaikan merasa sedikit jangkel, Karena tidak tahan akhirnya dia berdehem keras membuat empat orang lainnya terdiam sambil menatap ke arahnya
" Sean aku di sini jelas memiliki sesuatu tapi kalian malah bercanda ria? hei aku tidak terlalu tahan lama lama di darat suhu di sini terlalu panas. Aku memiliki satu pertanyaan bukan kah anak pertama kalian laki laki laki mengapa di sini aku melihat seorang gadis?"
" Kakak dia laki laki tetapi kami terpaksa menyembunyikan identitasnya sebagai pangeran kami takut raja kerajaan Syam akan berusaha membunuhnya"
" Maksudmu si bodoh Alex itu? dia memang cukup ambisius"
" Lalu apa tujuan kakak menemuiku dan Sean?"
Panglima Darwis menghembuskan nafas sebentar " Helda kau tahu asal usul kita kan?"
puteri Helda mengangguk
" Aku mendapat kabar yang cukup mengejutkan Atlantis telah memilih putera mahkotanya sendiri, kerajaan yang dikutuk itu tiba tiba bersinar mengeluarkan cahaya keperakan yang menjadi lambang kerajaan itu. Masalahnya adalah semua orang tahu betul jika atlantik tak menyisakan satupun keturunan kecuali pangeran yang hilang ratusan tahun lalu".
" Selain itu dikeluarga kita juga tak memiliki banyak keturunan di generasi kita hanya ada aku dan kau sementara di generasi setelahnya hanya ada anak anakmu karena pertimbangan inilah aku mengunjungi kalian. Aku hanya ingin tahu diantara kedua anakmu siapakah yang terpilih sebagai pewaris takhta Atlantis?"
Puteri Helda menatap kakaknya kemudian kedua anaknya secara bergantian
" Apa tanda tandanya kak?"
" Munculnya lambang atlantis di punggung sebelah kanannya selain itu rambutnya akan bercahaya keperakan disaat bulan purnama muncul. Malam ini kebetulan malam bulan purnama jadi aku akan lihat siapa diantara mereka yang terpilih?"
" Tak perlu repot repot menunggu purnama kak kita bisa melihat nya sekarang"
__ADS_1