
Keterangan:
[] \= Tanda sistem berbicara
{} \= Tanda emalia yang berbicara kepada sistem dalam pikiran
Sudah Hampir sebulan emalia dan dilan berpacaran.
Kelas 11 Fisika 1
Ting...
Bunyi bel istirahat
"Anak-anak sebelum menyudahi pelajaran ini, bapak ingin memberitahu bahwa akan ada lomba cerdas cermat. Dan siapa yang ingin mendaftar sebagai peserta cerdas cermat mewakili kelas ini bisa mendaftar langsung kepada bapak. Sekian pelajaran hari ini,selamat istirahat."ucap pak Susno yang merupakan wali kelas 11 Fisika 1 dan juga guru fisika dan langsung pergi keluar kelas .
"Bi!, Ayo ke kantin !, Aku lapar,"ucap emalia kepada kekasihnya sambil mengelus perutnya yang sudah kelaparan.
Dilan terkekeh geli melihat tingkah kekasihnya yang mengelus perut, :"oke, ayo ke kantin!." Berdiri dan memegang tangan mungil emalia dan pergi ke kantin.
Kantin sekolah
Saat ini emalia dan dilan telah duduk di kantin dan sedang memilih menu untuk dipesan
"Kamu mau makan apa sayang?,"tanya dilan lembut kepada kekasihnya.
"Emmm,... Aku mau makan bakso dan gorengan. Jangan lupa minumannya pop ice rasa jeruk."jawabnya.
Dilan yang mendengar pesanan kekasihnya langsung pergi untuk memesannya.
Emalia duduk dengan bosan menunggu dilan memesan makanan.
Saat emalia sedang menunggu dilan, tiba-tiba ada yang memanggilnya .
"Hay."
Dia langsung menolehkan kepalanya ke kiri ke kanan mencari siapa yang memanggil dirinya.
Saat dia menoleh ke belakang, ternyata protagonis wanita yang memanggil dirinya.
{Sistem!,sistem!, Kenapa protagonis wanita selalu ada dimana-mana?!!.}
[Aku juga tak tahu tuan rumah!.]jawab sistem dengan polosnya
Melihat sistemnya tidak membantu dirinya sama sekali, emalia tidak tahu harus menangis atau tertawa.
{Dasar sistem gak berguna!}ucap emalia kepada sistemnya.
__ADS_1
Mendengar tuan rumahnya mengatakan dirinya tidak berguna , sistem tidak terima[Tuan rumah yang tidak berguna!, semua keluarga tuan rumah tidak berguna!-_-*]
Mendengar sistemnya balas mengatai dirinya, emalia langsung membalas sistem dengan banyak ucapan sumpah serapa yang dia tahu {sistem bodoh!, Sistem tak berguna!, Sistem rusak!,-_-*}
Dan terjadilah pertengkaran sistem dan emalia yang saling mengutuk satu sama lain .
Melihat perempuan yang bernama Emalia yang baru dia tahu namanya dari temannya itu diam tak menjawab sapaannya, milea langsung menepuk pundak Emalia dengan lembut dan berkata : " Hay!!,"
Merasakan tepukan dari pundaknya, emalia langsung tersadar dan menghentikan pertengkarannya dengan sistem bodohnya itu.
Emalia menolehkan kepalanya ke arah milea dan menjawab sapaannya : " Hay juga(^•^)."menunjuk bangku di dekatnya " Silahkan duduk!."
Milea langsung duduk ke bangku emalia tanpa basa basi.
Emalia yang melihat protagonis wanita langsung duduk di sampingnya tanpa beban membuatnya merasa canggung.
Saat emalia akan memikirkan apa yang harus dilakukan, tiba-tiba dilan sudah datang dan meletakkan pesanan emalia di atas meja.
Emalia langsung menyingkirkan semua pikiran rumit di pikirannya yang tidak dia mengerti dan berkonsentrasi untuk makan.
Emalia melihat makanan di mejanya, bakso ,gorengan , dan minuman pop ice jeruk.
Saat dia akan meminum minumannya , dilan langsung meletakan tangan di atasnya untuk menghentikan emalia.
Emalia menatap bingung ke arah kekasihnya dan mengangkat alisnya sedikit dan bertanya: " Kenapa bi!?,"
Mendengar itu, emalia menatap ke arah dilan sebagai tanda menyuruhnya untuk memimpin doa .
Dilan yang tahu maksud kekasihnya langsung memimpin doa : "Allâhumma bârik lanâ fî mâ razaqtanâ wa qinâ adzâban nâr,...amin.. bismillâh....sekarang udah bisa makannya."ucap dilan
Mendengar itu, emalia langsung meminum minumannya dan memakan baksonya dengan hikmat.
Sesekali saat bibirnya ternoda kuah, dilan akan dengan perhatian mengelapnya.
"Pelan-pelan makannya, kayak anak kecil aja!." Mengusap sudut bibir emalia yang belepotan.
Milea yang diabaikan dari awal hingga akhir, merasa sangat kesal entah kenapa.
"Kamu namanya dilan kan??,"tanya kepada dilan untuk membuka pembicaraan.
Dilan yang yang ditanya hanya mengangguk tanpa berhenti merawat kekasihnya yang sedang makan tanpa melihat ke arah milea dari awal sampai akhir. Seperti orang itu tak sepenting merawat kekasihnya.
Milea yang merasa tidak dianggap langsung pergi dari meja mereka berdua tanpa berkata.
Emalia yang sedang asik makan tidak tahu bahwa protagonis wanita yang dia anggap saingan cintanya dan selalu dia waspadai , saat ini tidak diperhatikan dan diperlakukan dingin oleh pemeran utama laki-laki.
Sedangkan dilan yang melihat gadis itu pergi tidak peduli. Dia dengan senang hati merawat kekasihnya yang sedang makan, melihat pipi tembem emalia yang semakin menggembung karena makan membuat dilan semakin gemes," seperti tupai ,imut!,"pikirnya
__ADS_1
Mata emalia yang bulat menjadi semakin besar dan bulat dengan binar-binar di dalamnya saat memakan bakso yang merupakan makanan favoritnya.
Melihat kekasih makan membuat nafsu makan dilan menjadi lebih besar. "Melihat Kekasihnya makan seperti mendapatkan vitamin penambah nafsu makan,"pikir dilan.
Sisi lain
Milea saat ini sedang berjalan sendiri di lorong sekolah. Dia masih merasakan rasa sesak dan tidak enak di hatinya.
Diperlakukan dingin oleh laki-laki yang sepertinya dia suka membuat milea merasa sangat tidak senang.
Saat ini rasanya dia ingin sekali bertanya kepada dilan , kenapa dia mengabaikan dan bersikap dingin pada dirinya?!!.
Milea tidak tahu harus apa sekarang, dia terus berjalan menuju kelas dengan suasana hati yang campur aduk.
Ting..Ting..
Bunyi bel pulang
Dilan saat ini sedang sendiri di parkiran menunggu kekasihnya yang berada di kantor guru. Sebenarnya dia ingin menemani kekasihnya, tapi emalia tidak mau ditemani dan menyuruh dirinya menunggunya di parkiran saja. Dan disinilah dia sekarang.
Saat dia sedang duduk di motor menunggu kekasihnya keluar, dia mendengar gadis aneh itu yang selalu mengganggu kebersamaan dia dan kekasihnya.
Ya dilan sebut milea gadis aneh karena dilan tidak tahu namanya dan dilan juga tidak peduli untuk mengingat namanya.
"Hay dilan!,"sapa milea dengan senyum yang manis.
Dilan hanya mengangguk tanpa menjawab ataupun melihat ke arah milea.
Melihat dilan tidak menjawab sapaannya, dia tidak peduli. Milea berdiri di samping dilan dan memegang motornya.
Dilan hanya mengernyit kesal dan mendiamkannya. Milea tidak peduli dengan sikap dingin dilan padanya.
Dia masih dengan senantiasa tersenyum dan berbicara kepada dilan walaupun dilan tidak pernah menjawab dirinya.
Emalia yang baru saja keluar dari kantor guru, langsung pergi ke tempat parkir menemui kekasihnya.
Tapi saat dia ingin mendekati kekasihnya, dia melihat kekasihnya mengobrol dengan protagonis wanita dengan bahagia walaupun wajah kekasihnya dingin tapi itu tetap sama saja.
Emalia langsung melangkahkan kaki mendekati dilan.
Dilan yang melihat kekasihnya sudah keluar, langsung turun dari motor dan berjalan ke arah kekasihnya dengan wajahnya yang tadi dingin berubah menjadi senyum yang manis.
Emalia mendengus kesal ke arah kekasihnya dan memasang wajah cemberut.
Dilan langsung menangkup wajah cemberut kekasihnya dan bertanya dengan lembut : " Kenapa sayang?."
"...." Masih nanya lagi!!, dasar laki-laki jahat.
__ADS_1