Protagonis Laki-laki Terlalu Mencintaiku

Protagonis Laki-laki Terlalu Mencintaiku
Dilan 4


__ADS_3

Keterangan:


[] \= Tanda sistem berbicara


{} \= Tanda emalia yang berbicara kepada sistem dalam pikiran


Kantor kepala sekolah


Emalia dan dilan duduk di dalam di temani oleh guru-guru perempuan yang menenangkan dilan.


"aku bukan melawan guru buk, aku melawan Suripto," ucap dilan kepada guru perempuan yang ada disampingnya.


"Kamu harus maklum dilan, pak Suripto memang begitu,"ucap guru itu kepada dilan.


"Aku tidak bisa memaklumi guru seperti itu buk." Menolehkan kepalanya ke arah guru perempuan itu dan  berkata : " ibuku guru, kakakku juga guru. Siapapun dia , kalau tidak bisa menghargai orang , gak akan bisa dihargai orang"


"Iya, dilan iya,"ucap ibu guru menenangkan dilan.


[Tuan rumah, sepertinya adegan protagonis laki-laki ditemani oleh protagonis wanita saat masuk kantor karena perkelahian digantikan oleh dirimu tuan rumah.]ucap sistem kepada Emalia.


{Pastilah, kan aku yang akan jadi protagonis nya dan dilan adalah milikku(^•^)}ucap sombong emalia kepada sistemnya  tapi  terlihat di dunia luar adalah  wajah yang   tampak khawatir menatap dilan .


Dilan yang melihat emalia yang khawatir padanya langsung Menggenggam tangannya dengan lembut memenangkan , lalu melepaskannya.


Kepala sekolah masuk ke dalam ruangan dan berdiri di sisi emalia .


" Yang tidak berkepentingan bisa diluar ." Ucapnya kepada emalia.


Dilan yang melihat emalia akan pergi , langsung menggenggam erat tangan mungilnya dan mendudukkannya kembali .


"Dia keluar,  saya keluar pak!!,"tegas dilan kepada kepala sekolah.


Kepala sekolah yang mendengar ucapan dilan hanya pasrah dan berkata : "Sudah , sudah, kamu disitu saja." Duduk di kursinya.


"Jelaskan!,"


Memegang bajunya dan berkata : " Dia narik baju saya pak. Kek gak ada cara lain aja. Dia juga nampar saya." Menatap ke arah kepala sekolah.


"Mungkin dia punya maksud."


"Pak," potong dilan


" Guru itu,digugu dan ditiru . Kalau Suripto berani menampar muridnya pak, kami sebagai murid juga berhak menampar balik pak."balas dilan kepada kepala sekolah.


Kepala sekolah mendengar balasan dilan hanya pasrah dan berkata : " Ya sudahlah kalau begitu, nanti kita selesaikan. "


Menunjuk dilan dan lanjut berkata : "Tapi untuk perbuatanmu  itu ,kami akan memberikan sanksi ,kami akan memberikan surat skors untuk kamu."  Melenggang pergi keluar dari ruangan.


Emalia langsung menggenggam tangan dilan dengan lembut .


"Maaf ya, aku membuatmu melihat adegan  yang sangat kasar."ucap dilan dengan lembut kepada Emalia.


"Mm (^_^)." Emalia menganggukkan kepala dan tersenyum manis kepada dilan.


Ding...


[Nilai cinta dilan : +2


Total nilai cinta dilan : 82/100


(Keterangan :   Memilikimu adalah keberuntunganku)]


Villa  haryatono


Emalia saat sedang berbaring di atas kasur dan dengan linglung menatap langit-langit kamar.

__ADS_1


Setelah kejadian itu, dilan dan emalia resmi pacaran.


Dan emalia juga sudah bertemu dengan ibunya dilan, ibunya dilan sangat baik dengannya dan menganggapnya anak sendiri.


Hari ini adalah hari Minggu, setiap malam dilan akan menelpon dirinya dan mengucapkan selamat tidur.


[Tuan rumah, protagonis laki-laki sudah sangat mencintaimu dan nilai cintanya sudah mendekati seratus . Dan tugasnya akan segera selesai heheh(^•^)]


Sistem berucap kegirangan dengan tangan imajinernya yang melambai-lambai.


Mendengar ucapan sistem, emalia hanya diam saja tak merespon apapun. Dia sedang sibuk memikirkan apa yang akan dia lakukan hari ini.


Satu orang dan sistem sedang asik melanjutkan pikirannya masing-masing tanpa mempedulikan satu sama lain.


Tok..tok..tok


"Non, ada den dilan yang berkunjung."


Mendengar hal itu, emalia langsung bangun dari tempat tidur dan berlari ke depan .


"Bi!." Langsung memeluk tubuh dilan dan menyelusupkan wajahnya ke dada dilan.


Tinggi emalia hanya 150  yang hanya setinggi dagu dilan saja.


Dilan yang merasakan pelukan kesayangannya ini ,balas memeluk tubuh mungilnya dengan erat.


Hanya mereka berdua yang berada di depan , karena Bibik sedang mencuci baju di dalam.


Sedangkan pak Suryo, supir pribadi emalia sedang pergi karena ada urusan.


Setelah puas , Emalia melepaskan pelukannya dari tubuh dilan.


Dia Mengangkat wajah nya dan tersenyum manis kepada dilan.


"(^•^)"


Mereka berdua saling memandang dengan senyum yang tak pernah luntur satu sama lain.


[Sakit sekali everybody, jadi nyamuk dalam hubungan seseorang. Wajah sedih.jpg]


Ucap sistem dramatis sambil menghapus air mata imajinernya.


Emalia yang mendengar ucapan sistemnya yang sangat dramatis hanya tersenyum :{ Kasihan jomblo, punya pacar dong biar gak jadi nyamuk terus. Lumutan nantinya. Senyum sombong.jpg}


Sistem yang mendengar ejekan tuan rumahnya hanya mendengus kesal :[ Banyak kok sistem lain yang suka sama sistem 174 , tapi sistem tolak karena selera sistem ini tinggi oke. Mengangkat dagu bangga.jpg]


Melihat sistemnya yang menyombongkan diri ,jika sistemnya punya sayap maka dia pasti sudah terbang tinggi karena kesombongannya.


{Heleh, jangan terlalu pilih-pilih nanti jadi jomblo sampai mati(-_-)}


[Sistem kan robot!?]


{Iya robot, tapikan bisa rusak juga nantinya dan bisa-bisa gak berfungsi lagi dan dihancurkan deh.heheh(^_^)}


Ucap emalia menakut-nakuti sistem menyebalkan nya  ini.


Sistem yang mendengar ucapan tuan rumahnya langsung merinding dan air mata imajinernya turun deras : [ Sistem tidak mau dihancurkan!,huhuhu]


Mendengar tangisan keras sistemnya di kepalanya membuat kepala Emalia menjadi pusing dan kelabakan karenanya.


"QAQ"


Melihat ekspresi cemberut di wajah cantik kekasihnya, dilan langsung menangkup pipi tembem Emalia.


"Kenapa wajahnya ditekuk kekasihnya dilan??."

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dilan, emalia langsung tersadar dari lautan pikirannya.


"Aku pengen jalan-jalan sekarang." Mengerjapkan mata besarnya dan menggembungkan pipinya dengan imut.


Ding..


[Nilai cinta dilan : +1


Total nilai cinta dilan : 88/100


(Keterangan : kekasihku terlalu imut)]


"Ya udah, kita pergi jalan-jalan sekarang ,"ucap dilan sambil mengelus pipi tembem Emalia dengan lembut.


"Beneran!??." Menatap dilan dengan mata yang berbinar terang seperti mata kucing  yang mendapatkan ikan.


Dilan yang melihat tingkah imut kekasihnya, langsung tersipu malu dengan telinganya yang semakin memerah.


"Iya, untuk kekasihnya dilan. Apa yang tidak bisa!,"jawab dilan dengan lembut kepada Emalia.


"Kalau gitu aku ke kamar dulu, kamu tunggu di depan ya."


"siap laksanakan komandan!." Mengangkat tangannya dan memberi hormat kepada emalia dengan senyum manis yang terpatri di bibirnya .


Mendengar jawaban dilan, emalia langsung berlari ke dalam villa dengan cepat.


Dilan yang melihat bayangan emalia yang sudah berlari cepat ke dalam villa hanya menggelengkan kepalanya dengan mata yang meluapkan jejak kasih sayang yang memanjakan.


"Sepertinya, aku memang benar-benar jatuh cinta dan terjebak di dalamnya."gumam dilan pelan , tapi yang ditampilkan di wajahnya hanya kebahagiaan dan kesenangan, seperti dia sangat senang mengetahui kebenaran itu.


Sisi lain


Saat ini emalia sedang sibuk berkutat dengan bajunya. Dia sedang bingung memilih baju apa yang akan dia pakai untuk jalan-jalan dengan kekasihnya.


Melihat tuan rumahnya yang sedang ruwet melihat pakaian apa yang akan dia pakai.


Sistem 174 dengan baik hati menawarkan bantuannya.


[Tuan rumah, sepertinya gaun itu tidak bagus. Warnanya terlalu tua.]


Saat emalia memegang baju lain.


Sistem langsung mengeluarkan protes lagi.


[Tuan rumah, baju itu tidak cocok untuk jalan-jalan] Dengan tangan imajinernya yang berkacak pinggang seperti dirinya adalah bosnya.


Melihat tuan rumahnya yang memegang baju lain lagi, sistem langsung mengeluarkan penilaiannya lagi.


[Ini juga tidak bagus, warnanya kurang mecing]


Saat emalia ingin mengambil baju lain.


[Tidak bagus]


Ambil baju lain


[Tidak]


Emalia yang mendengar ucapan sistemnya yang selalu protes dengan bajunya langsung kesal.


Dan memelototi sistemnya dan berkata : {DIAM !!, aku tidak mau dibantu olehmu lagi. Lebih baik kamu lanjutkan menonton drama Korea saja.}


Mendengar tuan rumahnya yang marah dan mengusirnya, sistem mendengus kesal.


[Kalau tuan rumah tidak mau dibantu oleh sistem tidak apa-apa, huh!!] Langsung mengubah mode nya menjadi mode offline.

__ADS_1


[Mode offline diaktifkan]


"Akhirnya tenang juga, aku mau pilih baju lagi ah." Emalia memilih baju dengan senang hati untuk kencannya tanpa mempedulikan sistemnya yang offline karena marah.


__ADS_2