Protagonis Laki-laki Terlalu Mencintaiku

Protagonis Laki-laki Terlalu Mencintaiku
Dilan 12


__ADS_3

Keterangan:


[] \= Tanda sistem berbicara


{} \= Tanda emalia yang berbicara kepada sistem dalam pikiran


Sudah beberapa hari ini emalia melakukan perang dingin sepihak kepada dilan. Dia akan selalu mengabaikan dan menghindari dilan, bahkan emalia meminta untuk mengganti tempat duduknya karena tidak mau berdekatan dengan dilan.


Melihat kekasihnya yang selalu mengabaikan dan menghindarinya, dilan merasakan sakit di hatiku.


Sungguh, dia sangat tidak menyukai perasaan ini.


Dia sangat menyesal menyembunyikan perkelahian dia kepada kekasihnya hingga membuat kekasihnya tahu dari orang lain dan tak sengaja melihatnya sedang bersama dengan perempuan lain di dalam ruangan.


Seharusnya dia langsung mengusir perempuan itu dan tidak membiarkan dia mengobati dirinya. Karena hal itu membuat kekasihnya sangat marah kepada dirinya.


"Vian!,"panggil emalia kepada teman sekelasnya.


"Iya kenapa emalia?,"tanya vian kepada emalia.


"Bisakah kita bertukar tempat duduk?,"tanyanya.


Mendengar permintaan emalia, Vian langsung bingung harus menjawab apa. Dilan yang mendengar permintaan kekasihnya kepada kawannya langsung mengkodekan agar Vian tidak menyetujui permintaan kekasihnya.


Melihat kawannya yang memberikan kode dengan menggelengkan kepala di belakang emalia, Vian langsung mengerti kode yang diberikan kawannya.


"Maaf emalia, aku gak bisa bertukar bangku denganmu. Maaf ya!."


Mendengar Vian menolak permintaannya emalia hanya tersenyum menerima penolakan itu.


Dia kembali duduk di tempat duduknya.


Dilan yang melihat kekasihnya tidak jadi berganti tempat duduk menjadi lega.Dilan menatap kekasihnya dengan mata yang penuh kasih sayang, tatapannya tak pernah pindah dari wajah cantik kekasihnya.


Dia sungguh rindu kepada kekasihnya ini, emalia seringkali mengabaikan dan menghindari beberapa hari ini yang membuat dirinya hampir gila.

__ADS_1


Ini adalah pertama kalinya kekasihnya sangat lama marah kepadanya


Ting...Ting...


Bunyi bel pulang.


Dilan selalu memperhatikan kekasihnya selama waktu sekolah, pandangannya tak pernah lepas dari tubuh kekasihnya.


Emalia yang merasakan dilan yang terus memperhatikan dirinya selama pelajaran sampai pulang semakin jengkel.


Emalia tidak tahu kenapa sih dilan harus terlihat seperti bucin banget dengan dirinya padahal dirinya sudah tertarik dengan perempuan lain?!.


"Dasar bajingan!!!, laki-laki jahat!!,playboy cap kapak!!!,"upat emalia dalam hati dengan semua sumpah serapa yang dia tahu.


Emalia saat ini benar-benar marah dan jengkel kepada dilan.


Ya, dia memanggil kekasihnya dengan namanya karena dia sudah menganggap dirinya dan dilan sudah putus walaupun belum resmi. Emalia benar-benar tidak suka dengan laki-laki yang tidak setia dan mendekati perempuan lain disaat dirinya sudah punya kekasih.


Emalia berjalan dengan sangat cepat mencoba menjauh dari dilan.


Dilan yang melihat kekasihnya akan kabur dari dirinya langsung menyamakan kecepatan untuk mencegah kekasihnya kabur dan menghindar darinya .


Emalia mencoba memberontak dari cengkraman dilan, tapi apalah daya pembandingan kekuatan antara perempuan dan laki-laki sangatlah jauh besar membuat dia tidak bisa melepaskan tangannya dari genggaman dilan.


Dilan menaril tangan emalia dan menyuruhnya untuk naik ke atas motor.


Tapi emalia dengan sekuat tenaga mencoba melepaskan dirinya, dia dengan keras memberontak saat dilan ingin menaikkannya ke atas motor.


Dia benar-benar tidak mau bersama dan berdekatan dengan laki-laki yang sudah menghiyanati dirinya.


"Lepaskan aku laki-laki bajingan!,"teriak emalia cukup keras.


Siswa siswi yang masih rame berada di parkiran langsung menoleh dan melihat ke arah mereka berdua.


Banyak tatapan-tatapan ingin tahu tentang permasalahan mereka.

__ADS_1


Emalia yang merasakan mereka di tatap oleh banyak orang langsung menghentikan gerakannya dan dengan pasrah menaiki motor dilan.


Dilan yang melihat kekasihnya yang mau mengikutinya merasa sangat lega, dia langsung mengendarai motornya dan pergi dari kawasan sekolah.


Saat ini mereka sudah berhenti di taman balai kota, emalia melihat dilan yang berhenti langsung menatap bingung walaupun dia tidak mengeluarkan suara apapun.


Dilan menyuruh emalia turun dari motor. Mereka berdua langsung duduk di bawah pohon dengan hanya beberapa orang yang berada disini .


Emalia dengan tenang menunggu apa yang akan dikatakan dilan pada dirinya.


Sudah beberapa menit berlalu dengan suasana yang hening antara mereka berdua, dilan yang tidak tahan lagi langsung memecahkan keheningan


" Sayang! , bisakah kau mendengarkan penjelasan ku?!. Aku benar-benar tidak ada hubungan dengan perempuan itu. Saat itu aku sedang berjalan ke kantin untuk membelikanmu makanan, tapi Tiba-tiba ada kawanku yang datang padaku untuk memberitahu diriku bahwa Gilang yang merupakan salah satu kawanku dikeroyok oleh musuh. Jadi aku langsung pergi ke tempat itu untuk menolong kawanku. Tapi setelah kami mengusir musuh, tiba-tiba perempuan itu datang di sekitarku tanpa aku tahu dari mana datangnya , perempuan itu ingin membantu diriku. Aku menolak bantuannya dan pergi berjalan ke UKS sendiri...." Sebelum penjelas dilan berlanjut.


Emalia langsung memotong penjelasannya.


"Tapi kenapa aku melihatmu sedang diobati oleh milea jika kamu menolaknya?!!,"tanya dengan wajah kesal.


"Bukan seperti itu sayang, aku sudah menolaknya untuk membantuku. Aku pergi ke UKS sendiri tapi dia terus mengikuti diriku. Aku menolak untuk diobati olehnya tapi dia dengan kekeh ingin mengobatiku. Saat aku ingin menepis tangannya yang akan memberikan obat di wajahku ,kamu tiba-tiba datang. Jadi adegan itulah yang kamu lihat."jelas dilan.


"Tapi kenapa kamu tidak memberitahu diriku?!, kamu bisa meminta tolong temanmu untuk memberitahukan diriku bahwa kamu terluka, bukannya perempuan lain yang pertama kali merawat dirimu!!,"tanya emalia dengan marah.


Mendengar pertanyaan kekasihnya yang masih marah, dilan menangkup wajah tembem kekasihnya dan menatap mata emalia dengan lembut : " Sayang!, Aku hanya takut kamu khawatir. Aku tahu aku salah, seharusnya aku memberitahu dirimu pertama kali . Bagaimanapun situasinya , karena sebagai pasangan kita harus saling percaya dan tidak menyembunyikan rahasia apapun."mendekatkan wajahnya ke wajah kekasihnya hingga mereka hanya berjarak 5 cm : " Aku minta maaf, aku salah, dan aku tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi,"ucapnya dengan suara lirih dengan nada memohon.


Dilan saat ini seperti hewan peliharaan yang takut kehilangan pemiliknya dan dia berusaha memohon kepada pemiliknya untuk tidak meninggalkan dirinya. Dilan benar-benar sangat mencintai kekasihnya ini sepenuh hatinya. Dia rela melakukan apapun agar kekasihnya bisa memaafkan dirinya.


Sistem yang melihat suasana mereka yang semakin runyam mencoba untuk menjadi pembawa kedamaian untuk tuan rumahnya dan protagonis laki-laki.


[Tuan rumah!, protagonis laki-laki benar-benar mencintai tuan rumah. Dia tidak berbohong kepada tuan rumah!.]ucap sistem membujuk tuan rumahnya.


Mendengar bujukan sistemnya emalia hanya diam. Dia tidak tahu harus percaya atau tidak.


"Dilan.."ucap emalia terpotong


"Bi!,"

__ADS_1


"Maksudnya!?,"tanya emalia dengan bingung.


"Kamu selalu memanggil diriku dengan sebutan BI bukan nama. Apakah kamu semarah itu kepada diriku hingga kamu memanggilku dengan nama?!.,"tanya dilan dengan lirih menatap sendu ke arah emalia.


__ADS_2