
Keterangan:
[] \= Tanda sistem berbicara
{} \= Tanda emalia yang berbicara kepada sistem dalam pikiran
Saat ini emalia sedang berbaring dia atas kasur memikirkan semua yang terjadi saat kencan tadi.
Memikirkannya saja membuat emalia menjadi kesal sendiri.
Emalia membuat keputusan untuk tidak akan pernah berbicara dan bertemu dengan protagonis laki-laki lagi*^*.
Tepat saat emalia akan tidur, suara ketukan pintu terdengar.
Tok..tok .tok
"Non, ada telpon!,"ucap bik darti sambil mengetuk pintu kamar emalia.
Emalia yang mendengar panggilan bik darti langsung membuka pintu dan berjalan ke ruang tengah.
Dreeett....dreeettt...
Dering telepon
Tak
Emalia langsung mengangkat telepon dan menempatkannya di telinganya.
"Halo!,"
Saat orang diseberang mendengar suara yang membuatnya rindu walau hanya berpisah sebentar langsung berkata : " halo kekasihnya dilan."
Mendengar perkataan orang di telepon emalia langsung tahu siapa yang menelepon dirinya.
Dilan, kekasihnya dan orang yang membuatnya kesal sekarang.
"Oh sepertinya salah sambung!!."saat emalia ingin mematikan telepon
"Lili, maaf .aku tahu aku salah siang tadi. Aku seharusnya tidak menggoda mu terlalu berlebihan dan membuat sangat marah. Aku berjanji tidak akan terlalu berlebihan menggoda mu lagi di masa depan ,oke?"
Emalia hanya diam tak menjawab
"Sayang, kekasihnya dilan, Jangan abaikan aku. Bisakah
kau menjawab ku?, Aku sangat ingin mendengar suaramu. Aku salah sayang, tolong bersuara lah. Jika kau seperti ini , bisa-bisa membuatku gila karenanya."
"Sayang!, aku mohon!!!,"mohon dilan dengan suara lirih .
Emalia yang mendengar ucapan dilan tak bisa berkata apa-apa, dia tak tahu harus berbicara apa. Dia tidak marah karena rambutnya rusak, tapi dia marah karena mendengar panggilan Lia dari mulut kekasihnya. Dia merasa bahwa protagonis laki-laki akan selalu bersama protagonis wanita dan dia tidak bisa masuk ke dalamnya. Itu yang membuat dirinya kesal!.
"Aku mengantuk dan ingin tidur sekarang,"ucap emalia di telepon kepada dilan.
Dilan yang mendengar jawaban kekasihnya hanya diam membisu tak bisa berkata apa-apa. Dia tak tahu kenapa semuanya jadi seperti ini. Dia menyesal, seharusnya dia tidak mengacak rambut kekasihnya terlalu parah tadi yang membuat kekasihnya menjadi marah seperti ini. Rasanya hatinya sangat sakit sekali, rindu ini terlalu berat baginya.
__ADS_1
"Iya, selamat tidur kekasihnya dilan." Setelah dilan berbicara, suara Tut terdengar di telepon yang menandakan telepon terputus.
Dilan hanya menghela nafas dengan telepon yang masih di tangannya, dia menatap langit malam dengan jalan yang mulai sepi.
Ya, dilan saat ini sedang berada diluar, menelpon kekasihnya dengan telepon umum.
Dia keluar dari ruang telepon dan duduk di pinggir jalan.
"Agk, sial!!!." Mengacak rambutnya dengan kasar.
Dia berdiri dan menendang pohon yang berada di samping tempat telepon umum.
Sisi lain
Emalia saat ini masih berada di ruang tamu ,menatap telepon yang sudah dia matikan.
Dia bingung, apakah dirinya bisa menjadi perempuan yang dicintai dilan menggantikan posisi protagonis wanita asli.
Seperti dirinya mulai bingung akan semua hal ini :" {Sistem!,apakah aku bisa merebut dilan dari protagonis wanita!?."}tanyanya dengan bingung kepada sistemnya. Dia mulai ragu dan goyah dihatinya terhadap tekad awalnya yang menggantikan protagonis wanita untuk menjadi perempuan yang dicintai dilan.
Melihat tuan rumahnya yang mulai bimbang, sistem 174 langsung berkata :[ Tuan rumah, jangan membuat tekad mu goyah. Kamu pasti bisa menggantikan posisi protagonis wanita dan menjadi perempuan yang dicintai protagonis laki-laki. Wajah tegas.jpg]
[Dan juga, jika tuan rumah tidak bisa menyelesaikan tugas maka tuan rumah di anggap gagal dan jiwa tuan rumah harus dimusnahkan!!.] Ucap sistem mengingatkan tuan rumahnya.
Mendengar perkataan sistemnya , emalia langsung terkejut dan takut . {Aku tidak mau dimusnahkan QAQ}
[Jadi, jika tuan rumah tidak mau dimusnahkan. Tuan rumah harus menyelesaikan tugas membuat protagonis laki-laki jatuh cinta 100% kepada tuan rumah.]
[Total nilai cinta dilan : 89/100
[Tuan rumah teruslah berusaha, nilai cinta protagonis laki-laki hampir penuh dan tugas kita akan segera selesai!!]
Mendengar ucapan sistem, emalia langsung bersemangat kembali dan melemparkan semua keraguan dan kebimbangan dirinya ke belakang.
{Aku akan menyelesaikan tugas ini dengan cepat!!!}
Ucap emalia kepada sistem sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi mengepalkan tinju.
[Ayo tuan rumah!!, semangat!!(>∆<)]
Membunyikan suara terompet pada sistemnya sebagai bentuk dukungan.
Tangan imajiner sistem melambai-lambai dengan bahagia mendukung semangat menggelora tuan rumahnya.
Tapi tiba-tiba, suara terompet berhenti dan sistem berhenti bergerak.
Emalia yang tidak mendengar suara terompet sistemnya lagi langsung bingung dan bertanya : {kenapa kamu berhenti sistem!??}
[Tuan rumah, Sepertinya kita melupakan sesuatu. ]
{Lupa apa!??}tanya emalia dengan bingung
[Aaaahhhhhh, protagonis wanita akan pindah ke sekolah dua hari lagi tuan rumah!!!]teriak sistem dengan histeris di dalam kepala Emalia.
__ADS_1
Emalia yang mendengar perkataan sistem langsung tertegun :" protagonis wanita akan segera pindah, jadi plotnya akan dimulai 2 Minggu 2 hari lagi dong!!. " Menggelengkan kepalanya dan berkata semangat : " tidak!!, Sebelum protagonis wanita datang , aku dan dilan harus berbaikan, demi tugas!!!." Iya demi tugas, bukan karena aku merindukan dirinya huh!!
[Semangat tuan rumah>\=<]
Emalia yang merasakan matanya sudah berat, langsung tertidur tanpa aba-aba.
Sistem yang melihat tuan rumahnya tidur langsung mengaktifkan mode tidur.
[Mode offline diaktifkan]
Keesokan harinya
Emalia telah bersiap dengan seragamnya dan akan pergi ke sekolah. Hari ini dia akan diantar oleh supirnya . Saat dia keluar dari villa, dia melihat protagonis laki-laki yang tidak mau dia temui saat ini datang menunggunya di luar villa.
Walaupun tadi malam dia bertekad untuk berbaikan , tapi dia tidak mau berbaikan secepat ini.
[Dasar labil-_-]ucap sistem dalam hati.
Emalia pura-pura tidak melihat dan akan masuk ke mobilnya.
Sebelum dia menutup pintu mobil, tiba-tiba dilan langsung memasuki mobil dan menutup pintunya.
Emalia yang melihat dilan yang memasuki mobil langsung terkejut, matanya langsung memelototi dilan dengan galak, tapi bukannya terkesan seram tapi itu membuat wajahnya tambah imut.
Emalia memelototi dilan dengan mata bulatnya yang besar yang kini semakin besar seperti mata kucing dan bertanya marah : " kenapa kamu masuk ke mobil?!!!."
Dilan tak menghiraukan pertanyaan emalia dan langsung menyenderkan kepalanya dengan santai ke pundak Emalia :"Aku hanya mengikuti kekasihku yang sedang marah,"ucapnya dengan nada santai dengan senyum manis terpatri dibibirnya.
Emalia yang mendengar jawaban dilan hanya mendengus kesal : "huh!!!(\=^\=)." Menolehkan kepalanya menghadap jendela.
Merasakan kekasihnya mengabaikannya, dilan mengangkat kepalanya dan mengulurkan tangannya menangkup pipi tembem emalia yang menggembung karena kesal .
"Hey!, Kekasihnya dilan!."mendekatkan wajahnya ke wajah emalia :"Apakah kesalahan ku terlalu besar sehingga dirimu menghukumku seberat ini??!!,"tanya dilan dengan suara lirih.
Wajahnya yang menampilkan senyum sedih dengan mata tajamnya yang menatap sendu ke arah emalia dan lanjut berkata : "sayang, bisakah kau memaafkan ku ??!!!."
Emalia melihat mata dilan yang hanya terpantul dirinya di dalamnya, hanya dirinya. Seperti dia adalah satu-satunya yang menjadi fokus matanya.
Melihat tuan rumahnya yang mulai goyah , sistem langsung membujuk : [Tuan rumah, ayo terima permintaan maaf protagonis laki-laki, lihatlah protagonis laki-laki yang sangat sedih•^•]
Melihat wajah dilan yang sangat sedih , hatinya mulai melunak.
Emalia langsung membalas tatapan dilan dan tersenyum manis padanya : "oke!!(^•^)"
Mendengar jawaban kekasihnya , dilan langsung memeluk erat tubuh kekasihnya kedalam pelukannya.
Dia sangat merindukan kekasih imutnya ini sampai-sampai dia merasa gila. Rindu itu terlalu berat untuk dia tahan walaupun hanya sebentar.
"Terima kasih kekasihnya dilan."ucap dilan sayang sambil mengecup pucuk kepala Emalia dengan penuh kasih sayang.
Ding...
[Nilai cinta dilan :+5
__ADS_1
Total nilai cinta dilan : 94/100
(Keterangan : Rindu ini terlalu berat untuk aku rasakan)]