
Keterangan:
[] \= Tanda sistem berbicara
{} \= Tanda afifa yang berbicara kepada sistem dalam pikiran
Mendengar bunyi pemberitahuan peningkatan nilai cinta nathan ,afifa menjadi bingung karenanya.
{Sistem!, Kenapa nilai cinta protagonis laki-laki tiba-tiba meningkat?!}tanya afifa dengan bingung kepada sistem.
Sudah beberapa detik berlalu, sistem belum juga menjawab dirinya. Afifa jadi bingung kenapa sistem tidak menjawab dirinya.
Setelah menunggu lagi, sistem belum juga menjawab dirinya.
Melihat perempuan yang sudah diidentifikasi sebagai miliknya kini sedang linglung , membuat nathan tidak senang.
"Apa yang dipikirkan perempuan nya sehingga mengabaikan dirinya dari tadi?!!."pikir nathan dalam hati.
"Fa."panggil athan.
Tapi afifa tidak kunjung meresponnya. Nathan yang diabaikan merasa cemburu.
Dia ingin tahu siapa yang dipikirkan perempuannya hingga mengabaikan dirinya. Memikirkannya saja membuat nathan terbakar cemburu.
Nathan langsung mengulurkan tangannya dan menangkup pipi tembem afifa dengan kedua tangan nya dan mengarahkan nya menghadap ke wajahnya.
Afifa yang merasa pipinya di cengkram langsung tersadar. Matanya secara tidak sengaja menatap mata nathan yang menatap tajam kepada dirinya.
"(°∆°)??!!"Dia tidak tahu bagaimana situasi ini bisa terjadi,oke!. Dia sedang bertanya kepada sistemnya dan tiba-tiba melihat protagonis laki-laki yang terlihat marah pada dirinya.
Afifa benar-benar bingung dengan situasi ini.
Jarak wajah mereka hanya 5 cm. Nathan melihat mata afifa yang dipenuhi oleh dirinya merasa puas. Dia merasa bahwa dirinya adalah satu-satunya fokus yang ada di mata afifa, dan itu membuat jantungnya berdetak kencang. Rasa senang yang memuncak dan rasa puas yang memenuhi hatinya membuat nathan merasa sangat puas.
Ya!, afifa hanya memiliki dia dimata nya , dan itu adalah seharusnya yang terjadi.
Afifa yang merasakan jarak mereka terlalu dekat membuatnya merasa canggung, afifa mencoba melepaskan pipinya dari cengkraman nathan. Tapi karena perbedaan kekuatan yang sangat besar antara mereka, afifa hanya pasrah .
Afifa tidak tahu kenapa protagonis laki-laki melakukan ini padanya,oke?!.
Sudah beberapa menit berlalu dan mereka masih berada pada pose ini tanpa bergerak.
Nathan menatap afifa dengan matanya yang mengandung kasih sayang. Matanya dengan penuh perhatian merekam semua ekspresi yang dikeluarkan oleh wajah cantik afifa.
Ting...Ting...
Bunyi bel masuk
__ADS_1
Mendengar bel masuk berbunyi, afifa langsung menggunakan kesempatan ini untuk melepaskan wajahnya dari cengkraman afifa dan langsung menjauhkan dirinya .
Melihat afifa yang sudah melepaskan diri dari cengkraman nya, nathan hanya tersenyum.
Afifa membalas senyuman nathan dengan tatapan tajam. Afifa menatap galak nathan dengan wajah kesal. "(*-_-*!!)"Dia sangat tidak menyukai protagonis laki-laki di dunia ini!!!!.
Selama kelas berlangsung, Afifa hanya mengabaikan keberadaan nathan yang selalu mengganggu dirinya di samping.
{Sistem!!,aku tidak mau bersama protagonis laki-laki!!!}ucap Afifa kepada sistem di kepalanya.
Tapi sistem belum juga menjawab dirinya.
Dia bingung kenapa dari tadi sistem tidak merespon dirinya.
"Kemana sih sistem?!!"pikir afifa dalam hati.
Nathan yang diabaikan Afifa sedari tadi merasa kesal dihatinya.
Ting..Ting...
Bel pulang berbunyi
Setelah mendengar bunyi bel pulang , afifa langsung membereskan semua bukunya dan meletakkannya ke dalam tas. Dia langsung menyandang tasnya dan pergi keluar.
Saat dia ingin melalui bangku nathan, nathan menyampingkan tubuhnya dan melebarkan tangannya agar afifa tidak bisa keluar.
Nathan dengan senyum nakal menatap afifa dan mengangkat alisnya main-main.
Tapi bukannya takut, nathan malah dengan sembrono nya melebarkan kakinya membuat afifa tidak memiliki ruang untuk keluar.
"Kamu sebenarnya mau apa sih?!!!,"tanya afifa dengan kesal.
Dia tidak abis pikir kenapa protagonis laki-laki yang dia temui di dunia ini sangat menyebalkan.
Mendengar pertanyaan marah Afifa, nathan hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan afifa.
Sudah beberapa menit berlalu, tapi nathan belum juga mengganti posisinya.
Hal itu membuat afifa sangat marah.
Afifa sangat kesal, kenapa hari ini sangat sial bagi dirinya?!!. Setelah sistem 174 yang tidak merespon sampai sekarang , dan ada Protagonis laki-laki yang juga membuat harinya menjadi lebih sial.
Sudah 10 menitan berlalu, dan orang-orang yang berada dikelas sudah pergi , tinggal afifa dan nathan yang masih berada di dalam kelas.
Melihat nathan yang masih tidak membiarkan dirinya pergi, membuat afifa yang belum pernah diperlakukan seperti ini saat berada di dunia sebelumnya atau di dunia asalnya menjadi sedih.
Di dunia nyata dia adalah seorang remaja perempuan cantik yang memiliki banyak kekasih yang rela melakukan apapun untuk dirinya. Meski ia yatim piatu, banyak orang yang sangat menyayanginya dan rela melakukan apa saja untuknya.
__ADS_1
Afifa bukanlah orang yang pandai menyembunyikan emosi karena semua orang memanjakannya dan rela melakukan apa saja untuknya. Dia merasa sangat dirugikan, begitu dia mencoba menenangkan dirinya sendiri. Air mata mulai jatuh dari matanya yang indah dan jatuh di pipi putihnya.
Nathan yang melihat afifa yang menangis, merasakan sakit dihatinya.
Rasa sakit ini membuat dirinya tidak dapat menahannya.
Nathan langsung mendekati afifa dan menangkup pipi tembem afifa, dia mengelus dan mengusap air mata afifa dengan lembut. Afifa menatap nathan dengan keluhan yang terpancar di matanya.
"Kamu laki-laki jahat!!!!, laki-laki bajingan!!!..hik...hik...hik.."ucap Afifa memukul bahu nathan seperti melampiaskan semua keluhan yang di deritanya.
Nathan yang dipukul oleh afifa hanya diam, dia dengan sukarela menerima pukulan afifa , seperti itulah yang pantas dia dapatkan karena telah membuat perempuan nya sedih.
Nathan menatap afifa dengan mata yang penuh kasih sayang dan berkata dengan lembut : " Apakah kamu ingin menggigitku?!. Jika kau menggigitku maka itu akan membuatmu lebih tenang."
Mendengar perkataan nathan, afifa langsung mengulurkan tangannya menangkap tangan nathan dan langsung menggigitnya dengan keras.
Setelah afifa merasa puas, dia melepaskan tangan nathan.Melihat bekas gigi yang terlihat jelas di tangan nathan membuat afifa sangat puas. Hatinya yang tadi sangat sedih kini telah menghilang.
Mengalihkan matanya dari tangan nathan dan menatap nathan dengan senyum sombong.
"Huh!!."mendengus kepada nathan.
Melihat wajah senang afifa ,nathan merasa senang. Dia tidak peduli dengan tangannya yang sakit karena gigitan , yang dia pedulikan adalah bahwa dia bisa membuat perempuan nya bahagia.
Ding...
(Nilai cinta Nathan : +10
Total nilai cinta : 65/100
(Keterangan : Rasanya sangat berharga membuat perempuan ku senang hanya karena mengigit tanganku.)
Sedangkan sistem yang telah mengabaikan tuan rumahnya sedari tadi, ternyata sedang asik menonton drama Korea nya dengan banyak cemilan dan minuman yang menemani dirinya hingga melupakan tugasnya untuk mendampingi tuan rumahnya.
(v: sepertinya kita menemukan sistem palsu !??.)
Author ingin mengatakan sesuatu :
Nathan ( melangkahkan kaki dan memeluk afifa dan berbisik dengan lembut) : Sayang, aku sudah membuatkan mu bakso favoritmu.
Afifa (menolehkan kepalanya dan menatap nathan dengan mata bulatnya yang imut):....
Nathan: .....(melihat kekasihnya yang sangat imut membuat nathan langsung mengangkat tubuh afifa dan membawahnya ke kamar)
Author ( melihat nathan membawah afifa ke dalam kamar langsung terkejut) : Nathan mau kamu bawa ke mana anak mommy?!!!!.
Nathan: ...... (tanpa menoleh, nathan menghiraukan teriakan author , dia langsung menutup dan mengunci pintu kamar).
__ADS_1
Author (menatap sistem dengan wajah sedih) : Sungguh terrrrlaaaalu.
Mendengar ucapan author, sistem hanya mendengus : " Rasakan jadi obat nyamuk!!!. Akhirnya sistem tidak sendiri,hehehe(^•^)."pikir sistem dalam hati dengan senang melihat author yang merasakan penderitaannya selama ini.