
Keterangan:
[] \= Tanda sistem berbicara
{} \= Tanda emalia yang berbicara kepada sistem dalam pikiran
Emalia merebahkan tubuhnya ke atas kasur setelah sampai di villa yang dibeli oleh orang tuanya untuk menjadi tempat tinggalnya di Bandung.
"Capek banget"
Merebahkan tubuhnya ke atas kasur dan melihat langit-langit kamar.
Tak terasa matanya mulai mengantuk dan tertutup membawanya ke alam mimpi .
Sistem yang melihat tuan rumahnya yang sedang tidur hanya diam dan mengaktifkan mode tidur.
[Mode offline diaktifkan]
Teriring...
Bunyi alarm yang menunjukkan pukul 6.00 tepat.
"Ugk.." Judy berusaha membuka matanya dan mengumpulkan nyawa.
Tangannya dengan cekatan mengambil alarm yang ada di atas meja kecil di samping tempat tidurnya.
"Hah" Judy bangun dari tempat tidur dan langsung pergi ke kamar mandi.
Setelah melakukan ritual mandinya yang cukup lama, dia keluar dari kamar mandi.
Klik.
Emalia berjalan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan baju mandinya saja, kulitnya yang seputih susu kini telah dilapisi lapisan merah akibat terlalu lama berendam dikamar mandi, kukunya yang merah muda dan mungil kini semakin merah muda.
Emalia langsung memakai seragam putih abu-abu karena hari ini adalah hari Senin dan hari pertama dia akan pergi ke sekolah.
Setelah. Memakai seragam,
Emalia melangkah kakinya dan duduk di depan meja rias.
Dia dengan teliti mengoleskan pelembab wajah ke wajahnya sambil menepuk-tepuk dengan lembut.
"Aku cantik sih, pasti banyak yang kesemsem sama wajahku yang cantik dan imut ini(^•^)"ucap emalia dengan narsis sambil mengagumi wajah cantiknya di depan cermin.
[Itu memang pasti!, sistem memilih tuan rumah menjadi tuan rumah sistem karena tuan rumah sangat cantik dan membuat banyak laki-laki terpesona. senyum bangga.jpg]
Sistem tersenyum bangga meminta pujian, jika sistem memiliki ekor maka ekornya akan terangkat sangat tinggi penuh kebahagiaan.
Emalia yang mendengar ucapan sistemnya hanya pura-pura tuli dan terus mengagumi wajahnya yang cantik di depan cermin rias.
Tok..tok..tok
"Non, sarapan sudah siap,"teriak bik darti yang merupakan pembantu yang mengurus villa dan sekaligus yang merawat pemilik asli sejak kecil.
"Baik bik"Emalia langsung keluar dari kamar menuju meja makan.
"Bik, hari ini aku jalan kaki aja ya. Soalnya aku lihat udara Bandung sejuk banget 🥰,pengen jalan kaki rasanya." Pinta emalia dengan berucap lembut dengan senyum manis andalannya.
"Tapi non, nanti kalau tuan tahu kalau non jalan kaki ke sekolah nanti tuan marah."Bibik darti memasang wajah khawatir karena permintaan emalia.
"Papi gak akan marah kalau Bibik nggak kasih tahu. Please!!." Emalia memasang muka memohon dengan wajah imutnya.
Bibik darti yang melihat wajah imut nona nya halus luluh.
"Oke non, tapi Enon harus hati-hati ya?!!"
"Iya bik, siap!!." Memberikan hormat sambil tersenyum manis kepada Bibik darti.
"Kalau gitu aku pergi dulu ya bik, assalamualaikum." Mencium tangan Bibik darti.
"Waalaikumsalam." Bibik darti hanya tersenyum lembut dan melihat kepergian nona kesayangannya ini.
__ADS_1
Emalia berjalan dengan pelan sambil menghirup udara segar .
Sistem yang melihat tuan rumahnya yang berjalan kaki ke sekolah menjadi bingung dan bertanya : [Tuan rumah, kenapa tuan rumah ingin berjalan kaki ke sekolah!?]
{Kalau aku pergi dengan kendaraan ke sekolah, maka aku gak akan bisa melangsungkan rencanaku.!}
[Rencana apa tuan rumah??]
{Nanti kamu akan tahu}
Mendengar jawaban tuan rumahnya, sistem 174 semakin penasaran dengan rencana yang akan dilakukan tuan rumahnya ini.
Tiba-tiba saat emalia sedang mengobrol dengan sistem, ada seorang laki-laki yang memakai motor beriringan dengannya.
[Tuan rumah!,tuan rumah!, Protagonis pria muncul]
{Diam sistem!,aku tahu itu.}
[Nilai cinta dilan : +5.
Total nilai cinta dilan: 25/100
(Keterangan : aku bertemu denganmu lagi manis)]
Bunyi pemberitahuan nilai cinta protagonis berbunyi.
Emalia hanya diam tanpa mempedulikan peningkatan cinta protagonis laki-laki padanya.
"Selamat pagi" Sapanya dengan senyum manis kepada emalia.
Emalia langsung menghentikan kakinya dan menatap ke arah protagonis pria.
Dilan yang melihat emalia yang berhenti berjalan langsung menghentikan motornya.
"Kamu emalia ya?!" Ucap dilan dengan senyum manis masih terpampang di bibirnya.
Emalia menganggukkan kepalanya dan berjalan mendekat ke arah dilan.
Jarak mereka hanya 5 cm .
Deg..
Suara detak jantung dilan berdetak dengan sangat keras. Telinganya sudah memerah karena jarak wajah mereka hanya 5 cm.
[Nilai cinta dilan : +15.
Total nilai cinta dilan : 40/100
(Keterangan : perempuan ini membuat jantungku selalu berdetak)]
"Kamu orang suruhan Bibik yang akan mengantarku!?" tanya emalia dengan mata polosnya.
Dilan yang mendengar pertanyaan emalia langsung bingung.
"Apakah dia salah paham kalau aku yang akan mengantarnya!?,"pikirnya dalam hati.
Emalia langsung duduk di motor dilan tanpa menunggu jawabannya.
"Kalau gitu ayo kita berangkat(^•^)"
Dilan langsung melepaskan jaketnya dan memberikannya kepada emalia dan berkata : "Nih jaket untuk menutupi paha mu, aku tidak mau nanti ada lalat-lalat yang melihatnya"
Emalia langsung mengambil jaket dilan dengan Senang hati dan meletakkannya di paha putihnya .
Tangannya yang putih melingkari pinggang dilan.
[Nilai cinta dilan : +15.
Total nilai cinta dilan : 55/100
(Keterangan : sepertinya aku mulai menyukainya)]
__ADS_1
Dilan yang merasakan pelukan dibelakangnya, langsung tersenyum dengan mood yang bahagia dan menjalankan motor nya .
SMA negeri 20
Dilan telah memarkirkan motornya di parkiran sekolah.
Emalia langsung memberikan jaketnya kembali kepada dilan.
"Terima kasih, aku duluan ya" ucap emalia setelah memberikan jaket kepada dilan dan langsung lari pergi ke dalam sekolah tanpa menunggu jawaban dilan.
Dilan yang melihat emalia yang sudah berlari pergi meninggalkannya hanya tersenyum smirk di sudut bibirnya.
Sisi lain
Emalia kini sedang berjalan terburu-buru hingga menabrak seseorang.
"Ah..." Emalia langsung menutup matanya menunggu rasa sakit yang akan dia rasakan.
Tapi bukan rasa sakit yang dia rasakan ,malahan dia merasakan ada tangan yang menggenggam erat pinggangnya.
Emalia langsung membuka matanya.
Mata mereka saling beradu tatap dengan ambigu.
"Kalau jalan hati-hati, gak ada yang akan mengejarmu kok,"ucap dilan kepada emalia dengan mata hitam tajamnya yang menatap intens wajah cantik emalia.
Emalia langsung sadar dengan pose mereka berdua yang sangat ambigu dan langsung melepaskan dirinya dari pelukan dilan.
"Ah, makasih (^•^)"katanya dengan tersenyum manis menatap polos ke arah dilan.
[Nilai cinta dilan : +5.
Total nilai cinta dilan: 60/100
(Keterangan : aku suka dia)]
Dilan yang melihat tatapan emalia kepadanya menjadi memerah .
"Lain kali kalau jalan hati-hati,"ucapnya datar mencoba menetralkan jantungnya yang tiba-tiba berdetak kencang.
Emalia mendengar suara datar dilan langsung sedih dan menatap berkaca-kaca ke arah dilan dan berkata : " Kamu marah sama aku!??.hik..hik..hik.."
Dilan yang melihat emalia menangis langsung terkejut dan kelabakan.
"Jangan nangis ya, aku gak marah kok sama kamu. Aku hanya..." ucap dilan berbata-bata mencoba membujuk perempuannya ini. Ya, sejak awal dilan sudah menganggap emalia adalah miliknya.
"Hik..hik..hik"
Mendengar suara tangisan emalia yang belum berhenti, dilan langsung menangkap wajah tembem emalia.
Dilan menatap intens mata emalia.
Mata mereka berdua saling beradu tatap.
Kasih sayang yang meluap di mata dilan menatap intens ke mata hitam besar emalia.
"Aku mungkin tidak bisa mengungkapkan kata yang lembut. Tapi ketahuilah, bahwa aku , dilan , hanya ingin kamu mendengar kata-kata yang indah saja di mulutku, walaupun lidahku terlalu kasar tuk berbicara. Jadi, bisakah kau mencoba ,tidak aku tidak ingin kau mencoba menerima kata-kata kasar ku. "Dilan melepaskan tangannya dari wajah emalia dan menggaruk kepalanya dengan frustasi.
Dilan mendekatkan wajahnya lagi ke wajah emalia dan berkata : " Emalia ku ,bisakah kau memaafkan kelancangan dan kekasaran yang keluar dari mulutku. Aku tak akan mengulanginya lagi. Jadi bisakah kau hanya memberikan senyuman padaku. Sungguh ,walaupun wajah sedihmu sangat imut , tapi aku lebih menyukai senyum manis mu." Menghapus lembut air mata yang jatuh dimata emalia seperti sedang memperlakukan harta yang paling berharga.
"Oke,hik..aku tidak akan menangis. Emalia bukan anak cengeng.!" Mencoba berhenti menangis.
"Emalia bukan anak cengeng, tapi emalia itu adalah seorang perempuan kuat seperti wonder women . Emalia itu wonder girlsnya dilan oke.!!" ucap dilan dengan lembut sambil mengelus pipi tembem emalia dengan sayang.
Emalia yang sadar mereka berdua sudah terlalu intim tersipu malu dan dengan cepat-cepat berkata :
"Aku mau masuk dulu, nanti telat. Bye bye." Dia langsung lari meninggalkan dilan.
"Agk, sepertinya aku terlalu cepat sehingga menakutinya." Dilan mengacak rambut dengan kasar yang membuat rambutnya terlihat acak-acakan.
[Nilai cinta dilan : +15.
__ADS_1
Total nilai cinta dilan : 75/100
(Keterangan : aku tidak akan membiarkannya menangis bahkan diriku sendiri)]