
Keterangan:
[] \= Tanda sistem berbicara
{} \= Tanda afifa yang berbicara kepada sistem dalam pikiran
Sudah beberapa menit berlalu dan mereka masih mempertahankan pose yang sama tanpa bergerak.Dimana protagonis laki-laki memeluk pinggangnya dan menatap afifa dengan senyum manis.
Afifa yang menyadari posisi canggung mereka langsung mendorong tubuh protagonis laki-laki dan menjauhkan tubuhnya.
Afifa hanya menatap dingin ke arah protagonis laki-laki dan berkata datar : " Terima kasih!."dan langsung pergi meninggalkannya.
Sebelum dia melangkahkan kakinya untuk meninggalkan nathan, nathan langsung mengulurkan tangannya dan menangkap tangan afifa.
Afifa yang melihat tangannya dipegang oleh protagonis laki-laki langsung menatap protagonis laki-laki.
"Kenapa ya!?,"tanya dengan bingung. Matanya yang bulat dan besar yang mencoba menatap dingin malah terlihat imut.
"Nama saya Nathan,"ucap nathan sambil mengulurkan tangannya.
Afifa yang melihat protagonis laki-laki yang memperkenalkan diri pada dirinya menjadi bingung.
{Sistem!,sistem!, Kenapa protagonis laki-laki ingin berkenalan denganku!?}
Mendengar pertanyaan tuan rumahnya, sistem hanya mendengus malas. Apakah tuan rumah tidak sadar bahwa pesonanya sangat luar biasa menarik.
[Alasan protagonis ingin berkenalan dengan tuan rumah karena pesona tuan rumah sangat menarik sehingga protagonis langsung tertarik kepada tuan rumah pada pandangan pertama.Walaupun tuan rumah menggunakan tubuh orang lain, tapi setelah tuan rumah memasuki tubuh ini maka pesona tuan rumah akan ikut serta di dalamnya.]jelas sistem kepada tuan rumahnya.
Mendengar penjelasan sistem 174 , afifa langsung mengerti.
Saat afifa masih sibuk berbicara dengan sistemnya, nathan yang melihat perempuan yang membuatnya tertarik sedang melamun dengan mata bulatnya yang menatap linglung membuat nathan menjadi gemas.
"Kenapa bisa ada perempuan seimut ini!,"ucapnya dalam hati
Nathan mengulurkan tangannya dan menyodok pipi tembem afifa dengan gemas dengan senyum manis terpatri di bibirnya.
Afifa yang merasakan ada yang menyodok pipinya langsung tersadar. Dia menatap ke arah nathan yang masih setia menoel-noel pipi tembemnya.
Afifa langsung menepis tangan nathan di pipinya dan menatap nathan dengan ekspresi galak, tapi yang terlihat malah seperti kucing yang sedang marah membuat nathan mengulurkan tangannya untuk mencubit pipi tembem itu.
Afifa yang merasakan pipi tembemnya yang di cubit sebagai gantinya menjadi lebih kesal.
Afifa menunjuk ke arah nathan dengan marah : " Kamu!!."
"Nama kamu siapa?,"tanya nathan dengan senyum yang masih melekat di bibirnya.
"Afifa!,"jawab afifa dengan singkat dengan wajah kesal.
Nathan melihat wajah kesal afifa ,bukannya minta maaf malah semakin gencar menggodanya.
__ADS_1
{Sistem!, Aku benci protagonis laki-laki ini. Aku tidak mau bersamanya!!.}
Mendengar ucapannya tuan rumahnya, sistem langsung kelabakan. [Jika tuan rumahnya ngambek dan tidak mau menyelesaikan tugas?,bisa berabe nih urusannya!.wajah khawatir tingkat dewa.jpg]
Sistem mencoba memikirkan cara untuk membujuk tuan rumahnya.
[Tuan rumah, jika tuan rumah tidak bersama protagonis laki-laki maka tuan rumah tidak akan menyelesaikan tugas. Jika tuan rumah tidak bisa menyelesaikan tugas, maka tugas tuan rumah dianggap gagal. Jika tugas tuan rumah gagal, maka sistem dan tuan rumah akan dihancurkan!!. emoticon ekspresi takut.jpg]
Mendengar ucapan sistem, afifa langsung takut.
"Aku tidak mau dihancurkan ,kekkek.wajah menangis.jpg."pikir afifa dalam hati.
Afifa menatap mata nathan dengan mata yang berkaca-kaca seperti menyampaikan keluhannya di matanya.
Nathan yang melihat afifa yang sedih langsung kelabakan dibuatnya. Dia tidak tahu bagaimana membujuk perempuan yang membuatnya tertarik ini.
Nathan refleks mengulurkan tangannya dan mengelus pipi tembem afifa. Dia dengan lembut membujuknya agar tidak lagi sedih.
"Hay, jangan menangis,oke?!,"menangkup pipi tembem afifa .
Bukannya berhenti,afifa malah mengeluarkan air matanya lebih deras membuat nathan benar-benar bingung dengan situasi ini.
Dia benar-benar tidak tahu bagaimana cara membujuk seorang perempuan, karena dia tidak pernah berada di situasi seperti ini.
"Hay sayang ,jangan menangis cup cup cup,"bujuk nathan kepada afifa.
Afifa yang diperlakukan seperti ini menjadi lebih kesal "Dia bukan anak kecil oke!."batinnya.
Nathan yang melihat afifa yang berlari meninggalkan dirinya hanya menampilkan senyum manis di bibirnya. Matanya yang tajam menatap sosok afifa yang sudah pergi jauh.
Nathan mengacak rambut hitamnya dengan malas dengan senyum senang yang masih menempel di bibirnya.
Ding...
[Nilai cinta Nathan : +15
Total nilai cinta : 45/100
(Keterangan : sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama.)]
Mendengar bunyi pemberitahuan sistem tentang peningkatan nilai cinta protagonis laki-laki, afifa tidak menghiraukannya dan terus berjalan cepat menuju kelasnya.
Kelas 10 IPA 1
Itulah tulisan yang terpampang di depan kelas dan merupakan kelas yang akan afifa tempati.
Afifa melangkahkan kakinya memasuki kelas, dia melihat masih ada tempat duduk di baris ke tiga di dekat jendela yang belum diisi oleh orang. Dia pun mendekati tempat duduk itu dan duduk di kursi.
Dia meletakkan tasnya di atas meja dan melihat keluar jendela.
__ADS_1
{Sistem, aku sangat malas sekarang. Bisakah kau mengambil alih tubuh ini dan biarkan aku tidur saja?!.}pinta afifa kepada sistemnya.
Sistem yang mendengar perkataan tuan rumahnya langsung mengaktifkan mode offline.
[Mode offline diaktifkan]
Mendengar sistemnya mengaktifkan mode tidur membuat afifa menjadi kesal.
{Sistem menyebalkan!!!}
Afifa mengeluarkan semua sumpah serapa yang dia tahu kepada sistemnya.
Sedangkan sistem saat ini sedang asik menonton drama korea tanpa mendengar upatan tuan rumahnya yang sedang marah kepada dirinya. Walaupun sistem dengar sekalipun , dia juga akan pura-pura tidak mendengarnya,heheh(^•^).
"Romantis banget !!, Minho oppa aku padamu !!😍😍."pekik sistem dengan histeris melihat scene dimana Lee Minho berperan menjadi Jun-pyo memeluk jandi.
Begitulah aktivitas sistem setiap hari. Menonton Drakor dan menjadi Mak comblang tuan rumahnya.
Sisi lain
Nathan yang baru masuk ke dalam kelas melihat afifa ,perempuan yang dia sukai ternyata satu kelas dengan dirinya.
Nathan melangkahkan kakinya mendekati bangku afifa. Dia langsung duduk di bangku di samping afifa tanpa bertanya.
Afifa yang mendengar suara bangku di sampingnya yang di tarik, langsung menolehkan wajahnya ke samping. Afifa terkejut melihat protagonis laki-laki yang duduk di sampingnya.
Afifa ingin mengusir nathan tapi dia bingung harus dengan alasan apa untuk mengusir nathan?, sehingga dia hanya diam dan menolehkan wajahnya ke arah jendela lagi.
Melihat afifa yang mengabaikan dirinya membuat nathan merasakan kesal dihatinya. Dia tidak suka diabaikan seperti ini.
Nathan langsung mengulurkan tangannya dan mencengkram wajah afifa dan menolehkan nya ke arah dirinya.
Afifa yang merasakan pipinya di cengkram ,mencoba melepaskan pipinya dari tangan nathan.
Tapi karena perbedaan kekuatan, membuat afifa dengan pasrah membiarkan pipinya di cengkram.
Afifa menatap ke arah nathan, saat matanya tak sengaja bertemu dengan mata nathan yang menatap intens dirinya , membuat afifa langsung membalas tatapan nathan.
Nathan yang melihat mata bulat dan besar afifa yang mencoba menatap dirinya dengan tajam membuat matanya yang bulat dan besar semakin besar seperti mata kucing membuat nathan tersipu dengan telinganya yang sudah memerah.
Deg...
Jantungnya berdetak sangat kencang seperti suara drum yang dipukul.
Ding...
[Nilai cinta Nathan : +10
Total nilai cinta : 55/100
__ADS_1
(Keterangan : Perempuanku terlalu imut!!!]