
Keterangan:
[] \= Tanda sistem berbicara
{} \= Tanda emalia yang berbicara kepada sistem dalam pikiran
Saat ini emalia sedang duduk di atas motor memeluk pinggang dilan.
Mereka berdua mengendarai motor berkeliling kota Bandung.
Angin sejuk membuat emalia merasakan rasa nyaman tanpa polusi yang sudah lama tidak pernah dia rasakan di dunia aslinya.
Kota Bandung pada tahun 1990.
Udaranya yang segar dan sejuk membuat emalia merasa nyaman dan tenang.
Dia menyenderkan kepalanya ke punggung dilan. Dilan mengendarai motornya dengan kecepatan 20km/jam.
Dia ingin kekasihnya merasakan pemandangan kota Bandung lebih nyaman yang tidak Emalia rasakan di Jakarta.
"Kamu mau kemana?," Tanya dilan kepada emalia.
"Terserah kamu tapi yang penting tempatnya indah,"jawab emalia sambil menatap pemandangan di jalan.
Taman balai kota
Saat ini mereka sedang duduk di taman dengan emalia yang menyandarkan kepalanya dipundak dilan.
Dilan mengelus lembut surau hitam kekasihnya, mereka saling berpelukan dengan nyaman melihat pemandangan yang indah dan sejuk dengan pohon-pohon yang masih banyak tumbuh, ada cukup banyak orang yang berada di taman. Sepertinya mereka juga sedang menikmati waktu seperti mereka berdua.
Ada juga yang piknik disini bersama keluarganya. Memang ini adalah tempat yang pas untuk melakukan piknik keluarga dan tempat ini juga sangat pas untuk menghabiskan waktu untuk keluarga maupun pasangan.
Emalia dengan bosan menyodok-nyodok pipinya. .merasakan tangan kekasihnya yang dengan nakal menyodok pipinya ,dilan hanya diam dan tersenyum membiarkan dirinya membuat masalah
Emalia yang tidak mendapat respon kekasihnya menjadi lebih nakal ,dia terus melanjutkan menyodok , menyodok lehernya, menyodok bahu, menyodok pinggang,perut, pahanya , dan...tertawa..
"Heheh(^•^)"
Dilan yang merasakan kekasihnya semakin nakal, tanpa daya meremas pipi tembemnya :" kamu mau apa ??."
Emalia yang mendengar pertanyaan dilan langsung menatapnya dengan mata yang berbinar :" aku mau ke tempat yang ada binatangnya."
"Oke."Langsung mengusap rambut hitam emalia dengan kasar .
Emalia yang merasakan rambutnya yang berantakan karena kekasihnya langsung cemberut : " rambutku berantakan!!."
Dilan yang melihat kekasihnya kesal ,bukan membujuk malah lebih mengacak rambut hitam emalia.
Emalia berkata dengan marah :"Kamu benar-benar menyebalkan, aku marah padamu ," Melangkahkan kaki pergi meninggalkan kekasihnya.
__ADS_1
Dia mengangkat dagunya tinggi dengan marah dan melenggang pergi,menjaga matanya tetap lurus sepanjang jalan, dengan tegas mengabaikan orang disekitarnya bahkan jika dia memanggilnya maka dirinya akan berpura-pura tidak mendengarnya!
"Kekasihnya dilan!"
"...."Jangan dengarkan, itu hanya suara nyamuk yang bernyanyi.
Terus melangkahkan kakinya tanpa mempedulikan panggilan dilan.
"Kamu pergi ke arah yang salah!"
"...."
Emalia berhenti. Setelah beberapa saat , dia berbalik dan berjalan ke arah yang berlawanan. Tapi sepertinya ada sesuatu yang salah, bagaimana ingatan emalia bisa salah!?.
Menunggu emalia melewatinya, dilan mengulurkan tangan untuk menghentikannya dan berkata tanpa tergesa-gesa: " Ah, maaf, aku salah, sekarang sebaliknya!"
"!!!!"bajingan!
Emalia sangat marah dan tak tertahankan dan tak bisa ditoleransi , wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus yang terbakar amarah. Dia berbalik ke arah dilan dan langsung memeluk tubuh dilan dan menggigit bahunya dengan keras.
"Ahhhh, sakit sayang!!!."teriaknya dengan keras karena rasa sakit di bahunya yang digigit. Tanpa mencoba melepaskan bahunya dari gigitan kekasihnya seperti memberikan pengorbanan dengan sukarela.
Emalia yang merasa amarah mulai hilang, dia melepaskan mulutnya dari bahu dilan.
Dilan menyingkapi baju di bahunya dan tampaklah bekas gigitan yang terlihat jelas.
Emalia yang melihat hasil karyanya langsung tersenyum puas dengan dagunya yang terangkat sombong menatap ke arah dilan.
Kekasihku terlalu imut, pipi tembem yang putih dilapisi kemerahan karena marah dan matanya yang bulat dan besar yang membulat seperti mata kucing membuatku sangat ingin menggodanya lagi. Semakin aku melihatnya semakin imut..... tapi sepertinya tidak mudah membujuk anak kucing yang sedang marah.
Emalia mengabaikan dilan sepanjang hari saat jalan-jalan sampai pulang ke villa.
Emalia yang turun dari motor dilan langsung melengus masuk tanpa mempedulikan dilan.
Melihat kekasih imutnya sangat marah sampai sekarang, dilan langsung mengulurkan tangannya dan memegang tangan mungil itu dengan erat dan membawahnya ke pelukannya.
"Maaf kekasihnya dilan, jika aku membuat marah. Tapi bisakah kau berhenti marah padaku , walaupun wajah cemberut mu sangatlah imut."
Emalia yang berada di pelukan dilan hanya diam tanpa menjawab.
Masih dengan senantiasa menyelusupkan wajahnya ke dada dilan.
Melihat kekasihnya hanya diam tanpa menjawab, dilan hanya pasrah dan merutuki dan merasa menyesal kepada dirinya sendiri karena terlalu berlebihan menggoda kekasihnya hingga membuatnya sangat marah. Walaupun menggoda kekasihnya sangatlah menyenangkan, tapi jika didiamkan seperti ini , dia sangat tidak mau.
Dilan menyenderkan kepalanya ke bahu emalia dan memohon dengan lembut seperti anjing malang yang kehilangan perhatian tuannya.
"Sayang! "
"..."
__ADS_1
Emalia masih diam
"Kekasihnya dilan!"
"..."masih diam
"Lili!"
"..."masih diam
"Lia!"
Emalia langsung melepaskan tubuhnya dari pelukan dilan , dan menatap marah kepadanya.
Emalia berkata dengan marah: "Kamu bajingan!, menyebalkan! . Aku marah pokoknya sama kamu!!!"berlari memasuki villa meninggalkan dilan yang bingung dengan kemarahan kekasihnya tiba-tiba.
"Maaf aku salah sayang!!!"teriak dilan keras diluar villa emalia.
Emalia tidak merespon dan langsung pergi memasuki villa dan masuk ke kamarnya.
Bibik yang melihat nona nya yang langsung masuk dengan marah langsung bingung.
"Kenapa non marah ya!?, Apakah non emalia sedang bertengkar dengan den dilan.."
Emalia merebahkan dirinya ke atas kasur dan dengan linglung melihat langit-langit kamar.
Sistem yang sudah lama diam langsung membuka suara : [kenapa tuan rumah marah dengan protagonis laki-laki?]
{Aku marah dengannya, masa dia sudah jadi kekasihku malah mikirin pemeran utama wanita!!!??,sebel, dasar laki-laki bajingan!!!}
[Tapi tuan rumah, Protagonis pria belum bertemu dengan protagonis wanita. Bagaimana dia bisa mikirin protagonis wanita, kenal saja tidak]
Ucap sistem menenangkan tuan rumahnya.
{Aku gak peduli, dia tadi panggil aku Lia jadi dia pasti mikirin protagonis wanita!.}
[Tuan rumah, nama kamu kan EMALIA , EMA dan LIA jadi pantaslah protagonis laki-laki panggil kamu Lia bukan karena dia mikirin protagonis wanita. Nama kalian kan hampir mirip tuan rumahku sayang!!]
Jelas sistem kepada tuan rumah dengan sabar karena sistem adalah sistem yang baik hati, sabar dan rajin menabung..
Tapi emalia tidak mendengarkan penjelasan sistemnya, dia masih dengan senantiasa mengutuk dilan.
"Dasar bajingan!!, dasar laki-laki jahat!! . Pria menyebalkan!!!.. Pokoknya aku tak akan berbicara dengannya lagi. Lebih baik aku maskeran dari pada memikirkan pria jahat itu,huh!!." Langsung bangun dari tempat tidur dan memasuki kamar mandi untuk berendam.
Setelah keluar dari kamar mandi, emalia duduk di depan cermin rias.
Dia dengan santai melakukan perawat kulit pada wajahnya sambil bernyanyi bahagia.
Sistem yang melihat tuan rumahnya yang sangat cepat berubah mood langsung terdiam.
__ADS_1
[Cepat sekali moodnya berubah, tadinya marah-marah dan sedih, sekarang sangat bahagia dan santai..]
Sistem sangat bingung sekarang, [perempuan memang sangat aneh dan tidak bisa ditembak. -_-]pikir sistem .